Tuesday, 10 March 2015

SEKEPING BATIN

SEKEPING BATIN

Berbuah di dalam napas kehidupan
Merangkak diantara sela-sela nadi
Terpikul, menjerit, menistakan
Peta-peta kosong tanpa arah

Jiwa kini hitam kelam
Akal merajai tapak-tapak kerisauan
Nafsu kian merasuk meracuni hati
Hanya sekeping batin yang terkunci rapat

Oh Maha Atas Segalanya
Hancurkan separuh hidupku
Aku tak ingin berbagi hidup
Dengan dosa yang Kau anggap hina
Oh Pemilik segala makhluk
Hanya pada-Mu aku berlindung
Toempoe doeloe, tk pertiwi bersama alm kakakToempoe doeloe, tk pertiwi bersama alm kakak

KEMBALI LAGI DI KOTABARU KALSEL

KEMBALI LAGI DI KOTABARU KALSEL

      Kotabaru adalah satu-satunya Kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang wilayahnya berupa pulau. Dari Banjarmasin, ibu kota Kalsel menuju Sa-Ijaan, trasportasi utama adalah jalur darat. jika menggunakanangkutan umum kendaraannya berupa bus, baik ukuran mini maupun sedang jarak tempuh 350 Km . Alternatif lain, menggunakan jalur udara. Kita bisa terbang menggunakan pesawat kecil dari bandara Syamsudin Noor Banjarbaru menuju bandara H Gusti Syamsir alam di stagen, Kotabaru. Penerbangan memerlukan waktu sekitar 30 menit.
     Sedangkan perjalanan darat dari Banjarmasin menuju Kotabaru menghabiskan waktu delapan hingga sembilan jam. Sebelumnya kita singgah di Pelabuhan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, untuk menyebrang ke Kotabaru melalui dermaga Tanjung Serdang. Penyebrangan menggunakan feri ini memerlukan waktu sekitar 30 menit. setelah menikmati pemandangan selat dari atas feri, tibalah di tanjung serdang. Dari sini perjalanan menuju Kotabaru waktu tempuhnya sekitar satu jam.
     Jika tujuan ingin jalan-jalan, di Kotabaru banyak obyek wisata bisa dikunjungi, mulai pantai gedambaan juga dikenal dengan sebutan Pantai Sarang tiung berjarak 14 Km dari kotabaru pantai berpasir putih pemandangan khas dengan ditambah sarana pendukung lainnya, Air Terjun Tumpang Dua yang ada di desa sebelimbingan merupakan kawasan objek wisata ait yang sangat menarik, indah dan sejuk dengan fasilitas kolam renang alami yang sangat nyaman, Pemandian Air Panas Desa Sigam, jarak 4 km dari kotabaru dipercaya dapat membantu menyembuhkan penyakit kulit dan membugarkan tubuh. Pulau manti adalah sebuah pulau dengan pasir pantai yang putih, berada diantara Pulau Laut dan Pulau Sebuku. Air terjun Seratak tempat ini sangat mudah dicapai, karena jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota berjarak 22 km. Pulau Samar gelap dari kejauhan terlihat samar-samar apabila menjelang senja. Goa Temuluang mulut goa penuh semak belukar, mencapainya juga harus lewat jalan setapak. goa ini terletak di dekat Desa Bangkalan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru. Wisata kuliner khas laut juga bisa dinikmati, maklum di Kabupaten ini hasil laut melimpah, di Kotabaru, salah satu obyek wisata yang tak boleh dilewatkan adalah Siring Laut. Ya, saat ini, ruang publik favorit bagi masyarakat Kotabaru adalah Siring Laut. Setiap sore hingga malam, di lapangan seluas dua hektar itu, warga dan pendatang menghabiskan waktu untuk bersantai sambil menikmati jajanan dan panorama laut. Menjelang sore, tempat itu mulai ramai dan pemandangannya sangat indah. Kita bisa melihat suasana laut dari siring laut yang berada di jantung kota. Lokasi siring laut berhadapan dengan kantor Bupati Kotabaru.
     Warga yang berkunjung ke Siring Laut mualai anak kecil hingga orang lanjut usia. Selain masyarakat setempat, anak buah kapal asing yang sandar dan berlabuh di Pelabuhan Panjang juga kerap mengunjungi siring laut yang lokasinya tidak jauh dari pelabuhan. Disana tersedia permainan untuk anak-anak. Mulai bermain mandi bola, adu ketangkasan, menyetir mobil-mobilan, hingga panggung hiburan seni tradisional dan modern. Bagi orang tua yang ingin bersantai sambil menikmati makanan, di sana banyak terdapat warung-warung tenda yang menjual aneka kuliner.
     Lahan parkir sepanjang 300 meter dan lebar 80 meter di Jalan Pangeran Indrakesuma Negara, Kotabaru, dijadikan tempat menggelar berbagai jenis makanan dan jajanan khas atau kuliner. Di sing laut juga sering diadakan festival kebudayaan, festival musik dan lainnya karena disediakan panggung umum dan terbuka tempat berada di atas gedung kesenian. tersedia pula panggung yang membelakangi laut, jadi bisa menyaksikan pertunjukan sambil melihat pemandangan laut, jadi silahkan berkunjung ke kotabaru

