PERANTAU LAMA MENJAWAB
Kusibak kembali beledru itu
Sajak syairku ku baca
Sajak apakah yang hibernasi sendiri ?
Sajak yang terbungkus rintihan rindumu
Sajak yang bergulat menggeliat serupa ulat
Lihatlah kasih,
Ulat telah bermetamorfosis meyerupa kupu kertasmu
Kupu kertasmu tengah menari mencariku
Rasakanlah kasih,
Embus tengah menerbangkan serbuk sari
Bukan tak mungkin bunga harapan tumbuh subur di sana
Tempat yang kau kira tandus
Terbanglah kasih,
Dikebun itu aku, sang perantau lama akan datang
Kini aku sedang ermain sejenak
Palinglah wajahmu dari serbuan hama menggoda
Kasih, tegakkan dan teruskanlah
Jangan kau lelah bercocok tanaman seraya menanti
Bersabarlah sedikit himgga bunga harapan berbuah
Yakini kau akan memetik hasilnya
Dan aku akan datang di saat yang tepat

Sajak syairku ku baca
Sajak apakah yang hibernasi sendiri ?
Sajak yang terbungkus rintihan rindumu
Sajak yang bergulat menggeliat serupa ulat
Lihatlah kasih,
Ulat telah bermetamorfosis meyerupa kupu kertasmu
Kupu kertasmu tengah menari mencariku
Rasakanlah kasih,
Embus tengah menerbangkan serbuk sari
Bukan tak mungkin bunga harapan tumbuh subur di sana
Tempat yang kau kira tandus
Terbanglah kasih,
Dikebun itu aku, sang perantau lama akan datang
Kini aku sedang ermain sejenak
Palinglah wajahmu dari serbuan hama menggoda
Kasih, tegakkan dan teruskanlah
Jangan kau lelah bercocok tanaman seraya menanti
Bersabarlah sedikit himgga bunga harapan berbuah
Yakini kau akan memetik hasilnya
Dan aku akan datang di saat yang tepat

No comments:
Post a Comment