GAPAILAH CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT
Setelah memasuki dunia kerja, ternyata bekerja tidak cukup hanya mengandalkan skill tanpa disertai hati dan semangat pengabdian. Bekerja tanpa hati akan terasa hambar dan membosankan. Idealnya dalam bekerja, seseorang melakukan aktualisasi diri sehingga ketika melihat hasil kerjanya seakan melihat potret dan karakter dirinya. Hidup, berkarya dan bermain lalu menyatu, menjadi satu paket, three in one. Bukankah hidup itu sendiri sebuah anugerah Tuhan yang harus dirayakan dengan kerja kreatif, produktif dan konstruktif ? Dengan semakin majunya teknologi modern, sangat memungkinkan menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman, menyenangkan dan produktif.
Lebih sekedar tempat bekerja, suasana kantor mestinya juga diubah agar merupakan suatu komunikasi yang mendatangkan rasa hangat, penuh aura kekerabatan dan pertemanan yang mendukung kompetisi untuk berprestasi dengan tetap memegang komitmen etika profesionalisme. Orang yang bekerja namun tidak memiliki kebanggaan dan kepuasan atas hasilnya disebut alienated person, yaitu pribadi yang tercerabut dan tersingkir dari yang ia lakukan. Lebih parah lagi kalau seseorang benci pada pekerjaannya, lalu berkembang pada lingkungan sosialnya, maka akan mengalami kepribadian yang pecah. Dan lebih jauh bisa disebut sakit mental. Bayangkan, betapa tersiksanya seseorang yang hidup menganggur, sementara ketika bekerja membenci pekerjaannya. Inilah yang dimaksud teralienasi dimana seseorang tidak lagi menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Tidak nyaman dengan keadaannya.
Dengan bekerja maka manusia menjadi dirinya dan menjaga martabatnya. Tuhan memberikan semua fasilitas yang terhampar dan tersimpan di bumi, dan manusia dianugerahi organ tubuh yang sangat canggih serta pikiran yang sangat hebat. Untuk apa semua itu jika tidak untuk berkarya, memakmurkan bumi dan berbagi kasih sayang serta kebajikan dengan sesamanya ?
Demikianlah, Alquran selalu mengaitkan anjuran beriman dengan perintah amal saleh. Ciri orang yang beriman adalah mereka yang selalu berkarya di jalan yang benar dan baik, untuk tujuan kebenaran dan kebaikan. Tetapi bekerja sekedar benar dan baik belumlah cukup. Meski ditambah nilai keindahan. Banyak pekerjaan yang benar dan baik, tetapi belum tentu indah. Tanpa keindahan kehidupan akan terasa kering.
Tanpa kerja produktif seseorang akan kehilangan harga dirinya. Jangan bayangkan seseorang akan merasa bahagia dengan mengandalkan warisan orang tua tanpa yang bersangkutan memilki keterampilan kerja. Jadi, berbahagialah mereka yang berasil mempertemukan ; bekerja, bermain, beramal saleh, bermasyarakat dan mensyukuri hidup. Aki mengada karena aku berkarya. Dan aku bangga menjadi karyawan Allah SWT.
Toempoe doeloe, tk pertiwi bersama alm kakak
No comments:
Post a Comment