Monday, 13 March 2017

NGODOR



Ngodor dalam bahasa jawa diartikan menerjang apa aja yang penting terlaksana apa menurutnya tanpa pertimbangkan hampir sama juga dengan ambisi, “Ambisi itu ibarat api yang Anda nyalakan. Karena itu, nyalakanlah api itu sampai batas kamu sanggup memadamkannya,
‘Ambisi’ adalah kata serapan dari bahasa Inggris “ambition” yang menurut Kamus Webster artinya an ardent desire (suatu keinginan menggebu), dan biasanya for rank, fame or power (untuk mendapatkan kedudukan, ketenaran atau kekuasaan). Ambisi terletak dalam pikiran dan perasaan manusia yang tidak kasat mata. Namun, kita dapat mengamati penampakannya dalam ucapan dan perbuatan seseorang.
Orang yang penuh ambisi disebut ambisius. Dalam percakapan sehari-hari, kata “ambisius” cenderung bermakna negatif. Orang semacam itu, gambarannya adalah orang yang tidak tahu diri, mau menang sendiri, tidak lihat kiri-kanan, tidak punya rasa malu, semua ditabrak, yang penting tujuannya tercapai. Dalam budaya Banjarnegara, orang ambisius sering disebut ngodor terlalu cepat dan tidak sabaran.
Watak tidak sabaran memang salah satu kelemahan yang ada pada diri tiap manusia. Teknologi modern yang membuat hidup bergerak makin cepat membuat budaya instan semakin kuat. Karena itu, kini semakin banyak orang orang ambisius yang ingin cepat terkenal, kaya, berkuasa dan seterusnya. Apalagi para motivator terus memberikan semangat, bahwa jika ingin sukses, ambisi harus terus dipupuk.
Di sisi lain, hidup tanpa ambisi atau keinginan kuat, juga berbahaya. Anak yang cerdas tapi malas lebih buruk daripada anak yang rajin meskipun kurang cerdas. Orang hidup harus memiliki keinginan. Tanpa keinginan, tidak ada tindakan. Tanpa tindakan, keberadaan manusia sama dengan ketiadaannya. Ambisi seringkali diperlukan untuk mengubah keadaan yang sudah sangat terpuruk menjadi baik.
Kalau dicermati lebih jauh, yang menjadi masalah sebenarnya bukan ambisi semata, melainkan tujuan dari ambisi tersebut. Ketika tujuan ambisi adalah kekayaan, ketenaran dan kekuasaan, maka ambisi itu dapat membakar diri seseorang sekaligus orang lain. Tiga tujuan ini tidak hanya berwatak sosial, yakni menyangkut kepentingan orang lain, tetapi juga bersifat terbatas sehingga penuh persaingan.
Watak sosial dan kompetitif tiga hal di atas adalah logis belaka. Tidak ada orang yang bisa menjadi kaya raya dengan hidup sendirian tanpa melibatkan orang lain. Begitu pula dengan ketenaran dan kekuasaan yang mengharuskan suatu keunggulan atas yang lain. Jika semua orang terkenal, maka sebenarnya tidak ada yang terkenal. Jika semua orang sama-sama berkuasa, maka sebenarnya tidak ada yang berkuasa.
Selain itu, orang yang ambisius biasanya tidak mampu menilai dirinya, orang lain dan keadaan secara objektif, yakni sebagaimana adanya. Dia cenderung menilai dirinya melebihi penilaian orang lain terhadapnya. Dia menganggap dirinya pantas dan mampu, sementara orang-orang yang mengenalnya melihat sebaliknya. Akibatnya, dia akan mendapatkan penolakan, dan konflik sulit dihindari.
Namun, ceritanya akan berbeda jika ambisi itu bersifat pribadi. Misalnya, Anda belajar keras siang dan malam karena Anda berambisi ingin mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya dan lulus ujian dengan nilai istimewa. Misalkan lagi, Anda berambisi menulis satu artikel jurnal tiap tahun, dan satu buku tiap dua tahun. Ambisi seperti ini, jika pun berbahaya, secara sosial imbas bahaya itu sangat terbatas.
Ceritanya pun lain pula jika tujuan ambisi itu adalah berbuat baik setulus-tulusnya. Ada orang berambisi membantu anak-anak miskin agar mereka dapat melanjutkan pendidikan. Untuk itu, dia bersedia menduduki jabatan yang menguras pikiran dan tenaga dengan gaji tak seberapa. Tak sedikit pula orang yang berambisi agar orang lain pandai membaca Alquran. Mereka rela mengajar tanpa dibayar.
Alhasil, ambisi itu berbahaya manakala tidak sesuai dengan keadaan dan kemampuan seseorang. Ambisi itu memicu konflik manakala yang diinginkan adalah hal-hal duniawi seperti kekayaan, ketenaran dan kekuasaan. Tetapi ambisi dapat membawa berkah jika tujuannya adalah berbuat baik setulus-tulusnya kepada sesama. Ambisi itu api.Ia dapat menerangi hidup kita, tetapi dapat pula membakar kita.

No comments:

Post a Comment