SASTRA MEMUSUHIMU
Terlalu banyak majas yang telah kau buang
Hiperbola pun mencelamu yang terlalu berlebihan
Kalimat ambigu menarik usus perutmu menhambur keluar
Surealisme tidak mampu memahami kata-katamu
Romantisme mencela kau dusta
Realisme menuduh kau mengada-ngada
Naturalisme pun merajuk karena kau memakinya
Ekspresionisme merasa terbuang karena kau tidak menghiraukannya
Alosiomu terlalu dipaksakan
Metamoramu seperti si pemeluk bulan
Personifikasimu menyesal karena telah kau hidupkan
Walau cahaya mencela kau dusta
Walau gelap menghina kaui munafik
Walau sastra mengangkat bendera perang
Kau tetapkan kaki dalam cinta
Walau darah turun deras berintik

Hiperbola pun mencelamu yang terlalu berlebihan
Kalimat ambigu menarik usus perutmu menhambur keluar
Surealisme tidak mampu memahami kata-katamu
Romantisme mencela kau dusta
Realisme menuduh kau mengada-ngada
Naturalisme pun merajuk karena kau memakinya
Ekspresionisme merasa terbuang karena kau tidak menghiraukannya
Alosiomu terlalu dipaksakan
Metamoramu seperti si pemeluk bulan
Personifikasimu menyesal karena telah kau hidupkan
Walau cahaya mencela kau dusta
Walau gelap menghina kaui munafik
Walau sastra mengangkat bendera perang
Kau tetapkan kaki dalam cinta
Walau darah turun deras berintik

No comments:
Post a Comment