Tuesday, 17 February 2015

REMBULAN LIMABELAS II

REMBULAN LIMABELAS II

Menjamah sesayup petang udara
yang sampaikan senandung salam
Di hariban lapis satu dua tiga
hingga tujuh wajah langit-langit
Pun pada kerjapan pundi rindu-rindu
Lalu seperti kemarin
Persis tentulah
Bayang gelak tawanya
memunculkan tipikal kesenduan tak lukis
Kemilau semburatnya berlarian sanasini
Sanasini kanankiri sanasini kanankiri
Kusimpan satu percikannya. senyum
Tahu-tahu terlewat seahun
yang jalani berjudul tentangmu
Rembulan ?

Lihatlah,
sejenak tatap diri
yang bernaung dibalik selimut pekatmu
Bukankah telah kuungkap
bentuk kesetiaan bak Taj Mahal
yang dihadiahkan Syeikh Jehan pada sang permaisuri ?
Dan ini.
Larik Puisiku bersambung meng-orkes kata-kata
Rembulan ?

Maka terhitung waktu tak masalah
Berjanji menemui
pada tengadah jembatan usia di tahun depan
memesonakanmu dalam lipat simetri keindahan
Merindumu merindumu merindumu
Rembulan limbelas
trio macan ama anaknya macantrio macan ama anaknya macan

No comments:

Post a Comment