Sunday, 22 March 2015

MENANGIS KARENA ALLAH

MENANGIS KARENA ALLAH

     Assalamualaikum Wr WB.
     Tak seorang yang tidak pernah menangisi dosa-dosanya, kecuali hatinya telah mengeras. Dan tidak pula menangis lantaran takut mengadapi bearatnya hisab hari kiamat, kecuali ada rongga hatinya yang telah membatu. Imannya tidak beres, ketakwaannya asal-salan, dan menyangkal amal kebaikanya telah memadai.
     Al-Qurthubi berkata " Cucuran air mata tergantung apa yang seorang hamba rasakan. Jika timbul karena rasa tunduk kepada keperkasaan Allah, maka hal itu menjadi tangis karena takut kepada-Nya. Dan jika timbul karena menganggumi dan mengharapkan keindahan-Nya, maka itu karena rindu kepada-Nya." Allag memuji orang yang menangis karena takut siksa-Nya dengan menjamin keamanan baginya. Mereka tersungkur dan bersujud seraya mencucurkan air mata karena perasaan tunduk dan patuh kepada Allag. Mereka mendengar ayat dengan sikap menganggungkan, sehingga memberi pengaruh dalam jiwanya berupa i9man, harapan, rasa takut, yang kesemuanya mengharuskan menangis serta memohon ampun kepada Rabb sekesta alam.
     Allah juga menggambarkan sifat seorang muslim sejati lewat firman-Nya berikut : Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepad rasul, kamu lihat mata-mata mereka bercucuran tangis disebabkan oleh kebenaran Alquran yang mereka ketahui (Al-Ma-idah:83). Nabi Muhammad SAW bersabda, " Orang yang menangis karena Allah tidak akan disentuh api neraka." Rasulullah juga bersabda, "Ada dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga dalam perang fii sabilillah." (HR Turmudzi).
     Keutamaan menangis karena Allah sangatlah banyak. Namun  manusia karena yang mampuamatlah sedikit. Sebab yang dicari manusia kebanyakan adalah bahan-bahan humor, canda tawa, senda gurau dan bersenang-senang. Maka sempatkanlah menangis karena takut kepada Allah. Jika kalian tetap tidak bisa menangis maka berusahalah supaya menangis. Ibnu Qoyyim berkata, " Berusaha menangis itu ada dua macam; terpuji dan tercela. Terpuji jika membangkitkan rasa takut dan kelembutan hati, tercela jika menimbulkan riya dan sunah.
     Suatu ketika Ibnu Qoyyim melihat orang yang sedang membaca Alquran sambil menangis. Ketika di melewatinya, tangis orang tersebut semakin menjadi. Lalu beliau berkata,"Tadi orang itu membaca Alquran dan menangis karena Allah. Adapun berikutnya karena setan." Rasulullah pernah memberi nasehat dengan teramat menyentuh, sehingga hati para sahabat bergetar, napas mereka bersenggukan, tak kuasa membendung air mata saat mendengarnya. "Aku nasihatkan kepad kalian agar selalu bertakwa, mendengar serta taat : lalu salah satu dari mereka berkata." Ya Rasulullah, ini seolah-olah nasihat perpisahan antara kami dan engkau." (HR AbuDawud).
     Wallahul muwafik ila akwamit tarik
     Wassalamualaikum Wr Wb.

cuma mejeng pakai kaca matacuma mejeng pakai kaca mata

No comments:

Post a Comment