Monday, 16 March 2015

ORKESTRA PADANG GALAK 1

ORKESTRA PADANG GALAK 1

Angin disini telah menghentikan mimpi
pada malam-malam buta aksara
di mana pikiran manusia berubah
menjadi seekor ular yang berbisa

Tapi suara itu terdengar mendesing
membelah bibir pantai padang galak
bagai hujan yang rintiknya tajam sembilu
menyayat rindu seorang anak pria

Kiranya dimanakah cinta terbenam?
apakah pada jejak kita di pasir
atau di jantung kita
ataukah lenyap begitu saja
ketika berkhayal tentang pelangi
yang bergantung di cakrawala
tanpa makna

Angin itu tedengar masih menderu
tapi semua telinga disini telah tuli
seperti harapan manusia yang pupus
saat janji berdua setia di ingkari
hanya ada gelap di relung hati
seperti wajahmu yang buram
tertimpa sinar bulan di atas laut sana
nyoting n bergaya ahhhhhhhhh...............nyoting n bergaya ahhhhhhhhh....

ORA NGEDAN ORA KEDUMAN = NGGA MENGGILA NGGA KEBAGIAN

ORA NGEDAN ORA KEDUMAN = NGGA MENGGILA NGGA KEBAGIAN

     JANGAN  Tanggung-tanggung kalau mau menjadi garong di Indonesia . Berapa pun uang rakyat yang dikentit tetap saja pelaku mendapat titel koruptor. Jadi, kalau sudah kecebur, basahlah sekalian ! dan, kalau sudah makmur dengan hasil menggarong, ada cara mudah menghadapi hukum negeriini yang masih sangat bijaksana terhadap pelakunya. Atau yang mau lebih keren, kaburlah ke negara tetangga Singapura. Puluhan garong asal Indonesia kini hidup aman dan damai di negara berikon kepala raja rimba itu. Para bandit itu hidup makmur dengan hasil jarahannya, dan sama sekali tak pernah bisa disentuh oleh aparat penegak hukum kita. Singapura tidak hanya surga belanja bagi ibu-ibu pejabat kita, tapi juga bagi garong-garong berdasi dari Indonesia.
     Hingga kini tak satu pun garong berdasi yang berhasil dibawa pulang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Kalaupun ada, misalnya, mafia pajak Gayus Halomoan Pertahanan Tambunan, tak lebih karena hanya sandiwara belaka. Faktanya, kita tak pernah bisa memulangkan para bandit berdasi itu. Tengok Syamsul Nursalim yang menggarong dana BLBI sebesar Rp 10,9 triliun atau Samadikun Hartono terpidana kasus korupsi Bank Modern, BAmbang Sutrisno kasus korupsi Bank Surya, David Nusa Wijaya kasus korupsi Bank Pasifik, Anggoro Widjaja dan sejumlah korupsi lainya.
     Mereka hidup tenang dengan hasil jarahanya. Tidak adanya perjanjian ekstradisi dengan Singapura inilah yang dijadikan celah mereka untuk memilih Singapura sebagai surga persembunyian. Perjanjian ekstradisi antara Indonesia dengan Singapura merupakan persoalaln lama yang tidak kunjung terselesaikan. Pasca tumbangnya Orde lama, lima presiden Indonesia sudah membahas perjanjian ekstradisi dengan pemerintah Singapura, namun selalu menemui jalan buntu.
     Yang menjadi biang kerok tak pernah terwujudnya perjanjian ekstradisi itu dikarenakan Singapura mengikutsertakan syarat draf bidang pertahanan : defence cooperation agreement (DCA). Dalam draf DCA itu, Singapura ingin meminta wilayah Indonesia sebagai tempat laithan militer mereka. Tentu saja konsep DCA yang dijadikan satu paket dengan perjanjian ekstradisi itu sebagai langkah konyol jika dituruti oleh Indonesia. Untungnyua para wakil rakyat kita di Senayan cukup tanggap dan menolak merafikasi DCA. Poin penting yang dipersoalkan DPR yakni pengaturan wilayah latihan yang disebut area Alpha I, Alpha II, dan Bravo. Juga kesepakatan di dalam DCA yang memberi kebebasan Singapura mengjak negara lain dalam latihan militer di wilayah Indonesia.
     Jujur harus kita katakan betapa posisi tawar diplomasi Indonesia lemah terhadap negara liliput seperti Singapura. \dengan kata lain, perjanjian ekstradisi yang diboncengi draf kesepakatan DCA adalah sebuah trik jitu Singapura untuk mengamankan para bandit berdasi asal Indonesia. Disini lain harus pula diakui, perbedaan sistem hukum kita dengan Singapura, menjadi salah satu poin sulitnya merealisasikan perjanjian ekstradisi. Singapura menggunakan pilihan hukum (choice of law) terhadap koruptor yang akan diekstradisi harus melalui sistem hukum mereka.
     Dengan kata lain, pengadilan Singapura yang paling menentukan layak tidaknya bandit berdasi kita diekstradisi ke Indonesia. SElain itu, pengekstradisian tidak serta merta dengan pengembalian kekayaan milik sang bandit. Pasalnya negeri itu berpegang pada mekanisme Konvensi Perserikatan Bangsa Bangsa. Penngaturan korupsi Indonesia begitu njlimet dimana harus memenuhi unsur melawan hukum, memperkaya atau menguntungkan pribadi atau orang lain, serta merugikan keuangan negara. Sementara pengaturan korupsi di Singapura hanya perbuatan menyuap, sehingga pengadilan hanya akan mengabulkan ekstradisi bagi koruptor yang berbentuk penyuapan.
     Jadi, jangan banyak berharap kalau perjanjian ekstradisi dengan Singapura bakal bisa terwujud dalam waktu segera. Singapura tetap merasa punya kartu truf untuk mempermainkan kita. Mungkin salah satu efektif menghadapi keangkuhan mereka adalah melarang para ibu pejabat kita jangan belanja ke sana. Atau pejabat kita yang keranjingan berobat, meski hanya sakit kepala.

