Monday, 9 February 2015

PREMAN RASA PERMEN

PREMAN RASA PERMEN

     Ibarat gula, ada gula ada semut, atau ibarat rumput, makin dibabat tumbuhnya makin lebat. Begitu pula preman. Sekarang preman makin berani, sasaran beragam sesuai aktivitas masyarakat. Dulu belum ada kafe, sekarang ada di mana-mana, sarang preman juga ada di mana-mana. Dulu rakyat paling takut dengan tentara, sekarang anggota kopassus pun dibunuh.
     Naik bus kota dicopet, cewek naik angkot diperkosa, naik motor dijambret, jalan kaki ditodong, pengusaha diperas, dan parkir mobil dipalak. Tidak ada lagi tempat yang aman. Rakyat mengeluh karena polisi seperti tidak bisa berbuat banyak. Makanya penembakan preman di Lapas Cebongan, Sleman DIY, oleh anggota Kopassus banyak didudung karena membantu membasmi preman.
     Mantan Pangdam Jaya Jenderal (Pur) Hendropriyono mengakui, penembakan itu melanggar hukum, tapi secara moral tidak. Peristiwa itu mengundang pesan moral. dalam suatu media yang menceritakan penderitaan preman yang ingin bertobat tapi tidak bisa karena ibarat sudah kontrak mati dengan polisi.
     Ada oknum polisi  Yogya yang selalu minta setoran dengan istilah uang pulsa, ada yang Rp 1.000.000. Mau pendidikan di Bali juga minta sangu para copet, anaknya minta komputer para copet urunan. Alih profesi tidak boleh, pulang kampung 'dijemput'. Di dalam penjara pun narapidana bisa kerja sama petugas dalam penjualan narkoba yang kian meresahkan.
     Itu kisah-kisah  dunia kriminal di Indonesia. Bagaimana preman mau takut sama petugas. Preman juga berani melawan petugas secara fisik. Awal tahun ini Bupati Kepulauan Aru Theddy Tengko yang dihukum karena korupsi APBN gagal dieksekusi oleh jaksa di Ambon. Saat itu segerombolan orang mengamankan sang bupati.
     Mantan Kabareskim Polri Komjen Susno Duaji yang dijatuhi hukuman karena korupsi menolak dieksekusi. Rabu 24 April 2013, banyak orang melindungi Susno dari eksekusi jaksa di rumahnya di Bandung. Ia juga dapat perlindungan dari Polda Jabar. Sekarang tidak ada Pak Harto yang di taati, tidak ada Pak Domo yang ditakuti (dengan petrusnya). Preman atau kehidupan gaya preman sudah mengusai negeri ini. Hukum dibuat akrobat oleh ahli hukum. Jangan-jangan nanti ada orang kecopetan laporannya pada kopassus.

No comments:

Post a Comment