Monday, 13 March 2017

GARUDAKU


Sepatutnya kita harus ucapkan terima kasih kepada para pemain tim nasional Indonesia. Ucapan itu pantas disematkan setelah skuat Garuda memastikan langkahnya menuju final kelimanya di turnamen Piala AFF. Tadi malam Boaz dan kawan-kawan tampil begitu heroik. Rasanya tak berlebihan untuk menyematkan tontonan kepertama tim ini sebagai hal yang menarik. Sebuah semangat juang yang tak kenal lelah telah dipertontonkan oleh kedua tim. Di stadion pakansari cibinong
Meski di luar lapangan kecewa suporter tidak bisa menonton secara langsung walau tiket sudah ditambah tetapi tribun sudah penuh dengan daya tampung 30.000 penonton , namun secara keseluruhan pertemuan kedua tim ini telah memberikan pelajaran berharga kepada kita semua. Sebuah pelajaran tentang arti kesabaran dan semangat yang tak pernah padam dalam meraih tujuan akhir.
Panggung kesabaran itu telah diperlihatkan para pemain Indonesia. awal sudah gol di menit ke 33 oleh Teerasil Thailand, Indonesia harus ekstra sabar menghadapi agresifitas pemain Thailand . Seakan tak kenal lelah, Thailand terus menerus membombardir pertahanan Indonesia. Saya percaya, jika Anda berkesempatan menonton siaran langsung pertandingan tersebut, pastilah degup jantung Anda bakal berpacu kencang.
Namun kesabaranlah yang akhirnya menjadi kunci. Buah kesabaran itu tersaji selepas turun minum. Buah itu disajikan oleh Ricky rizal dipora gol pertama buat indonesia menit ke 65 yang sukses menggetarkan gawang tim tuan rumah. Publik Thailand seakan tak percaya kalau Indonesia mampu melepaskan diri dari tekanan dan membobol gawang lawannya dan di menit ke 69 Hansomu yowa menambah gol sebagai penentu kemenangan untuk Indonesia. Sekali lagi, babak selanjutnya tanding tandang di Thailand sebagai penentu juara AFF. itulah kesabaran dari sebuah permainan bertahan.
Salahkah untuk menerapkan gaya permainan semacam itu? Bagi Anda yang menggemari permainan sepak bola indah ala Inggris atau Spanyol, mungkin sah-sah saja untuk menyebut permainan Indonesia pada leg kepertama final itu tak menarik. Namun bukankah gaya permainan semacam itu juga kerap dipertontonkan oleh tim-tim dunia.
Sebutlah Timnas Italia yang begitu kesohor dengan catenaccio. Lalu ada juga nama pelatih top dunia, Jose Mourinho. Bahkan, gaya permainan bertahan Mourinho itu kerap dicemooh dengan perumpamaan parkir bus di depan gawang. Salahkah menerapkan strategi semacam itu?
Tentunya, terlalu naif untuk mencemooh strategi yang diadopsi seorang pelatih. Toh, dalam pragmatisme sepak bola modern masa kini, hasil akhir adalah hal paling utama. Itulah yang telah dilakukan oleh Alfred Riedl saat menyingkirkan Thailand. Sekali lagi, apapun strategi permainan yang dipilih, hal terpenting adalah bagaimana membangun kesabaran dan merebut kemenangan.
Selain kesabaran dalam bertahan, laga final tadi malam juga memperlihatkan tentang semangat juang yang tak pernah lelah. Contoh ini rasanya sangat tepat diberikan kepada para pemain Thailand. tak ada istilah berpatah arang alias menyerah. Harga diri tampil di depan ribuan pendukung.Indonesia justru menjadi pembakar semangat pemain Thailand untuk terus memberikan perlawanan kepada Indonesia. Hasilnya, seperti yang kita saksikan. Laga yang berjalan selama 120 menit itu seakan mengaduk-aduk ketegangan para penontonnya, terutama para pendukung Indonesia.
Saat posisi Thailand sudah berada di atas angin dan optimisme meraih kemenangan sudah di depan mata, justru Indonesia mampu membobol gawang lawannya 2 berturut turut . Inilah ikhtiar tak kenal lelah yang sudah diteladankan para pemain.
//So//, untuk laga final leg kedua di Thailand sebagai penentu juara AFF. Indonesia tentunya harus tampil lebih baik lagi. Kesabaran, konsentrasi serta semangat tak pernah lelah harus terus ditanamkan. Jadi berikanlah kami hasil terbaik dengan gelar juara

No comments:

Post a Comment