PEKERJAAN ADALAH AMANAT
Pekerjaan
atau jabatan adalah amanat yang harus kita emban tapi Sering terjadi
dan terdengar adalah orang berebut atau belomba-lomba berusaha untuk
mendapatkan pekerjaan atau jabatan dengan berbagai cara, sedangkan
menganggumkan karena mengundurkan diri merupakan keputusan yang berani
dan bernuansa wibawa, menunjukkan sikap gentelman dari seseorang yang
justru tidak pernah bahwa jarang terjadi. Di indonesia,Pekerjaan atau
jabatan yang mengambil sikap mengundurkan diri dari pekerjaan atau
jabatan merupakan sesuatu sikap yang tidak lazim terjadi. Kalau pun ada,
jumlahnya tidak seberapa. Rasionya jauh berbeda dengan orang yang
berusaha mengejar pekerjaan atau jabatan dan mempertahankannya.
Secara umum, ada beberapa sebab mengapa seseorang berani mengambil keputusan yang kontroversial itu, termasuk keputusan mengundurkan diri dari pekerjaan atau jabatan.
Pertama, orang mengundurkan diri atau menolak pekerjaan atau jabatan itu karena menilai pekerjaan atau jabatan yang diberikan kepadanya dinilai tidak cocok dan tidak diminati dalam konteks ini ialah karena pekerjaan atau jabatan yang ditempati masuk kategori 'lahan kering' menurut istilah yang lazim terdengar di birokrasi pemerintahanan maupun swasta.
Kedua, orang menolak pekerjaan atau jabatan yang diberikan kepadanya karena pekerjaan atau jabatan yang diberikan tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Tapi untuk alasan ini biasanya tidak begitu banyak, karena adanya orientasi yang penting dapat pekerjaan atau jabatan walaupun tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.
Ketiga, alasan mengundurkan diri dari pekerjaan atau jabatan karena sering mendapat tekanan dari atasan. Seringnya mendapat tekanan membuat seseorang merasa tidak aman dan tidak nyaman dalam melaksanakan tugas.Jika rasa tidak aman dan nyaman itu terus terjadi dan bergejolak dalam diri seseorang pekerja atau pejabat, maka berapapun banyak gaji dan tunjangan yang diterimanya ia tidak akan merasa aman dan nyaman, tidak akan merasa tenteram. Ibarat nasi terasa sekam. Untuk melepaskan diri dari kungkungan perasaan itu maka pilihan paling tepat yang harus dilakukan ialah melepaskan diri dari sistem, yakni dengan mengundurkan diri dari pekerjaan atau jabatan.
Di Indonesia, sebetulnya banyak pekerja atau pejabat yang tidak berprestasi bahkan banyak masalah, namun tidak gentle dan tidak mau mengakui kekuranganya apalagi mengundurkan diri, hanya karena berorientasi terus menduduki pekerjaan atau jabatan dan mendapatkan uang dan fasilitas dari pekerjaan atau jabatan yang dimiliki itu.


Secara umum, ada beberapa sebab mengapa seseorang berani mengambil keputusan yang kontroversial itu, termasuk keputusan mengundurkan diri dari pekerjaan atau jabatan.
Pertama, orang mengundurkan diri atau menolak pekerjaan atau jabatan itu karena menilai pekerjaan atau jabatan yang diberikan kepadanya dinilai tidak cocok dan tidak diminati dalam konteks ini ialah karena pekerjaan atau jabatan yang ditempati masuk kategori 'lahan kering' menurut istilah yang lazim terdengar di birokrasi pemerintahanan maupun swasta.
Kedua, orang menolak pekerjaan atau jabatan yang diberikan kepadanya karena pekerjaan atau jabatan yang diberikan tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Tapi untuk alasan ini biasanya tidak begitu banyak, karena adanya orientasi yang penting dapat pekerjaan atau jabatan walaupun tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.
Ketiga, alasan mengundurkan diri dari pekerjaan atau jabatan karena sering mendapat tekanan dari atasan. Seringnya mendapat tekanan membuat seseorang merasa tidak aman dan tidak nyaman dalam melaksanakan tugas.Jika rasa tidak aman dan nyaman itu terus terjadi dan bergejolak dalam diri seseorang pekerja atau pejabat, maka berapapun banyak gaji dan tunjangan yang diterimanya ia tidak akan merasa aman dan nyaman, tidak akan merasa tenteram. Ibarat nasi terasa sekam. Untuk melepaskan diri dari kungkungan perasaan itu maka pilihan paling tepat yang harus dilakukan ialah melepaskan diri dari sistem, yakni dengan mengundurkan diri dari pekerjaan atau jabatan.
Di Indonesia, sebetulnya banyak pekerja atau pejabat yang tidak berprestasi bahkan banyak masalah, namun tidak gentle dan tidak mau mengakui kekuranganya apalagi mengundurkan diri, hanya karena berorientasi terus menduduki pekerjaan atau jabatan dan mendapatkan uang dan fasilitas dari pekerjaan atau jabatan yang dimiliki itu.


No comments:
Post a Comment