Deket ama kalapas (Eka Jaka) bkn berarti daftar penghuni/jgn sampai, tp silaturahmi terjalinDeket ama kalapas (Eka Jaka) bkn berarti daftar penghuni/jgn sampai, tp silaturahmi terjalin

KHAYALAN MEMBUATKAN DIRI

KHAYALAN MEMBUATKAN DIRI

Memakan waktu khayalan semu
Apa kau tak puas dengan kehidupanmu ?
Sederhana, indah menghias mahkota diri
Hal itu patut kau syukuri

Ku hanya membuang lelah
Tersenyum sendiri menyiksa diri
Melawan rangkaian perkataan terpapah
Huhhh kubenci dengan semua ini

Hidup ku adalah hidupku
Hidup mu dan hidup kalian
Semua terpisah oleh tirai kemunafikan
Sadarlah hai manusia apa yang kau lakukan

SANG MALAM DITEMANI GERHANA BULAN

SANG MALAM DITEMANI GERHANA BULAN

Indahnya ciptaan alam di sore hari
Saat kita bisa melihat
di mana tenggelamnya matahari
Indah lukisannya meyakinkan Sang Ilahi

Satu indah lukisan seakan mulai tenggelam
Hasrat mulai membayangkan hadirnya keindahan alam
Bangkit rasa keimanan yang sesaat bersemayam

Kekhusukan mulai dilantumkan ketika salat dilakukan
Wirid pun kita serukan bersama rasa penuh keikhlasan
Pasrah serta keridaanlah yang selalu terungkapkan
Menanti manisnya ajal yang sudah di tentukan

SERIBU TETESAN DI ATAS KESALAHAN

SERIBU TETESAN DI ATAS KESALAHAN

Ya Allah...........
Kesalahan besarku terulang lagi
Kesalahan yang membutakan hati
Kesalahan yang menikmati diri

Ya Allah...........
Berapa ribu kali kuucap tobat
Berapa liter kuteteskan air mata
Berapa cambuk kusiksa jiwa
Sesudah kusadar melakukan kesalahan itu

Ya Allah.......
Saat kutak sadar dari alam sadar
Mereka membisikiku, lembut
Buayan, rasa nikmat yang menjanjikan
Terulanglah, terulanglah kesalaha itu
Tanpa peduli

Berpa ribu kali kuucapkan tobat
Berapa liter kuteteskan air mata
Berapa cambuk kusiksa jiwa
Kesalahan itu terus berulang, lagi, lagi
Tanpa kutahu kapan akhir itu menanti
Mungkin sampai mati

