Tuesday, 17 February 2015

JALAN TEKAD

JALAN TEKAD

Langkah kecil menderu sepi
Elok wajah meratap asa
Lepas masa arungi asa
Senyap sunyi hilanglah sisa

Sayap duka merangkak coba
Garang jiwa menggenggam cita
Tunduk luka terpatah kira
Terbang hilang kinilah bisa

Inginku jalanlah itu
Inginku kuatlah duka
Mauku sokonglah maju

Membuat kering jadikan hilang
Terempas ranting meratap hilang
Mentari saling meratap terang
Terempas kurang terbesut sempat

Monday, 16 February 2015

KAU TUSUKKAN KESEDIHAN SESAAT

KAU TUSUKKAN KESEDIHAN SESAAT

Kecewa itu datang tiba-tiba
Menghampiri hati
sampai butiran air suciku jatuh ke bumi
Itu berati ku sangat berduka
Teriris perih oleh sikapmu yang tak beretika

Ku persiapkan imajinasi dengan matang
Hanya pinta kau tuk oleskan keindahan
Tapi tak ku sangka
Kau hancurkan semuanya

Aku tak minta dihargai, apalagi dihormati
Karena aku tahu diri
Apa ini hanya kepedihan yang sesaat
Sakit hati karena kecewa berat

Ahh...apa yang terjadi pada diri ini
Mencoba tuk introfeksi
Apa hanya sikapku yang melebihi
Nyantai dulu, bersama dancer kecapaian promo XL ama EXTRAJOS dari berbagai kabupatenNyantai dulu, bersama dancer kecapaian promo XL ama EXTRAJOS dari berbagai kabupaten

AKU HAMPIR GILA

AKU HAMPIR GILA

Engkau membuatku
hampir menjadi gila
pesona dirimu
membuatku terpana
dan....aku mengejar bayangmu
merindukan senyum lembutmu

Aku bagai mengembara
Berjalan di hamparan padang pasir
Bagai kapal patah kemudi
Terombang ambing
Badai gurun yang begitu ganas

Aku bertahan hidup
Mencari setitik air suci
Dari telaga hatimu

Engkau membuatku
Hampir menjadi gila
Bayang wajah ayumu
Selalu berdansa
Di atas panggung memoriku

Mengapa ada cinta
Mengapa ada cinta ?
Ada cinta, mengapa?
Cinta, mengapa ada ?

Mengapa ada duka?
Ada duka, mengapa?
Duka, mengapa ada?

Ah.!
Cinta
Mengapa kau lahir bagai bunga mekar?
Mengapa menebar duka dengan durimu?
Mengapa menebar duka dengan durimu?
Mengapa kau hinggap
Pada hati yang sepi ini ?

sory temen..............direbutkan ama perempuan ronde.........wkkkk..........sory temen..............direbutkan ama perempuan ronde.........wkkkk..........

MENGHILANGKAN PENAT MARI MEJENG DULU

MENGHILANGKAN PENAT MARI MEJENG DULU

     JALAN-jalan ke Yogyakarta, tak lengkap jika tidak mengunjungi Keraton Yobyakarta. Istana kesultanan ini selain menjadi obyek wisata, juga memberikan pengetahuan tentang sejarah bangsa. Jalan Malaiboro adalah kawasan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dosmetik maupun mancanegara. Jika sudah berada di kawasa ini, tidak sulit menuju Keraton Yogyakarta. sejurus pandang, diujung jalan Malaiboro kita bisa melihat alun-alun yang tepat berada di depan keraton.
     Mau jalan kaki boleh, maupun naik angkutan umum, misalnya becak juga silahkan. Pastinya dengan angkutan umum hanya dalam tempo paling lama sekitar 10 menit sudah sampai di keraton, tapi kalau berjalan kaki lebih dari itu waktu tempuhnya. apalagi jika jalan kaki bersama teman-teman, rasa capek tidak terasa. Kita bisa melihat berbagai bangunan tua yang masih difungsikan, melihat taman dan alun-alun serta pemandangan khas kota Gudeg yang juga disebut Kota Pelajar
     Setiap hari keraton banyak dikunjungi wisatawan. Setelah membayar karcis masuk, kita bisa minta panduan para guide keraton. Komplek bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Namun yang kita masuki adalah komplek keraton, bukan keraton atau istana sultan. Di komplek keraton ini banyak bangunan antara lain pendopo, asrama, benda sejarah, museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.
      Bangunan di komplek keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana jawa yang terbaik, memilki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas. Secara umum terdiri dari halaman yang ditutupi dengan pasir dari pantai selatan, bangunan utama serta pendamping, dan kadang ditanami pohon tertentu. komplek satu dengan yang lain dipisahkan oleh tembok yang cukup tinggi dan dihubungkan dengan regol yang bisanya bergaya Semar Tinandu.
     Meski bangungn-bangunan di komplek Keraton Yogyakarta lebih terlihat bergaya arsitektur Jawa tradisional, tapi di beberapa bagian tertentu tampak sentuhan dari budaya asing di antaranya Portugis, Belanda dan Cina. setiap bangunan memiliki kelas tergantung pada fungsinya termasuk kedekatannya dengan jabatan penggunanya. Berkeliling Keraton ternyata tidak cukup waktu satu jam. Ada beberapa museum yang menjadi daya tarik, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama mengamati benda peninggalan keraton.
     Tidak terasa hampir tiga jam keluar masuk beberapa museum, bangunan dan melihat-lihat berbagai penampilan di sana, antara lain permainan gamelan dan pertunjukkan wayang kulit. Keluar komplek baru terasa capek.
ayo ke keraton ngayogyakartaayo ke keraton ngayogyakarta