PINTU KHUSUS

PINTU KHUSUS

     Assalamualaikum Wr Wb.
     Insya Allah awal Ramadan 1432 H bertepatan dengan senin 1 Agustus 2011. Kepastiannya menunggu hasil rukyatul hilal bil fikli dari Menteri Agama RI, Ahad (31/7). Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang dinamakan al-Rayan, yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Ditanyakan (oleh pintu tersebut)," Di manakah orang-orang yang berpuasa? Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut. Setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang masuk melaluinya."
     Dalam hadis tersebut Rasulullah SAW menerangkan keutamaan puasa dan kedudukan orang-orang yang berpuasa di sisi Allah. Atas  keikhlasan dan kesabaran mereka dalam menjalankan ibadah puasa-menahan lapar dan dahaga, mengendalikan hawa nafsu sekuat tenaga--,maka Allah mengistimewakan mereka dengan memasukkan mereka ke dalam surga melalui pintu khusus yang bernama al-Rayyan. Kata itu berasal dari bentuk infinitif al-ray yang berarti pengairan, segar, dan juga pemandangan yang indah. Nama tersebut sesuai dengan keadaan orang-orang puasa yang menahan dirinya dari makan dan minum. Dan dahaga inilah yang lebih dominan dirasakan oleh orang yang sedang berpuasa dibandingkan rasa lapar.
     Zain Ibnu al-Munir mengatakan,"Rasulullah mengatakan pintu al-Rayyan ada dalam surga bukan mengatakan bagi surga/pintu surga, agar orang-orang merasa bahwa dalam pintu tersebut terdapat kenikmatan dankenyamanan surgawi (kenikmatan di dalam kenikmatan). Maka hal ini akan menambah keinginan dan kerinduan kepadanya." Hal itu merupakan penghormatan dari Allah, sang pemelihara Alam kepada orang-orang yang berpuasa. juga merupakan balasan bagi mereka atas ikhlasan menjalankan ibadah. Telah dimaklumi bahwa Allah akan menanggung pahala orang-orang yang berpuasa, sebagaimana dalam sebuah hadis,"Puasa untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya."
     Pahala dan balasan Allah bagi orang-orang yang berpuasa adalah penuh, besar, dan tiada terhitung. Ada pun masuknya orang-orang yang berpuasa melalui pintu al-Rayyan ini merupakan tambahan pahala dan penghormatan semata. Benar, surga mempunyai banyak pintu, diantaranya pintu bagi orang-orang yang taat menjalankan slat, pintu bagi orang-orang yang giat berjihad, pintu bagi orang-orang yang ikhlas berpuasa yaitu al-Rayyan sebagaimana telah kita bicarakan, dan diantaranya ada pintu khusus bagi orang-orang yang suka bersedekah.
     Dari Abi Hurairah ra.,Rasulullah SAW. bersabda : "Barangsiapa memberi nafkah isterinya di jalan Allah, maka akan dipanggil dari pintu surga. Wahai Hamba Allah! Ini adalah pintu kebaikan, barangsiapa termasuk ahli salat, maka akan dipanggil dari pintu al-Shalah. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka akan dipanggil dari pintu al-Jihad. Barangsiapa termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu al-Rayyan. Dan barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka akan dipanggil dari pintu Shadaqah.
     Abu Bakar lantas berkata,"Demi engkau dan ibuku (ummul mukminin), ya, Rasulullah! Apakah seseorang harus dipanggil dari pintu-pintu itu, dan adakah seseorang harus dipanggil dari pintu-pintu itu seluruhnya ?" Rasulullah menjawab,'Iya. Dan aku berharap semoga engkau termasuk dari mereka." (HR al-Bukhari).
     Wallahul muwafik ila akwamit tarik
     Wassalamualaikum Wr Wb.

