Sunday, 29 March 2015

BAU DARI SENAYAN

BAU DARI SENAYAN

     IBARAT  sumur yang tak pernah kering walaupun di musim kerontang, itulah Senayan yang tidak pernah berhenti melahitkan berita. Kita tahu, berita seperti manusia : ada yang baik dan tentu banyak yang buruk. Namun anehnya berita yang mengalir dari senayan kok rasanya selalu yang buruk-buruk. Padahal saya yakin di Senayan tentu ada yang baik-baik.
     Ah, mungkin karena persentase yang buruk jauh lebih unggul sehingga mereka yang masuk kategori baik itu kabarnya hanya berupa gaung ketika sampai kepada kita. Kasihan mereka yang memilih jalan lurus karena jejaknya tertutup jejak-jejak yang belepotan lumpur.
     Bicara soal Seanayan, kita punya dua referensi. Pertama adalah Senayan yang dikaitkan dengan Gedung DPR/MPR. Kedua adalah Senayan yang identik dengan jantor PSSI. Nah, baik dari Gedung DPE/MPR maupun dari kator PSSI, akhir-akhir ini berita yang keluar selalu berbau sangit. Ini kalau tidak mau disebut bau busuk, lho.
     Walaupun kita semua sedang menunggu berita paling gres dari kantor PSSI di Senayan terkait pemilihan ketua umum, pada kesempatan ini saya tidak akan mengarahkan radar kuping saya ke kantor pusat organisasi sepak bola di tanah air itu. Alassnya hingga detik ini tidak pernah ada berita baru dari kantor PSSI itu. Kisruh pemilihan ketua umum PSSI masih berlarut-larut dan bahkan sampai melahirkan kelompok yang saling "berhadapan".
      Dari titik ini, rasanya semuanya sudah nembrak (terbuka) bahwa persaingan menuju kursi ketua umum PSSI adalah persaingan mereka yang membawa sekarung kepentingan. Mari berdoa semoga benang kusut yang sedang menjerat PSSI segera terurai. Mudah-mudahan kita segera memiliki sosok ketua umum PSSI yang benar-benar ingin membangkitkan sepak bola Indonesia.
     Mari kita berdoa, kisruh di PSSI tidak beranak pinak seperti episode sinetron-sinetron itu. Marikita berdoa, jangan sampai kisruh di PSSI justru lebih "rame" dibanding mereka yang sedang berkompetisi di lapangan hijau. Jangan sampai kompetisi sepak bola yang masih jauh dari profesional itu makin telantar dan mengenaskan hanya karena urusan memilih ketua umum PSSI.
     Maka, mari mencoba memasang mata dan telinga ke bagian lain dari kompleks Senayan, Yaitu ke gedung DPR/MPR. Kita berharap dari gedung para wakil rakyat ini ada berita yang mampu menyejukkan apa yang sedang terjadi di kantor PSSI atau di kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga.
     Tapi harapan itu tinggal harapan. Pasalnya, apa yang keluar dari senayan, eh, dari Gedung DPR/MPR itu kok bukanya menyejukkan, tapi malah membuat geram. Bayangkan, para wakil rakyat itu kini sedang disoroti dan dinilai ngomong karena tidak tahu alamat e-mail milik mereka yang seharusnya sudah hapal di luar kepala.
     Untung tidak ada ujian nasional (UN) bagi para wakil rakyat seperti harus dilakoni adik-adik kita yang nyuprih ilmu dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga tingkat Sekolah Menengah Atas. Soal tidak tahu e-mail adalah gerbong terakhir dari kasus memalukan yang datang dari para wakil rakyat di Senayan sana. Sebelum kasus alamat surat elektronik itu, kita masih ingat berita tentang wakil rakyat yang ketahuan selingkuh.
     Lalu ada berita tentang tindak pidana korupsi hingga rencana pembangunan Gedung baru nan megah bagi para wakil rakyat. Sayang itu semua masuk kategori berita-berita sangit di Senayan. Sambil menunggu kabar baik dari Senayan, lebih baik kita menunggu final Liga Champions 2011 antara Manchester United versus Barcelona yang akan digelar di stadion Wembley, 28 mei mendatang. Bukankah Liga Champions jauh lebih bisa menghibur dibanding tuan dan puan di Senayan sana ?

No comments:

Post a Comment