RAYUAN GOMBAL KU
menjelma di bulu dedaun bambu
beningnya menitis di mata kamu
karenannya,
saya menganggumi
mata embun itu
embun yang menitik di matamu
terasa asin dan asing
ia umpama laut
dan saya tenggelam
sebab lidah ombaknya
melempar ludah ke muka
bila mau bertaut, menyurut
dengan cara yang sama saya memahami;
di lengkung petang, burung-burung parkit
menghambur ke lenggang padang
melincur licin di pinggang bebukit
begitu juga senyumu; lapang
namun terang, mengigit pahit
sebab itulah
saya menjatuhkan diri
dan berusaha sungguh
bangkit sendiri
Ngopi dulu kang.... Dilanjut....
No comments:
Post a Comment