Friday, 20 February 2015

INDONESIA LAGI PUSING

INDONESIA LAGI PUSING

     BAYANGKAN, hukum yang menjadi sentral dari ketertiban sudah amburadul tak karuan, Korupsi triliunan dibiarkan, pengurus parpol melakukan korupsi, penegakan hukum malah memegang rekor, kasus mafia pajak mandek pengusutannya dll. Presiden selalu bilang kita hormati hukum, tapi banyak mafia hukum bergentayangan. Kalau bicara soal hukum kaitanya juga dengan moral. Elit-elit kita lupa bahwa mereka hidupdalam sebuah keluarga besar yang tidak boleh mementingkan diri sendiri. Tapi itulah yang terjadi di negeri ini, bahkan yang namanya wakil rakyat pun banyak yang mementingkan diri sendiri.
     Seperti  kata mantan anggota DPR Permadi, setiap undang undang yang disahkan DPR ada tarifnya, titipan pasal ada harganya dan tidak sedikit anggota DPR yang menjadi calo proyek. Tak terhitung uang haram sudah mengalir ke kantong anggota DPR dan tidak sedikit keuntungan dari pembuatan UU yang mementingkan pihak tertentu.
     Dalam hal kepemimpinan nasional, kita sudah merasakan tujuh tahun lebih. Sama sekali tidak istimewa, banyak berkelit dan menghidari persoalaan dengan alasan tidak berhak mencampuri. Semua ucapanya hanya sekedar untuk pencitraan karena tak dijalankan oleh bawahan pun tidak ada pengaruhnya. Bandingkan dengan zaman Presiden Soekarno atau Soeharto. Keduanya penuh wibawa, segala ucapanya menjadi perintah. Cina, India, Jepang, juga mempunyai kualitas pemimpin seperti kedua pemimpin kita tempo dulu.
     Kita juga tidak berdaya menghadapi serbuan asing yang ingin mengeruk kekayaan kita, meskikita berhak mengatur. Tambang batu bara, emas, minyak, perkebunan, pertanian dari hulu sampai hilir, perikanan, energi bahkan telekomunikasi semua dikuasai asing. Perbangkan sudah lama kita dijajah negara lain, resor-resor pariwisata sampai pemandunya juga dikuasai asing. Belum lagi perdagangan, kita sekarang hanya menjadi konsumen produk China.
     Nah kalau dalam bidang penegakan hukum, moral dan kepemimpinan lemah, sumber daya alam dan manusia lari keluar negeri, negeri ini seperti tinggal namanya. Apa yang bisa kita perbuat kecuali hanya membangun puing.

No comments:

Post a Comment