WANITAKU
Ketika kutengadahkan wajah ke langit yang membiru
saat itu pula alu sapa dirimu
dalam remang awan
aku lirik hembusan angin
yang sekilas menyampaikan pesan rindumu
kuhela nafas panjang
kututup mata bulatku
kurasakan belalian semu
yang dianggap di rambut panjangmu
sungguh ingin kubertatap muka denganmu wahai wanitaku
ingin sekali rasanya melempar
semua hasrat rinduku kewajah cantikmu
ingin rasanya berlari kecil
menghampiri ragamu yang hampir sempurna
ingin sekali aku mengadu semua gelisahku
inginku tumpahkan semua gelora yang menumpuk di hatiku
kumerindumu wahai wanitaku
Selamat menunaikan ibadah puasa
saat itu pula alu sapa dirimu
dalam remang awan
aku lirik hembusan angin
yang sekilas menyampaikan pesan rindumu
kuhela nafas panjang
kututup mata bulatku
kurasakan belalian semu
yang dianggap di rambut panjangmu
sungguh ingin kubertatap muka denganmu wahai wanitaku
ingin sekali rasanya melempar
semua hasrat rinduku kewajah cantikmu
ingin rasanya berlari kecil
menghampiri ragamu yang hampir sempurna
ingin sekali aku mengadu semua gelisahku
inginku tumpahkan semua gelora yang menumpuk di hatiku
kumerindumu wahai wanitaku
Selamat menunaikan ibadah puasa
No comments:
Post a Comment