Wednesday, 1 April 2015

HUKUMAN BAGI YANG BURUK

HUKUMAN BAGI YANG BURUK

     PERNAHKAH  anda bertanya, sudahkah para wakil rakyat, wakil anda juga, mengerjakan amanah sebaik-baiknya? Wakil rakyat yang duduk di kursi empuk didalam gedung megah ber-AC tentu sudah banyak bekerja. Hanya, apakah pekerjaan mereka benar-benar untuk anda, rakyat negeri ini ?
     Anda sebagai majikan mereka tentu punya tanggung jawabnya. Kemungkinan jawabanya, iya dan tidak. Kalau anda akan mengatakan bahwa wakil Anda sama sekali belum mengerjakan tugasnya mereka pun sulit untuk mendengarnya. Gedung dewan, yang seharusnya menjadi tempat untuk berkonsolidasi dengan rakyat, nyatanya tidak selalu demikian. Para wakil rakyat lebih senang berdiskusi dengan kalangannya.
     Ketua DPR RI Marzuki Alie sempat mengesampingkan pendapat rakyat dengan kata-katanya. Dia nilai rakyat, sebagai atasannya, sulit menangkap bahasan yang saat ini sedang dibahas para wakil rakyat. Sekarang adalah tahun ketiga para wakil rakyat memegang amanah rakyat. Waktu yang sangat cukup untuk membuktikan janjinya. Misalnya, kalau mereka benar-benar menginginkan perbaikan ekonomi rakyat atau setidaknya melindungi usaha rakyat yang saat ini mengalami kesulitan untuk tumbuh, maka mereka bisa menggunakan kewenangannya untuk menekan pemerintah agar perizinan minimarket lebih selektif, tidak masuk ke perkampungan.
     Atau, menggunakan hak bujeting untuk mengalokasikan anggaran pada perbaikan infrastruktur jalan yang kini banyak dikeluhkan rakyat jika mereka ingin anak-anak bisa bersekolah dengan nyaman, maka mereka seharusnya melakukan pengawasan dengan baik terhadap pengucuran dana BAntuan Operasional Sekolah (BOS), sehingga tidak tertunda. Jika para wakil rakyat hendak menegakkan hukum, maka dengan kekuasaannya mereka akan mengawal pengadilan kasus-kasus besar yang amat merugikan rakyat. Kasus skandal Bank Century misalnya. Meskipun komisi III DPR RI yang membidangi hukum berulang-ulang melakukan rapat dan disiarkan langsung oleh Televisi, nyatanya hingga saat ini kasus tersebut belum kelar.
     Malah sudah tak terdengar lagi kabarnya. kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior BI MIranda Gultom yang melibatkan mantan anggota DPR dan anggota aktif pun berjalan lambat. Bahkanada anggota dewan yang sulit diperiksa dengan alasan sakuit pula. Ini sangat menyakiti hati rakyat sebagai majikan mereka. Keinginan para anggota DPR membangun gedung baru dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp.1,13 triliun juga sangat menyakitkan. Padahal rakyat tidak mengendakinya. Rakyat lebih menginginkan keberpihakan mereka pada rakyat dalam membuat dan membahas undang-undang, bukan gedung baru.
     Mereka sudah terlanjur terpilih dan duduk digedung rakyat. Rakyat sebagai majikan, nyatanya tak mampu"menjewer" dan melengserkan wakil-wakilnya yang  bekerja buruk. Berteriak dengan suara lantang pun tak akan didengar. Tindakan yang paling mungkin Anda lukukan adalah mendoakan mereka supaya hati nuraninya terbuka, lalu ingat dengan janjinya ketika hendak mencalonkan menjadi wakil rakyat. Jika doa Anda tertunda dikabulakan Allah SWT, dan mereka tetap saja bekerja buruk, maka tunggulah samapai masa kerja mereka berakhir.
     Nah, saat itulah waktu yang tepat bagi Anda untuk memberikan hukuman bagi wakil rakyat yang saat ini bekerja buruk. jangan pilih mereka yang selama lima tahun berbohong dan lebih mementingkan kelompoknya, ketimbang kepentingan rakyat. Padahal, rakyat sudah memberikan gaji dan fasilitas yang lengkap untuk menunjang pekerjaan mereka. pilihlah mereka yang benar-benar amanah dan membela Anda.
ada di wates yogyakartaada di wates yogyakarta

No comments:

Post a Comment