DIMANAKAH WAHAI ENGKAU MAHASISWA

DIMANAKAH WAHAI ENGKAU MAHASISWA

     Sejak bergulirnya reformasi mahasiswa mendapat ruang yang sangat luas untuk menyampaikan pendapatnya, satu hal yang sangat terlarang pada rezim sebelumnya. Bukan hanya mahasiswa, masyarakat umum pun bisa menyampaikan keinginan lewat farum terbuka. Demo tak pernah berhenti, dengan beragam tuntutan. Tetapi demo yang dilakukan mahasiswa selama ini tak pernah 'menggigit', encer, tak menyentuh persoalanan sehingga malahan sebal melihatnya.
      Apalagi ditambah dengan perilaku mahasiswa yang sering bertentangan dengan tuntutan sebagai calon intelektual. Misalnya saja tawuran antar fakultas seperti yang terjadi di Makasar dan terakhir di ambon, tak beda dengan tawuran warga di kampung kumuh Jakarta. Bandingkan dengan aktivitas demo mahasiswa tahun 1960 an yang berhasil menumbangkan Presiden Soekarno. Saat itu mahasiswa ikut memberikan tekanan. Kebetulan ada tokoh yang tampil untuk memegang kendali kekuasaan, yaitu Jenderal Soeharto. Soeharto naik menjadi presiden setelah sebelumnya mendapat Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar. Terlepas itu halal atau haram, tapi kenyaannya  Pak Harto bisa memimpin Indonesia untuk jangka yang cukup lama.
     Sayang sifat penguasa itu sama, mereka lupa daratan setelah duduk di dinggasana kekuasaan. Begitu pula dengan Pak Harto, dia membuat 'perlindungan' bagi dirinya agar terus berkuasa. Salah satunya dengan membungkam mahasiswa yang kritis terhadap kepemimpinannya. Lahirlah NKK (Normalisasi Kehidupan Kampus) yang melarang  politik praktik di kampus. Ibarat bendungan yang tersumbat akhirnya mahasiswa juga yang menumbangkan Pak Harto lewat demo bersejarah bulan Mei 1998 dengan mengumandangkan tekad reformasi.
     Mereka nekad turun  kejalan setelah sekian lama dibelenggu. Sayang saat itu tidak muncul pemimpin baru yang bisa membawa amanat rakyat. Orang hanya berpikir, asal bukan Soeharto. Ternyata benar, menumbangkan penguasa tanpa menyiapkan pengganti hanya akan menimbulkan persoalan baru. Sekarang inilah buktinya. Habibie, KH Abdurrahman Wahid dan Megawat belum cukup waktu untuk bekerja sudah harus ganti sesuai tuntutan demokrasi.
     Tapi Susilo Bambang Yudhoyono yang menjabat presiden sampai dua kali juga tertatih-tatih dalam melaksanakan amanah rakyat, kalau tidak boleh dibilang gagal. Dalam pemilihan presiden menang mutlak dan Partainya yang mengusungnya menang besar, tapi ia tak bisa  menguasai permainan para politikus dan ia terjerembab dalam lumpur politik yang kotor. Lantas bagaimana peran mahasiswa ? Disinilah masalahnya, perjuangan mahasiswa kurang terkoordinasi, semua jalan sendiri. Akibatnya tidak menyentuh pada persoalan.....
Baksos di kaliurangBaksos di kaliurang

