KEAJAIBAN INFAK
Assalamualaikum Wr Wb.
Infak di jalan Islam merupakan buah keimanan kepada Allah SWT dan menjadi tanda keyakinan pada-Nya. Dialah yang memberi kehidupan dan kekayaan, kemampuan dan bimbingan. Pribadi di seorang muslim akan menjadi istimewa karena kedermawaannya. Yang bukan untuk mencari populitas atau riya, tetapi karena Allah.
Firman Allah SWT : Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir bibit yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap butir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas karunia-Nya dan Maha Mengetahui. (Al Baqarah:261).
Allah yang memberi kehidupan dan kenikmatan, dan Dialah menyuruh kita mengeluarkan sebagian rezeki yang telah Dia karuniakan kepada kita. Dia berjanji akan menggantikannya dengan berlipat ganda. Dia berjanji tidak akan menyia-nyiakan infak dan sedekah. Itulah yang dimaksudkan oleh firman Allah : Adapun orang-orang mukmin yang tulus-iklas karena Allah dalam menginfakkan hartanya, mereka akan memperoleh tiga manfaat rida Allah, Pensucian jiwa dan bimbingan takwa dan karunia, pertumbuhan harta dan pahala yang besar didunia dan akhirat.
Allah SWT berfirman : Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya karena mencari ridhaan Allah dan untuk kebun yang terletak didataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiramnya, maka hujangerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. (Al-Baqarah:265). Allah mengumpamakan keinginan sia-sia yang akan menimpa manusia pada hari dia membutuhkan pembalasan. Keinginan yang sia-sia karena amal-amal kebijakanya telah terhapus.
Allah mengungkapkan bahwa kenikmatan populitas dan kekuasaan yang diinginkan dalam amalnya lalu diikuti dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan menyakiti hati penerimaannya, sikap inilah yang menghapus kebaikan amalnya seperti debu yang dihempas oleh angin. Alquran mengingatkan kita agar tidak menjawab seruan setan, seruan yang diembuskan dari dalam diri kita dengan seruan : Janganlah kalian mengeluarkan infak agar kalian tidak menjadi orang-orang yang miskin.
Hendaknya kita menyadari bahwa infak dapat mengefektifkan peredaran uang dan harta di antara manusia, dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Yang akhirnya semua dapat merasakan manfaatnya. Karena itu Allah menyuruh kita berinfak, dan memanggil kita pada yang lebih utama. Sementara setan menakut-nakuti kita dengan kekafiran dan kemiskinan, agar kita menahan harta kita dan enggan berinfak, menyebarkan permusuhan, menumbuhkan perbuatan keji dan kikir. Jika demikian, bukanlah infak adalah sesuatu yang paling utama, sehingga tersebarlah cinta dan kasih sayang menggantikan kedengkian dan kebencian dianatara manusia.
Wallahul muwafik ila akwamit tarik
Wassalamualikum Wr Wb.
cuma mejeng pakai kaca mata
Infak di jalan Islam merupakan buah keimanan kepada Allah SWT dan menjadi tanda keyakinan pada-Nya. Dialah yang memberi kehidupan dan kekayaan, kemampuan dan bimbingan. Pribadi di seorang muslim akan menjadi istimewa karena kedermawaannya. Yang bukan untuk mencari populitas atau riya, tetapi karena Allah.
Firman Allah SWT : Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir bibit yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap butir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas karunia-Nya dan Maha Mengetahui. (Al Baqarah:261).
Allah yang memberi kehidupan dan kenikmatan, dan Dialah menyuruh kita mengeluarkan sebagian rezeki yang telah Dia karuniakan kepada kita. Dia berjanji akan menggantikannya dengan berlipat ganda. Dia berjanji tidak akan menyia-nyiakan infak dan sedekah. Itulah yang dimaksudkan oleh firman Allah : Adapun orang-orang mukmin yang tulus-iklas karena Allah dalam menginfakkan hartanya, mereka akan memperoleh tiga manfaat rida Allah, Pensucian jiwa dan bimbingan takwa dan karunia, pertumbuhan harta dan pahala yang besar didunia dan akhirat.
Allah SWT berfirman : Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya karena mencari ridhaan Allah dan untuk kebun yang terletak didataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiramnya, maka hujangerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. (Al-Baqarah:265). Allah mengumpamakan keinginan sia-sia yang akan menimpa manusia pada hari dia membutuhkan pembalasan. Keinginan yang sia-sia karena amal-amal kebijakanya telah terhapus.
Allah mengungkapkan bahwa kenikmatan populitas dan kekuasaan yang diinginkan dalam amalnya lalu diikuti dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan menyakiti hati penerimaannya, sikap inilah yang menghapus kebaikan amalnya seperti debu yang dihempas oleh angin. Alquran mengingatkan kita agar tidak menjawab seruan setan, seruan yang diembuskan dari dalam diri kita dengan seruan : Janganlah kalian mengeluarkan infak agar kalian tidak menjadi orang-orang yang miskin.
Hendaknya kita menyadari bahwa infak dapat mengefektifkan peredaran uang dan harta di antara manusia, dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Yang akhirnya semua dapat merasakan manfaatnya. Karena itu Allah menyuruh kita berinfak, dan memanggil kita pada yang lebih utama. Sementara setan menakut-nakuti kita dengan kekafiran dan kemiskinan, agar kita menahan harta kita dan enggan berinfak, menyebarkan permusuhan, menumbuhkan perbuatan keji dan kikir. Jika demikian, bukanlah infak adalah sesuatu yang paling utama, sehingga tersebarlah cinta dan kasih sayang menggantikan kedengkian dan kebencian dianatara manusia.
Wallahul muwafik ila akwamit tarik
Wassalamualikum Wr Wb.
cuma mejeng pakai kaca mata
No comments:
Post a Comment