ALQURAN DAN AIR MATA
ALQURAN,
jika diturunkan kepada sebuah gunung, pasti Anda saksikan gunung itu
tunduk, bahkan hancur berkeping-keping karena takutnya ia kepada Allah
SWT: baca surat Al-Hasyr ayat 21. Selanjutnya surat Thaha ayat 1 sampai 8
: "Thaha, Kami (kata Allah SWT) tidaklah menurunkan Alquran untuk
menyusahsengasarakan Anda, tetapi sebagai peringatan bagi siapa yang
takut kepada Allah SWT, diturunkan dari pencipta bumi dan langit yang
tinggi." Ayat ini membuat Umar bin Khattab yang semula ingin membunuh
Nabi Muhammad SAW, tapi urung bahkan ia datang ke hadapan Baginda
Rasulullah SAW menyatakan keislamannya.
Tiga puluh orang utusan raja Najasyi dari Habasyah (ethiopia); menemui Rasulullah SAW, kepada mereka beliau bacakan surat Yasin. Mereka menangis dan berkata :"Alangkah miripnya bacaan itu dengan apa yang diturunkan kepada Nabi Musa AS." Peristiwa ini diabadikan di surah Al-Maidah ayat 83-84; "Dan bila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul, kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Alquran) yang mereka ketahui dari kitab-kitab mereka sendiri."
Tahukan Anda, Fudhail bin Iyadh seorang gembong kemaksiatan dan pemimpin geng rampok. Suatu malam ia siap mencuri di sebuah rumah. Rupanya penghuni rumah sedang membaca Al-quran yang artinya: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati nereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik" (QS Al-Hadid ayat 16).
Ia tertegun mendengarnya, kakinya kaku tak bisa bergerakseraya berkata : "Tuhan, sekarang waktunya aku menundukkan hati untuk mengingat engkau, mulai saat ini aku tidak akan lagi berbuat maksiat."Sejak saat itulah Fudhail menjadi seorang abid dan alim besar. Imam Hasan Basri, sufi dan tabi'in, suatu ketika minum air putih. tiba-tiba ia menangis sesunggukan. Ketika ditanya, ia menjawab:"Aku teringat firman Allah SWT, dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu. Mereka (penghuni surga) menjawab; "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir" (QS Al-Araf).
Suatu ketika Rasulullah SAW minta bacakan Alquran kepada Ibnu Mas'ud. Ibnu Mas'ud berkata:"Wahai Rasul, apakah aku membacakan Alquran untukmu padahal ia diturunkan kepadamu:" Aku senang mendengarkannya dari orang lain. Ibnu Mas'ud pun membacakan surah An-Nisa, Sampai pada ayat 41 yang artinya : "Apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dari Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu),"Rasul SAW berkata :"Cukup sampai di sini," beliau sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.
Demikianlah, selama kurang lebih satu minggu (4-11 juni 2011), kepada warga Banjarmasin disuguhi lantunan kalam ilahi oleh para pembaca dan penghapal Alquran terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia dalam STQN XXI. Adakah kita yang mendengarkan menangis ? Entahlah, kita hanya bertepuk tangan setelah mendengar jago kita yang dianggap hebat membaca Alquran. Orang yang menangis mendengarkan bacaan Alquran, adalah mereka yang paham isi Alquran.
Menangislah kita, tetapi kita menangisi diri karena tidak paham isi Alquran, menangisi umat yang jahil akan Alquran, menangisi semua kita yang belum mampu mewujudkan sepenuhnya isi Alquran, bahkan barangkali belum terpikir untuk itu. Ya Rabb, Gufranaka, Allahummaj'alna min ahlil-qur'an.
masa pakaian adat ngga boleh pakai jilbab, katanya latar belakang sekolah Islam.....untung anak tidak terpengaruh.....
Tiga puluh orang utusan raja Najasyi dari Habasyah (ethiopia); menemui Rasulullah SAW, kepada mereka beliau bacakan surat Yasin. Mereka menangis dan berkata :"Alangkah miripnya bacaan itu dengan apa yang diturunkan kepada Nabi Musa AS." Peristiwa ini diabadikan di surah Al-Maidah ayat 83-84; "Dan bila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul, kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Alquran) yang mereka ketahui dari kitab-kitab mereka sendiri."
Tahukan Anda, Fudhail bin Iyadh seorang gembong kemaksiatan dan pemimpin geng rampok. Suatu malam ia siap mencuri di sebuah rumah. Rupanya penghuni rumah sedang membaca Al-quran yang artinya: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati nereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik" (QS Al-Hadid ayat 16).
Ia tertegun mendengarnya, kakinya kaku tak bisa bergerakseraya berkata : "Tuhan, sekarang waktunya aku menundukkan hati untuk mengingat engkau, mulai saat ini aku tidak akan lagi berbuat maksiat."Sejak saat itulah Fudhail menjadi seorang abid dan alim besar. Imam Hasan Basri, sufi dan tabi'in, suatu ketika minum air putih. tiba-tiba ia menangis sesunggukan. Ketika ditanya, ia menjawab:"Aku teringat firman Allah SWT, dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu. Mereka (penghuni surga) menjawab; "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir" (QS Al-Araf).
Suatu ketika Rasulullah SAW minta bacakan Alquran kepada Ibnu Mas'ud. Ibnu Mas'ud berkata:"Wahai Rasul, apakah aku membacakan Alquran untukmu padahal ia diturunkan kepadamu:" Aku senang mendengarkannya dari orang lain. Ibnu Mas'ud pun membacakan surah An-Nisa, Sampai pada ayat 41 yang artinya : "Apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dari Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu),"Rasul SAW berkata :"Cukup sampai di sini," beliau sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.
Demikianlah, selama kurang lebih satu minggu (4-11 juni 2011), kepada warga Banjarmasin disuguhi lantunan kalam ilahi oleh para pembaca dan penghapal Alquran terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia dalam STQN XXI. Adakah kita yang mendengarkan menangis ? Entahlah, kita hanya bertepuk tangan setelah mendengar jago kita yang dianggap hebat membaca Alquran. Orang yang menangis mendengarkan bacaan Alquran, adalah mereka yang paham isi Alquran.
Menangislah kita, tetapi kita menangisi diri karena tidak paham isi Alquran, menangisi umat yang jahil akan Alquran, menangisi semua kita yang belum mampu mewujudkan sepenuhnya isi Alquran, bahkan barangkali belum terpikir untuk itu. Ya Rabb, Gufranaka, Allahummaj'alna min ahlil-qur'an.
masa pakaian adat ngga boleh pakai jilbab, katanya latar belakang sekolah Islam.....untung anak tidak terpengaruh.....
No comments:
Post a Comment