CINTA ITU GILA

CINTA ITU GILA

Cinta itu seperti racun
Racun yang mematikan
Dalam hitungan menit
Aku terkapar dan mati

Cinta itu bagai jilatan api
Api yang sangat panas
Dalam sekejap mata
Jiwa ku melebur menjadi abu

Cinta itu layaknya badai
Badai yang menakutkan
Dalam sekali sapuan
Aku terhempas didasar samudra

Cinta itu laksana bongkahan es
Menebar rasa dinginya salju
Dalam sekali hembus
Aku membeku ribuan tahun didalamnya
Kau dan cintamu adalah sama !
trio macan ama anaknya macantrio macan ama anaknya macan

ANGIN OH ANGIN

ANGIN OH ANGIN

Pengap kiriman neraka sodorkan hawa membara leleh
Peluh berkenduri di antara lipatan leher dan bidang dada
ya Tuhan ini hanya kemarau biasa, namun amat menyiksa
kami pun jumpalitan tak tentu arah gelisah, sarat kesah.
ini bukan cekam lidah jahanam
yang kelak hanguskan penguasa lalim dan pendurhaka
ini hanya gersang biasa
tapi mahluk-mahluk Mu ini sudah hilang daya!

Kalau boleh kami pinta ;
kirimkan sebuah kipas angin saja
penyejuk udara yang jernihkan saraf-saraf kusut
peniup sejuk diantara semrawut jagat
supaya kami tak lagi nyinyir menjejal buana dengan berpeti keluh
jadikan kami manusia-manusia yang taat !

PEKERJAAN ADALAH AMANAT

PEKERJAAN ADALAH AMANAT

     Pekerjaan atau jabatan adalah amanat yang harus kita emban tapi Sering terjadi dan terdengar adalah orang berebut atau belomba-lomba berusaha untuk mendapatkan pekerjaan atau jabatan dengan berbagai cara, sedangkan menganggumkan karena mengundurkan diri merupakan keputusan yang berani dan bernuansa wibawa, menunjukkan sikap gentelman dari seseorang yang justru tidak pernah bahwa jarang terjadi. Di indonesia,Pekerjaan atau jabatan yang mengambil sikap mengundurkan diri dari pekerjaan atau jabatan merupakan sesuatu sikap yang tidak lazim terjadi. Kalau pun ada, jumlahnya tidak seberapa. Rasionya jauh berbeda dengan orang yang berusaha mengejar pekerjaan atau jabatan dan mempertahankannya.
     Secara umum, ada beberapa sebab mengapa seseorang berani mengambil keputusan yang kontroversial itu, termasuk keputusan mengundurkan diri dari pekerjaan atau jabatan.
     Pertama, orang mengundurkan diri atau menolak pekerjaan atau jabatan itu karena menilai pekerjaan atau jabatan yang diberikan kepadanya dinilai tidak cocok dan tidak diminati dalam konteks ini ialah karena pekerjaan atau jabatan yang ditempati masuk kategori 'lahan kering' menurut istilah yang lazim terdengar di birokrasi pemerintahanan maupun swasta.
     Kedua, orang menolak pekerjaan atau jabatan yang diberikan kepadanya karena pekerjaan atau jabatan yang diberikan tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Tapi  untuk alasan ini biasanya tidak begitu banyak, karena adanya orientasi yang penting dapat pekerjaan atau jabatan walaupun tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.
     Ketiga, alasan mengundurkan diri dari pekerjaan atau jabatan karena sering mendapat tekanan dari atasan. Seringnya mendapat tekanan membuat seseorang merasa tidak aman dan tidak nyaman dalam melaksanakan tugas.Jika rasa tidak aman dan nyaman itu terus terjadi dan bergejolak dalam diri seseorang pekerja atau pejabat, maka berapapun banyak gaji dan tunjangan yang diterimanya ia tidak akan merasa aman dan nyaman, tidak akan merasa tenteram. Ibarat nasi terasa sekam. Untuk melepaskan diri dari kungkungan perasaan itu maka pilihan paling tepat yang harus dilakukan ialah melepaskan diri dari sistem, yakni dengan mengundurkan diri dari pekerjaan atau jabatan.
     Di Indonesia, sebetulnya banyak pekerja atau pejabat yang tidak berprestasi bahkan banyak masalah, namun tidak gentle dan tidak mau mengakui kekuranganya apalagi mengundurkan diri, hanya karena berorientasi terus menduduki pekerjaan atau jabatan dan mendapatkan uang dan fasilitas dari pekerjaan atau jabatan yang dimiliki itu.