TUHAN TAK PERNAH JAUH SEBAGAI KEKASIH
Waktu terus bergulir henti
Dan terus berusaha menepis ruang dan kesunyian
Membiasakan rona-rona hati
Bahagia dalam separuh hati yang telah hilang
Di penghujung Ramadan ini
Aku masih terkulai lemah tak berdaya
Akulah wajah berdosa mengharap iba dari-Nya
Akulah nyala beribua kenangan kelam
Mengharap setetes air pelepas dahaga hati ini
Membasahi telaga-telaga,
relung-relung jiwa yang telah mati
Hari ini, kutasbihkan nama-Mu
senada mohon ampun dalam badai air mata
mengganggang rasa cinta di rentang sajadah
hingga batas sepi kudaki dengan doa
karena kuyakin Tuhan tak pernah jauh sebagai kekasih,
walau kadang teman kita jauh
ada di wates yogyakarta
Dan terus berusaha menepis ruang dan kesunyian
Membiasakan rona-rona hati
Bahagia dalam separuh hati yang telah hilang
Di penghujung Ramadan ini
Aku masih terkulai lemah tak berdaya
Akulah wajah berdosa mengharap iba dari-Nya
Akulah nyala beribua kenangan kelam
Mengharap setetes air pelepas dahaga hati ini
Membasahi telaga-telaga,
relung-relung jiwa yang telah mati
Hari ini, kutasbihkan nama-Mu
senada mohon ampun dalam badai air mata
mengganggang rasa cinta di rentang sajadah
hingga batas sepi kudaki dengan doa
karena kuyakin Tuhan tak pernah jauh sebagai kekasih,
walau kadang teman kita jauh
ada di wates yogyakarta
No comments:
Post a Comment