Thursday, 12 March 2015

DAHSYATNYA SYAHADAT

DAHSYATNYA SYAHADAT

Assalamualaikum WR WB.
     Syahadat "Laa Ilaaha Illallaah"mengandung dua unsur : Menolak (nafiy) dan menetapkan (itsbat). "Laa Ilaaha" adalah menolak segala sesembahan selain Allah. "Illallaah" adalah menetapkan bahwa penyembahan itu mutlak 100 persen hanya untuk Allah. Allah SWT berfirman: Dan di antara manusia, ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, yaitu dengan mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah..." (Al-Baqarah: 165).
     Ada tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia dalam bersyahadat "Asyhadu Alla Ilaaha Illallah Waasyhadu Anna Muhammada Rasulullah". Yaitu mengenal Allah, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad SAW. Mengenal Allah, "Segala puji hanya milik Allah Tuhan Pemelihara semesta alam" (Al-Faatihah: 1). Semua yang ada selain Allah disebut alam, dan manusia adalah salah satu dari semesta alam ini.
     Allah memiliki hak-hak yang harus ditunaikan oleh hamba-hamba-Nya. Dan hak Allah yang terbesar adalah manusia menauhidkan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun. Beribadah hanya untuk-Nya. Sebab Allah tidak butuh sekutu. Macam-macam ibadah yang diperintahkan Allah, antara lain : Islam yang meliputi syahadat, salat, puasa, zakat dan haji: iman, ihsan, doa, khauf (takut), raja'(pengharapan), tawakkal, raghbah (penuh minat), rahbah (cemas), khusyuk (tunduk), khasyyah (takut), inabah (kembali kepada Allah), isti'anah (memohon pertolongan), istikadzah (meminta perlindungan), istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), dzabh (penyembelihan), nazar dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allah.
     Mengenal Islam bukan sekedar sloganitas dan simbol belaka. Seperti kalau pakai kopiah sudah Islam, kalau namanya Muhammad pasti Islam. Islam bukan hanya KTP. Tetapi Islam harus secara lahir dan batin. Islam ialah berserah diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan akan segala perintah-Nya, dan menyelematkan diri dari perbuatan syirik. Dan islam, dalam pengertian tersebut mempunyai tiga tingkatan yaitu : Islam, Iman dan Ihsan. Masing-masing tingkatan mempunyai rukun-rukunnya.
     Firman Allah SWT : Dan agama yang diterima Allah hanyalah Islam. Selin Islam adalah agama sesat serta menyesatkan. Di luar Islam adalah agama berhala, keyakinan batil sebatil batilnya. Meskipun mereka meyakini dan memeluknya mati-matian, amalan mereka tetap percuma. "Sesungguhnya agama yang diterima Allah hanyalah Islam." (QS Ali-Imron : 19). Mengenai Nabi Muhammad. Syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah berarti menaati apa yang diperintahkannya,membenarkan apa yang diberikannya, menjauhi apa yang dilarang, dan menyembah Allah hanya dengan cara yang disyariatkannya.
     Rasul pertama adalah Nabi Nuh dan rasul terakhir adalah Nabi Muhammad, serta beliaulah penutup para nabi. Dan Allah telahmengutus kepada tiap umat seorang rasul. Mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad, dengan memerintahkan mereka untuk beribadah kepada Allah semata-mata.
     Wallahul muwafik ila akwamit tarik.
     Wassalamualaikum Wr Wb.

DUA SATU KOSONG SATU

DUA SATU KOSONG SATU

     KEMERIAHAN  dalam suatu kampung yang penuh memori yaitu masa-masa kecil di kampung RT 21 Rw 01 Panjaitan krandegan atau wetan/barat Kodim Banjarnegara yang penuh kecerian, coba kita tengok sekarang tempat bermain anak-anak telah termakan jaman selain tempat yang sudah tidak bisa kita temukan dan mainan sekarang sudah bisa temuai dari barang yg serba modern yang penting dana tersedia dan siap-siap saja sebagai orang tua harus merogoh saku dalam-dalam. tidak jaman dulu serba natural dengan karya sendiri dan bahan tersedia di sekelilingnya.
     Walau kita bisa aja menemui mainan yang bisa mudah dan murah, sampai sekarang masih berlaku walau jaman semakin modern yaitu tenis meja dulu sempat sebagai tempat kumpul warga panjaitan, kebetulan dirumah juga tersedia lengkap raket/bet , bola, mejanya serta lahan tempat bermain makanya setiap sore selalu ramai. Itulah mengapa tenis meja seakan sebuah alat untuk mengumpulkan banyak orang. Apakah pejabat, pegawai rendahan atau malahan warga kecil biasa, bisa bermain hebat atau tidak, sama-sama bisa menalurkan energi yang positif. Bagi mereka ini, kalah menang tidak menjadi persoalan. Mereka memangbukan ingin menjadi pemain tenis meja yang hebat. Benar-benar sekedar cari keringat, menyalurkan energi secara positif plus menambah pergaulan.
     Meski begitu, tak menutup kemungkinan apa yang mereka lakukan malah justru dapat memunculkan  petenis meja yang handal. Malah lebih hebat lagi kalau sampai terjadi. Sehatnya dapat, teman juga dapat. Tak hanya orang tua, yang muda pun ikut berkumpul. Benar-benar enak dipandang, enak dirasakan.Coba bayangkan, ketimbang ngegosip tidak karuan, apalagi yang dikantor pemerintah, memang lebih baik berkumpul di satu waktu, satu tempat, satu wadah, macam komunitas tenis meja daerah. Apalagi, bila sampai ada kelompok yang tidak jelas juntrungnya, kumpul-kumpul tak ada tujuan, hanya selalu membahas tentang apa yang akan bisa dikorupsi besok. Betul-betul menyakitkan hal yang demikian.
     Sementara orang lain memikirkan besok bisa makan apa, kelompok koruptor malah mikirkan anggaran apa yang besok bisa dimanipulasi angkanya. Alangkah indahnya bila setiap waktu, tumbuh komunitas-komunitas yang mampu membantu orang lain untuk mengembangkan diri dengan lebih baik lagi, ebih positif lagi. Bisa membantu pula membangun hubungan sosial yang kreatif dan dinamis. Semoga, 'Pejuang-pejuang' seperti itu banyak terdapat di daerah kita ini. Semoga.............
mejeng ama medali renang+mascot porprov, dr pd mejeng ama atlit bisa di protes.mejeng ama medali renang+mascot porprov, dr pd mejeng ama atlit bisa di protes.