OH INDONESIAKU
DALAM Bukunya The Elephant and The Dragon
edisi 2008 Robyn Meredith mengupas keberhasilan dua raksasa Asia, Cina
dan India yang kini menjadi negara superhebat. Tiba-tiba saja banyak
orang Barat kehilangan pekerjaan. Perkembangan India dan Cina begitu
pesatnya hingga membuat ekonomi Amerika Serikat, Eropa dan Jepang seakan
diam saja. Itu sekilas keadaan Cina dan India yang kini mengambil peran
besar dalam perekaonomian dunia. Yang dekat dari kita Malaysia, tak
terlalu cepat tapi melaju pasti. Dalam satu dekade ekonomi negara jiran
itu meroket.
Banyak orang Indonesia bekerja di sana, mulai para ahli yang tidak dipakai di dalam negeri sampai TKW (tenaga kerja wanita) yang rata-rata jadi pembantu rumah tangga dan buruh kasar yang di dalam negeri tidak kebagian kue. Yang menyedihkan ada sekitar 3.000 doktor (lulusan S3) dari INdonesia yang kini bekerja di malaysia. Itu belum termasuk tenaga ahli berbagai bidang yang di dalam negeri tak punya tempat, seperti ahli-ahli eks PY Dirgantara Indonesia.
Cina, India dan Malaysia dulu negara miskin, begitu pula Thailand yang kini bangkit dari tidur. Singapura tak memiliki sumber daya alam, tapi dia bisa mengekspor minyak ke Indonesia. Sementara itu Indonesia memiliki segalanya, wilayah yang luas, sumber daya manusia cukup besar dengan kualitas yang bisa dibanggakan, sumber daya alam melimpah, perkebunan, pertanian, lautan, objek wisata dll tak terbilang jumlahnya. Tapi kita tetap di belakang. Selama 13 tahun reformasi tak menghasilkan kemajuan yang signifikan bahkan tercecer dari negara tetangga.
Setidaknya ada tiga pilar menonjol yang menjadi kunci keberhasilan mereka, yakni penegakan hukum yang tegas, moral yang teruji dan kepemimpinan yang kuat. Di negara mana pun ketiga faktor itu sangat dominan untuk kemajuan sebuah bangsa. Negara yang tidak memiliki ketiganya bisa dibayangkan mau sampai dimana eksistensi mereka sebagai bangsa. Mungkin bisa menjadi bangsa bar-bar seperti di Somalia yang tidak memilki pemerintahan, yang berkuasa hanya orang-orang kuat. Rakyatnya banyak jadi perompak.
Apakah Indonesia memiliki ketiganya ? Bukan hanya tiga faktor tapi lebih dari itu Indonesia punya. Indonesia katanya bangsa yang memiliki Pancasila, punya filsafat 'berat sama dipikul ringan sama dijinjing',pekerja keras, taat beragama dan banyak lagi. Tapi kepentingan telah menjadikan kita khususnya para pemimpin lupa bahwa mereka punya tanggung jawab yang besar terhadap kemajuan bangsa.
Bila rukun kaya ini mungkin negara ini sudah makmur dari dulu-dulu kali
Banyak orang Indonesia bekerja di sana, mulai para ahli yang tidak dipakai di dalam negeri sampai TKW (tenaga kerja wanita) yang rata-rata jadi pembantu rumah tangga dan buruh kasar yang di dalam negeri tidak kebagian kue. Yang menyedihkan ada sekitar 3.000 doktor (lulusan S3) dari INdonesia yang kini bekerja di malaysia. Itu belum termasuk tenaga ahli berbagai bidang yang di dalam negeri tak punya tempat, seperti ahli-ahli eks PY Dirgantara Indonesia.
Cina, India dan Malaysia dulu negara miskin, begitu pula Thailand yang kini bangkit dari tidur. Singapura tak memiliki sumber daya alam, tapi dia bisa mengekspor minyak ke Indonesia. Sementara itu Indonesia memiliki segalanya, wilayah yang luas, sumber daya manusia cukup besar dengan kualitas yang bisa dibanggakan, sumber daya alam melimpah, perkebunan, pertanian, lautan, objek wisata dll tak terbilang jumlahnya. Tapi kita tetap di belakang. Selama 13 tahun reformasi tak menghasilkan kemajuan yang signifikan bahkan tercecer dari negara tetangga.
Setidaknya ada tiga pilar menonjol yang menjadi kunci keberhasilan mereka, yakni penegakan hukum yang tegas, moral yang teruji dan kepemimpinan yang kuat. Di negara mana pun ketiga faktor itu sangat dominan untuk kemajuan sebuah bangsa. Negara yang tidak memiliki ketiganya bisa dibayangkan mau sampai dimana eksistensi mereka sebagai bangsa. Mungkin bisa menjadi bangsa bar-bar seperti di Somalia yang tidak memilki pemerintahan, yang berkuasa hanya orang-orang kuat. Rakyatnya banyak jadi perompak.
Apakah Indonesia memiliki ketiganya ? Bukan hanya tiga faktor tapi lebih dari itu Indonesia punya. Indonesia katanya bangsa yang memiliki Pancasila, punya filsafat 'berat sama dipikul ringan sama dijinjing',pekerja keras, taat beragama dan banyak lagi. Tapi kepentingan telah menjadikan kita khususnya para pemimpin lupa bahwa mereka punya tanggung jawab yang besar terhadap kemajuan bangsa.
Bila rukun kaya ini mungkin negara ini sudah makmur dari dulu-dulu kali
No comments:
Post a Comment