Wednesday, 26 August 2020

MERASA

MERASA

Merasa suci di hadapan orang lain apalagi merasa diri paling suci, jangan pula menganggap diri paling baik dengan menganggap rendah orang lain dan jangan pula menganggap diri paling mulia dengan memandang sebelah mata kepada orang lain. Tuhan, lebih tahu siapa yang baik diantara kita.

Merasa diri suci tidaklah terpuji, karena kata-kata "merasa," konotasinya bisa menjadi negatif, seperti merasa baik padahal belum tentu baik, merasa diri paling shalih padahal masih jauh dari kata shalih apalagi merasa diri suci.
Islam mengajarkan kepada kita bukan dengan memiliki sifat “merasa”.

Berlomba-lomba dalam kebaikan dengan menjadi pribadi menawan yang senantiasa haus akan siraman ruhani yang bisa menyehatkan jiwa dan raga yaitu berusaha memiliki sifat “senantiasa untuk terus menyucikan diri”.

Setan sebagai musuh yang nyata bagi manusia, tidak pernah kehabisan cara untuk menjerumuskan manusia dalam keburukan. Diantara tipu daya setan ialah dengan membuat manusia merasa dirinya suci dan merasa aman dari dosa.

No comments:

Post a Comment