Monday, 23 February 2015

KENAPA LAHIR DI INDONESIA

KENAPA LAHIR DI INDONESIA

     Menyikapi kehidupan sekarang, kita tidak habis pikir, mengapa negeri dan negara kita yang subur makmur ini terpuruk ? Seharusnya rakyatnya makmur, kedalam kanca yang mengerikan. Negera kita ternyata terlilit utang mengerikan. Menurut keterangan, utang pemerintah mencapai US$. 183,3 miliar, bila dirupiahkan dengan kurs RP 9000/US dollar muncul angka Rp 1.667,70 triliun, jika dibagi jumlah penduduk Indonesia 237,556 juta jiwa (sensus 2010) maka setiap penduduk Indonesia memikul  utang negara sebesar Rp 7 juta.
     Akar rumput bertanya, apakah pemerintah yang dibentukdengan biaya mahal, pandainya hanya berutang. Kita tidak kekurangan manusia pintar, profesor, doktor dan insinyur dimana-mana. Kita tidak kekurangan sumber daya alam. Apa yang kurang ? Jawabanya, yang kurang adalah berkah Illahi. Manusia Indonesia banyak yang menjadi beringas, dimana-mana resah, rusuh, onar, bantai, paksakan kehendak pribadi tanpa menenggang kepentingan orang lain, baik halus maupun kasar, rebutan kekuasaan, jatuh-menjatuhkan. Banyak orang merebut kedudukan hanya sebagai jalan untuk meraup hasil negeri ini.
     Ibu Rachmi Hatta pernah berkata :"Dulu orang banyak berpikir apa yang bisa diberikan kepada republik, barangkali kini banyak orang berpikir, apa yang bisa dikutil dari republik ini". berkahpun menjadi hilang. Bila manusia menjauhi aturan Illahi, berkahpun sulit dicari. Hidup seharusnya bersatu sebangsa setanah air, bertolong-tolongan, saling menghargai; bersama-sama pula memelihara kemerdekaan yang telah berdiri dan didirikan dengan berkah rahmat Allah Yang Maha Kuasa.
     Kata kunci peraih berkah adalah "iman dan takwa". Allah SWT berfirman ; "jika kalau sekitarnya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatanya (QS Al-Araf 96)
ada di wates yogyakartaada di wates yogyakarta

No comments:

Post a Comment