Monday, 23 March 2015

LETIH

LETIH

Tubuh terseok-seok menapaki jalan berdebu
Berhias debu yang gemulai berputar
Napas tercekat di tenggorokan
Terasa kering rindu akan tetes embun kesejukan
Yang kan jadi obat kegersangan jiwa

Ke manakan kan kubawa tubuh ringkihku ?
Di mana di setiap jengkalnya kudapati kesejukan
Yang bisa mendamaikan jiwaku yang hampir tiba masanya
Lamunan

Terdiamku dalam kesunyian
Pikiran mengembara tak tentu arah
Tak sadarku terlukis wajah memesona
Terasa dekat, semakin mendekat

Hingga tak kurasakan lagi
sekat diantara berdua
Tanganku terjulur
menggapai bayang yang tampak nyata
Menggebu rindu direngkuhnya
Berbinar-binar mata memandangnya

Kau kutunggu bisik hatiku
Kau kurindu lirih hasratku
Semakin lama semakin kupercepat laju jemariku
Sadarku datang dalam hayalku

Kukerjap-kerjap kelopak mataku
Namun,
Tak kudapat wajah memesona itu
Yang ada hanyalah tubuh
yang tetap membisu dalam duniaku

No comments:

Post a Comment