PERISTIWA ASYURA
KEMARIN, 6 desember 2011 M bertepatan 10 Muharam 1433 H, dikenal dalam Islam sebagai asyura
(hari kesepuluh). Pada hari itu, diriwiyatkan banyak nabi dan rasul
diselamatkan oleh Allah dari bahaya yang menimpa mereka. Sebut saja Nabi
Musa, diberi pertolongan dan diselamatkan dari pasukan Fir'aun
menyeberangi Laut Merah. Asyura juga momen bagi muslimin, khususnya Sunni yang mempercayai beberapa peristiwa penting terjadi pada 10 Muharam.
Di antara peristiwa itu, bebasnya Nabi Nuh dan umat beliau dari banjir besar ; Nabi Ibrahim selamat dari apinya Namruz ; Kesembuhan Nabi Ya'kub dari kebutaan; Nabi Isa diangkat ke surga setelah usaha Roma untuk menangkap dan menyalib beliau gagal. Bagi Syi'ah dan sebagian Sufi, asyura momen berkabung atas kewafatan Husain bin Ali. Ia terbunuh dalam pertempuran di karbala, Irak pada 61 H/680 M. Pertempuran terjadi antara Bani Hasyim dipimpin Husain bin Ali melawan Bani Umayyah dipimpin Ibnu Ziyad.
Sebelum Islam, asyura sudah menjadi peringatan ; beberapa orang Makkah biasanya melakukan puasa. Ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, mengetahui orang Yahudi di daerah tersebut berpuasa, beliau menyatakan orang Islam dapat berpuasa pada hari itu. Lain lagi orang Banjar/kalsel (sebagian) yang berpaham Sunni, asyura diekspresikan sebagai hari kebersamaan yang diwujudkan membuat bubur asyura ; terbuat dari beras dan campuran 41 macam bahan dari rempah-rempah, sayur-mayur, umbi-umbian dan kacang-kacangan.
Jika 1 Muharam, awal penanggalan dalam Islam diambil dari peristiwa Hijriah Nabi Muhammad bersama sebagian pengikut beliau dari Makkah ke Yatsrib (Madinah). 10 Muharam pembebasan dari malateka oleh Allah terhadap para nabi dan rasul di zamanya. Pada 10 Muharam juga,mengenang peristiwa yang dialami para Rasul dan Nabi terdahulu, Nabi Muhammad menganjurkan umat Islam berpuasa. Ketika itu Rasulullah memasuki Madinah, bertemu orang Yahudi yang berpuasa memperingati Nabi MUsa diselamatkan Allah.
Sabda beliau :"Aku lebih berhak melaksanakan puasa tersebut". Sejak itulah dianjurkan puasa Asyura, meskipun bukan sunah muakkad (sangat dianjurkan), hanya menambah ketakwaan karena pada 10 Muharam banyak peristiwa besar terjadi. Berdasarkan nash, puasa yang disunahkan dalam Islam antara lain enam hari pada Syawal, hari Arafah (9 Dzulhijah) bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah Haji, hari Asyura (satu hari sebelum dan sesudahnya), puasa hari-hari bidh (putih), Senin dan Kamis.
Selain itu, mempraktekan puasa pada Sya'ban dan Muharam, puasa Nabi Daud (sehari puasa, sehari tidak), puasa sepuluh hari (pertama) Dzulhijah, dan puasa bagi orang-orang yang belum mampu untuk menikah. Puasa sunat merupakan bagian ibadah, dapat digunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Rabb (Tuhan)-nya, karena membiasakan diri berpuasa setelah Ramadan merupakan tanda diterimnya amal perbuatan seseorang.
Allah jika menerima amal seseorang. Dia akan memberikan petunjuk kepadanya untuk mengerjakan amal saleh setelahnya. Puasa sunat merupakan janji seorang muslim kepada Tuhanya, bahwa muslim itu akan terus berlangsung. Kalau asyura disunahkan berpuasa bagi muslimin yang ingin melakukannya, kenapa terjadi kotradiksi mencolok di masyarakat, yaitu sebagian mereka melaksanakan tradisi yang sama sekali bukan bersumber dari ajaran Islam.

Di antara peristiwa itu, bebasnya Nabi Nuh dan umat beliau dari banjir besar ; Nabi Ibrahim selamat dari apinya Namruz ; Kesembuhan Nabi Ya'kub dari kebutaan; Nabi Isa diangkat ke surga setelah usaha Roma untuk menangkap dan menyalib beliau gagal. Bagi Syi'ah dan sebagian Sufi, asyura momen berkabung atas kewafatan Husain bin Ali. Ia terbunuh dalam pertempuran di karbala, Irak pada 61 H/680 M. Pertempuran terjadi antara Bani Hasyim dipimpin Husain bin Ali melawan Bani Umayyah dipimpin Ibnu Ziyad.
Sebelum Islam, asyura sudah menjadi peringatan ; beberapa orang Makkah biasanya melakukan puasa. Ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, mengetahui orang Yahudi di daerah tersebut berpuasa, beliau menyatakan orang Islam dapat berpuasa pada hari itu. Lain lagi orang Banjar/kalsel (sebagian) yang berpaham Sunni, asyura diekspresikan sebagai hari kebersamaan yang diwujudkan membuat bubur asyura ; terbuat dari beras dan campuran 41 macam bahan dari rempah-rempah, sayur-mayur, umbi-umbian dan kacang-kacangan.
Jika 1 Muharam, awal penanggalan dalam Islam diambil dari peristiwa Hijriah Nabi Muhammad bersama sebagian pengikut beliau dari Makkah ke Yatsrib (Madinah). 10 Muharam pembebasan dari malateka oleh Allah terhadap para nabi dan rasul di zamanya. Pada 10 Muharam juga,mengenang peristiwa yang dialami para Rasul dan Nabi terdahulu, Nabi Muhammad menganjurkan umat Islam berpuasa. Ketika itu Rasulullah memasuki Madinah, bertemu orang Yahudi yang berpuasa memperingati Nabi MUsa diselamatkan Allah.
Sabda beliau :"Aku lebih berhak melaksanakan puasa tersebut". Sejak itulah dianjurkan puasa Asyura, meskipun bukan sunah muakkad (sangat dianjurkan), hanya menambah ketakwaan karena pada 10 Muharam banyak peristiwa besar terjadi. Berdasarkan nash, puasa yang disunahkan dalam Islam antara lain enam hari pada Syawal, hari Arafah (9 Dzulhijah) bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah Haji, hari Asyura (satu hari sebelum dan sesudahnya), puasa hari-hari bidh (putih), Senin dan Kamis.
Selain itu, mempraktekan puasa pada Sya'ban dan Muharam, puasa Nabi Daud (sehari puasa, sehari tidak), puasa sepuluh hari (pertama) Dzulhijah, dan puasa bagi orang-orang yang belum mampu untuk menikah. Puasa sunat merupakan bagian ibadah, dapat digunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Rabb (Tuhan)-nya, karena membiasakan diri berpuasa setelah Ramadan merupakan tanda diterimnya amal perbuatan seseorang.
Allah jika menerima amal seseorang. Dia akan memberikan petunjuk kepadanya untuk mengerjakan amal saleh setelahnya. Puasa sunat merupakan janji seorang muslim kepada Tuhanya, bahwa muslim itu akan terus berlangsung. Kalau asyura disunahkan berpuasa bagi muslimin yang ingin melakukannya, kenapa terjadi kotradiksi mencolok di masyarakat, yaitu sebagian mereka melaksanakan tradisi yang sama sekali bukan bersumber dari ajaran Islam.

No comments:
Post a Comment