Monday, 16 March 2015

PESIMISTIS HARI LINGKUNGAN HIDUP

PESIMISTIS HARI LINGKUNGAN HIDUP

     KEMARIN. 5 juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. isu-isu mengenai Lingkungan hidup menjadi perhatian dunia, terutama ancaman fatal yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia. Dunia memang terus menglami gangguan kerusakan lingkungan, dan semua itu terjadi sebagian besar karena ulah manusia, termasuk di Indonesia. BErbagai bencana yang merupakan bagian dari kerusakan lingkungan terjadi hampir di seluruh pelosok tanah air, baik yang disebabkan faktor alam, maupun ulah tangan manusia.
     Meskipun peringatan itu dilakukan setiap tahun angka kerusakan lingkungan bahkan terus bertambah. Sepertiyang terjadi di Kalsel dalam beberapa tahun terakhir, kerusakan lingkungan juga terus bertambah parah. Akhir Mei 2011 kondisi terumbu karang di desa angsana, kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu tetangganya kabupaten Kotabaru yang mengalami kerusakan parah yang disebabkan pencemaran lingkungan akibat aktivitas bongkar muat batu bara di pelabuhan khusus (pelsus) yang ada di sekitarnya.
      Mestinya, kawasan angsana yang sudah ditetapkan sebagai wilayah konservasi terumbu karang, harus bebas dari jamahan dan aktivitas apa pun. Namun, kenyataannya, pemda setempat tetap mengeluarkan izin pembangunan sejumlah pelsus di kawasan itu. Selain hancur hutan bakau, aktivitas bongkar muat batu bara melalui pelsus menyebabkan rusaknya hamparan terumbu karang di perairan Angsana dan Bunati.
     Kerusakan habitat tempat berkumpul dan berkembangnya ikan tersebut, menyebabkan tangkapan nelayan berkurang. Nelayan terpaksa harus menangkap ikan lebih jauh kelaut. Ironisnya, upaya pemda setempat terkesan lepas tangan mengatsi hal itu. Aktivitas bongkar muat batu bara di pelsus yang berdiri di sepanjang garis pantai Bunati dan Angsana. memang bukan satu-satunya faktor penyebab terganggunya ekosistem terumbu karang.
     Perubahan iklim dan cuaca, suhu air laut, pencucian tongkang batu bara serta aktivitas nelayan diduga juga ikut memberikan kontribusi rusaknya  habitat dan tempat berkembang biaknya ikan tersebut. Namun, yang pasti, apabila tidak ada tindakan penyelamatan lingkungan, bencana yang lebih besar akibat rusaknya terumbu karang, tinggal menunggu waktu. Kerusakan terumbu karang di lepas Pantai Angsana, hanya gambaran kecil akan parahnya kerusakan lingkungan akibat ulah manusia dalam beberapa tahun terakhir. kerusakan lingkungan di Kalsel sangat parah, Degradasi hutan akibat penebangan dan alih fungsi lahan dalam 10 tahun terakhir menyebabkan luas hutan di kalsel berkurang 60 persen.
     Degradasi tersebut, mengakibatkan menurunnya kemampuan tangkapan air di daerah aliran sungai sehingga bencana banjir dan longsor semakin terjadi. Selama 2007 di Kalsel telah terjadi banjir sebanyak 23 kali, pada 2008 dan 2009 jumlah bencan semakin banyak akibat pendangkalan sungai, penebangan dan alih fungsi lahan yang terus terjadi. kondisi tersebut, diperparah dengan menurunnya fungsi dan daya guna sungai akibat aktivitas domestik, industri dan usaha skala kecil sehingga mencemai air dan udara.
     Kecepatan pengrusakan lingkungan berbanding terbalik dengan upaya penyelamatan yang dilakukan pemerintah melalui berbagai program, seperti penanaman satu miliar pohon, program kali bersih, langit biru dan lain-lain. Ketika berbagai upaya reboisasi dan penanaman dilakukan, aktivitas penggundulan hutan dan pengrusakan lahan juga terjadi di mana-mana. Pembiaran pengrusakan dilakukan melalui pengeluaran ratusan lembar izin KP, sementara reklamasi dibiarkan tidak berjalan. Biula kerusakan lingkungan dibiarkan terus berlangsung, lebih baik setiap 5 juni tidak lagi diperingati sebagai Hari lingkungan Hidup Sedunia, tetapi hari kerusakan Lingkungan Sedunia.
pasar terapung Banjarmasinpasar terapung Banjarmasin

No comments:

Post a Comment