Tuesday, 25 August 2020

CORONA 1

CORONA 1

Dunia memang sudah tua mengalami beberapa wabah penyakit yang mengerikan. Ebola, MERS, SARS dan kini, corona. Mengakibatkan korban jiwa hingga puluhan ribuan orang. Sejak terdeteksi di Wuhan, Cina, sekitar dua bulan lalu, wabah virus corona tetaplah mengerikan.

Setidaknya 603 orang dikabarkan tewas akibat virus tersebut, dan sangat mungkin bertambah. Sekitar 30.000an orang lainnya terkonfirmasi terinfeksi. Selain itu, corona juga berdampak pada penutupan atau pengisolasian sebanyak 14 kota di Cina. Akibatnya sekitar 238 warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan, di jemput diobservasi di natuna. Sepertinya kondisi ini belum pernah terjadi di negara manapun. Bahkan, kabarnya virus corona menjangkau pula sejumlah negara lain di Asia, seperti Korsel, Taiwan, Thailand dan Jepang, Amerika, Australia, Thailand, malaysia dan Singapure.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut virus corona berasal dari famili yang sama dengan SARS dan MERS yang dulu pernah menjadi momok yang menakutkan di Asia. Jadi besar kemungkinan penyebaran virus corona memiliki pola dan kecepatan yang sama dengan SARS serta MERS. Ingat, betapa cepatnya virus SARS menyebar sejak ditemukan kasus pertama pada 2002 silam. Cuma dalam waktu setahun, ada 8.069 kasus dengan korban tewas sebanyak 775 orang. Penyebarannya cepat, luas, dan mematikan.

Kita harus belajar dari Cina. Bukan hanya soal bencana tapi juga dalam bernegara. Puluhan tahun dikucilkan dunia kini sudah menjelma menjadi raksasa yang tangguh di segala bidang, ekonomi, perdagangan, teknologi, kedokteran, militer dll. Sayang dia lengah, tak berdaya menghadapi virus. Kecuali corona, virus SARS dan flu burung yang terkenal di Indonesia juga berasal dari Cina. Bagi yang percaya dengan kebesaran Ilahi, datangnya virus itu harus dimaknai sebagai “pesan” yang maha penting. Jangan arogan dengan keunggulan duniawi.

Virus corona ini seharusnya menjadi perekat persatuan, untuk dihadapi bersama, bukan sebaliknya.

No comments:

Post a Comment