Friday, 5 June 2015

FAKULTAS PERTANIAN TETAP JADI PILIHAN

FAKULTAS PERTANIAN TETAP JADI PILIHAN

PERTANIAN, kenyataan bahwa terjadi penurunan minat lulusan SMA melanjutkan studi ke Fakultas Pertanian memang terasa dalam beberapa tahun ini. Padahal di era 80 an, Fakultas Pertanian menjadi idola. Kalau saat ini dikatakan memasuki kriteria kritis sepertinya sangatlah berlebihan.
Klarifikasi berdasarkan objektifitas yang ada dan bagaimana peran penting Pertanian masa kini dan masa yang akan datang perlu digambarkan kepada masyarakat agar Rakultas Pertanian tetap jadi pilihan.
Tidaklah keliru berita2 yang ada bahwa mahasiswa baru Fakultas Pertanian pada tahun2 ini hanya hitungan jari. walau tdk memenuhi standar ideal.
Mgkn dengan penggabungan beberapa program studi menjadi program studi baru bernama Agroekoteknologi bukanlah semata-mata untuk menyiasati kurangnya minat mahasiswa pada program studi lama, tetapi lebih pada menjawab tantangan masa depan. Sarjana Pertanian harus dibekali ilmu tentang petanian yang lebih umum secara menyeluruh agar bisa terjun langsung ke masyarakat.
Sedangkan untuk memperdalam pada aspek yang lebih khusus, dipersilahkan melanjutkan pada jenjang pendidikan S2 HPT, budidaya petanian, ilmu tanah atau yang lainnya.
Kurangnya berita yang tepat tentang Fakultas Pertanian tentungya tidak bisa dibiarkan karena akan berdampak luas terhadap makin berkurangnya minat orang tua dan siswa untuk memasuki Fakultas Pertanian. Padahal, tantangan kita sebagai negar agraris, dimana bertani adalah sebagai mata pencaharian utama masyarakat, perlu terus dikembangkan oleh tenaga terampil yang dicetak lewat pendidikan di perguruan tinggi (Fakultas Pertanian).
Menurunnya minat siswa memasuki Fakultas Pertanian tentunya berkaitan erat dengan makin berkurangnya perhatian pemerintah pada bidang pertanian. Hal itu berdampak langsung terhadap berkurangnya penyerapan alumni Fakultas Pertanian di berbagai bidang pengabdian, disamping sebagai PNS tetapi menjadi harapan besar setiap alumni dan orantua siswa.
Berkurangnya perhatian pada bidang pertanian, karena pemerintah terlena dengan kekayaan sumber daya alam berupa batu bara dan minyak bumi. Tapi sadarkah kita semua bahwa batu bara dan minyak bumi adalah sumber alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga suatu saat akan habis. apabila saat ini pertanian luput dari perhatian, maka suatu saat kita akan kelaparan.
Kedepan perlu dibuktikan bahwa alumni Fakultas Pertanian mampu mandiri, bukan hanya berharap pada lapangan kerja yang sudah ada sebagai PNS tapi mampu menciptakan lapangan kerja baru dengan bekal keahlian yang dimilikinya.
Coba bayangkan pada 10-20 tahun kedepan bila terjadi kelangkaan makanan. impor pangan saat ini masih memungkinkan, tapi nantinya akan sulit karena masing-masing untuk memenuhi kebutuhan negaranya.
Bisakah anda bayangkan bila kelaparan terjadi akibat makanan yang tak terbeli, maka kerusuhan akan terjadi. asumsi akan terjadi kerawanan pangan sudah didepan mata , pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan peningkatan produksi pangan.
Sudah saatnya masalah pertanian bukan hanya jadi pembicaraan hangat menjelang pemilukada untuk menarik simpati masyarakat namun setelah terpilih melupakan begitu saja.
Yang lebih ironis, kabupaten yang bertekad jadi lumbung pangan nasional belum tampak juga perhatiannya untuk pengembangan pertanian masa depan.
Di sinilah perlunya kesadaran semua pihak bahwa pertanian menjadi pilihan utama untuk terus dikembangkan oleh tenaga terampil alumni Fakultas Pertanian agar kemandirian pangan tetap terjaga secara lestari. pangan masa depan sangat tergantung pada kepedulian dari generasi sekarang.............
pasar terapung Banjarmasin

No comments:

Post a Comment