Thursday, 12 February 2015

PENGHARAP

PENGHARAP

Sejauh mataku memandang
Sedekat kakiku melangkah
Yang terlihat dan yang tetuju
hanya kepada perantau lama dihatiku

Bersama kupu-kupu kertas ini
aku dapat membuang bunga-bunga harapan
yang tak kenal musim,
yang kenal tanpa berlalu

Bohong juga kalau aku tak ingin
bunga itu berganti buah
yang membalas tiap-tiap titik air mata tinta
yang mengisi spasi-spasi puisi

Ya, mungkin hanya sekali ini aku bisa
bercocok tanam diatas media buku
dan lagi,
mungkin barang sekali aku berhasil
memetik hasilnya

No comments:

Post a Comment