AKU INGIN SEPERTI BINTANG

AKU INGIN SEPERTI BINTANG

Jerit angin malam menderu beku
Kumenapaki lorong malam, sendiri dan sepi
Sambil berharap ku mampu merengkuh cahaya surga

Embun sunyi malam menetes
Menusuk ! menyayat pilu
Tangisan alam membahana di udara
Aku ingin memiliki gunung
Meski yang kumiliki hanya kerikil lapuk

Aku ingin menguasai lautan
Meski yang ku punya hanya setetes embun keruh
Aku ingin seperti bintang
Meski yang kumiliki hanya sebuah lentera redup
Terus kutapaki sejengkal demi sejengkal
Berharap semuanya
Menjadi milikku

TAK PERLU BALAS DENDAM SAAT BERBUKA

TAK PERLU BALAS DENDAM SAAT BERBUKA

      Tidak dipungkiri bahwa nuansa di bulan Ramadan terkadang disambut dengan cara yang berlebihan oleh sebagian orang.  Saat berbuka atau bersahur menghidangkan beraneka ragam jenis makanan sehingga terkesan menjadi mubazir. Bahkan, tidak sedikit orang yang sengaja membeli beragam bahan pokok sembako dengan jumlah besar. Alasannya sebagai persiapan dan khawatir melonjaknya harga sembako.jadi ingat waktu masih kecil mengumpulkan jajanan dengan jumlah banyak dan waktu buka puasa tiba  tidak bisa termakan karena sudah melihat banyak dan malas untuk dimakan akhirnya mubazir.
     "Kita menjalani puasa ini dalam satu tahun hanya satu bulan. seharusnya momen Bulan Ramadan harus dimanfaatkan dengan bijaksana. "Bila menyambut bulan Ramadan dengan cara berlebihan maka visi dan misi berpuasa tidak akan tercapai. seharusnya, justru penghematan yang dilakukan, maksudnya penghematan di bulan Ramadan itu, yakni menahan diri dari hawa nafsu yang berlebihan bukan cenderung balas dendam.
     Seperti berbuka dan bersaur tidak berlebihan, jangan malah berbuka dengan menurut hawa nafsu. Meskipun demikian, bahwa saur dengan menu hidangan yang sedikitlebih nikmat dari hari biasanya tidak masalah dengan tujuan untuk memberikan motivasi diri agar mempunyai tenaga yang baik saat berpuasa siang harinya.
     "Sudah menjadi kebiasaan bila di bulan Ramadan, menu untuk berbuka sangat istimewa, bahkan tidak jarang menjadi mubazir. Bahkan, ada yang sengaja membeli sembako dalam jumlah banyak, hanya sekedar untuk mempersiapkan menu bebuka atau bersaur. sesuatu yang berlebihan itu terkadang kurang baik


