NAFSU SETAN
Hening pagi sunyi tak bernada
Duduk berwujudku di atas permadani
Memandang temaran cahaya bulan
Kian meredup termakan awan hitam
Masih dalam hening pagi tak bernada
Di atas permadani berlukis rumah Allah
Aku mengeluh terhadap jiwa yang kian koyak
Tergores tajamnya pedang algojo dunia
Ya Allah......
Semakin aku jatuh semakin aku lusuh
Remuk akan kuatnya baja nafsu
Lebur akan didihnya magma setan
Ya Allah....
Kini tiada lagi tempat perlindungan untuk jiwa rapuhku
Kecuali di bawah rimbunnya pohon ampunan-Mu
Mampu hapus sejuta kegersangan dengan setetes kesejukan..............

Duduk berwujudku di atas permadani
Memandang temaran cahaya bulan
Kian meredup termakan awan hitam
Masih dalam hening pagi tak bernada
Di atas permadani berlukis rumah Allah
Aku mengeluh terhadap jiwa yang kian koyak
Tergores tajamnya pedang algojo dunia
Ya Allah......
Semakin aku jatuh semakin aku lusuh
Remuk akan kuatnya baja nafsu
Lebur akan didihnya magma setan
Ya Allah....
Kini tiada lagi tempat perlindungan untuk jiwa rapuhku
Kecuali di bawah rimbunnya pohon ampunan-Mu
Mampu hapus sejuta kegersangan dengan setetes kesejukan..............

No comments:
Post a Comment