MENGHITUNG HIDUP

MENGHITUNG HIDUP

     "Tinggal 28 hari lagi, kita akan merayajan lebaran," kata seseorang melalui pelantang suara sebuah mushola di hari kedua puasa. Suatu ungkapan yang mengundang tawa. Ia tampak naif sekaligus optimistis. naif karena bulan puasa baru dimulai, tapi optimistis karena ia yakin bahwa perjuangan puasa akan diakhiri dengan perayaan lebaran. Masalah awal dan akhir puasa memang selalu penting bagi umat Islam. Ada perbedaan metode dalam menentukannya. Ada yang menggunakan metode melihat bulan langsung dengan mata kepala (ru'yah), dan ada pula yang  cukup berpegangan pada kecanggihan perhitungan astronomis (hisab). hasil akhirnya kadangkala sama, kadangkala berbeda.
      Di negeri ini, sudah beberapa terjadi perbedaan awal puasa dan lebaran dikalangan umat islam, atau antara kelompok Islam tertentu dengan ketetapan pemerintah. Hal ini antara lain karena perbedaan metode diatas. Selain itu, ada pula kelompik islam yang mengacu pada penetapan di Arab Saudi, atau penetatapan seorang pemimpin tarekat. Banyak orang yang gerah dengan perbedaan ini, Mereka menyalahkan para ulama yang dianggap tidak mau mempersatukan umat Islam.
     Mereka mengatakan, puasa yang tidak dimulai dan diakhiri secara bersama-sama akan menciptakan perpecahan. Apalagi bagi kelompok yang selalu berpikir politis. Perbedaan itu dianggap melemahkan politik Islam. Tapi ada pula yang berpendapat sebaliknya. bagi mereka, perbedaan adalah kenyataan dalam kehidupan. Manusia diciptakan Tuhan berbeda-beda, baik sebagai pribadi atau kelompok. Karena itu, perbedaan harus diterima apa adanya. Perbedaan harus disyukuri dan bahkan dirayakan. Kita tidak boleh memaksa siapa pun mengikuti pendapat kita.
     Saya kira, kedua pendapat di atas masing-masing memiliki kebenaran dan kekurangan. Tak dapat disangkal bahwa persamaan amat penting bagi terciptanya persatuan. Di sisi lain, memaksa orang lain agar sama dengan kita juga tidak baik, karena akan melahirkan persatuan yang palsu; lahirnya tampak satu, tapi batinnya saling beradu. Kareana itu, umat Islam harus dapat bersatu dalam perbedaan. Mereka bersatu dalam hal-hal pokok, dan menerima perbedaandalam hal-hal cabang. Mereka bersatu bahwa puasa Ramadan itu wajib hukumnya bagi setiap muslim dewasa (baligh) dan berakal, tetapi mereka dapat menghirmati perbedaan dalam menentukan awal dan akhir Ramadan.
     Ini tidak berarti bahwa  penentuan awal dan akhir Ramadan tidak penting. Namun nilai penting menentuan tersebut bukan terletak pada hasil akhirnya (yakni kapan jatuhnya awal puasa dan lebaran), melainkan pada kesungguhan kita dalam proses penetapan itu. Kesungguhan itu menunjukkan bahwa kita tidak main-main dalam beribadah. Selain itu, yang lebih penting lagi adalah kesungguhan umat Islam dalam mengisi bulan Ramadan itu sendiri. Ini adalah kesempatan emas yang amat berharga.
     Bukankah tidak sedikit keluarga dan teman-teman kita yang sudah dipanggil Tuhan sebelum Ramadan tiba, dan kita tidak tahu apakah umur kita sampai ke Ramadan tahun depan ?
     Karena itu, menghitung dan mengisi sisa-sisa usia mungkin jauh lebih penting. "Kita usia saya mendejkati 65 tahun, dan kurang lebih 38 tahun tahun bekerja di lembaga ini. Tapi rasanya semua itu berlalu begitu cepat, seolah baru tadi pagi atau kemarin sore," kata dosen yang memasuki masa pensiun.
     Saya sungguh tersentuh dengan kata-kata dosen senior itu. Usia manusia memang singkat. Hanya karya-karya kebaikan yang dapat membuatnya lebih panjang dan abadi.