ABG ( Aku Baru Galau)
"SAYA
sudah mulai meninggalkan dunia hitam menuju dunia putih," kata saya,
sambil menunjukkan rambutnya yang mulai beruban. "kalau saya sih, sudah
sepenuhnya masuk dunia putih," timpal teman saya. "Tapi kamu masih
mendingan. Teman kita yang satu ini, sudah tidak ada dunianya lagi. Dia
sudah Botak !" Tawa pun meledak, sementara si botak hanya tersenyum
dikulum. Usia memang tak dapat dipungkiri. meski kesehatan bisa terus
dijaga, perlahan tapi pasti, wktu akan menggerogoti tubuh kita. Dengan
menjaga makanan, minumanm olahraga dan istirahat, kebugaran tubuh
mungkin dapat dipertahankan lebih lama, tetapi saja takkan bisa melawan
usia. Produk kosmetik bolehlah berslogan anti-ketuaan, tetapi ketuan
sebagai hukum alam takkan bisa dihindari.
Namun tetap saja manusia bangga dan mendabakan tubuh muda yang kuat, sehat, tampan dan cantik. Mungkin ini sebabnya, jika orang kita bertemu seorang kawan berkata,"Kamu ini tidak berubah, tetap saja muda." Sadar bahwa si teman hanya basa-basi, ia pun menimpali dengan gaya Batak," kalau kau berubah jadi haramau, kumakan kau," Di era sekarang, kemudaan semakin menjadi idaman, berkat 'khotbah' iklan untuk membeli segala macam barang yang baru. Belum puas kita memakai, dan mungkin belum lunas pula kreditnya, sudah muncul lagi model terbaru. Tentu saja, yang baru itu dicitrakan lebih baik dan menarik, karena yang baru adalah yang muda, seperti istri baru yang disebut istri muda.
Tetapi kemudaan tak selamanya menguntungkan. Pernahkah Anda menyaksikan anak-anak kusing yang mencakar satu sama lain sambil mengeong-ngeong? Kata orang kita, anak-anak kucing yang berkelahi itu sedang berebut ingin menjadi yang tertua. Mengapa ? Karena yang tertua akan menjadi ketua ? Dalam hal kepemimpinan, lebih-lebih dalam budaya tradisional, yang tua biasanya diutamakan. Disisi lain, kalau dicermati lebih jauh, sebenarnya perhatian kita pada kemudaan dan ketuaan adalah pantulan dari kesadaran kita akan waktu.
Bagi yang tua, kemudaan adalah masa lalu, ketuaan adalah masa depan. Karena setiap orang memiliki masa lalu dan masa depan jika dilihat dari keberadaannya sekarang, maka kemudaan dan ketuaan akhirnya menjadi relatif. Dengan demikian, yang diperlukan bukanlah memuja atau menghina kemudaan dan ketuaan, melainkan memadukan keduanya dalam kesadaran kita. Tenggelam dalam nostalgia masa lalu, sama buruknya dengan ketakutan menghadapi masa depan. Dengan memadukan keduanya, kita akan berada di tengah-tengah, sehingga kita bisa belajar dari masa lalu dan membangun harapan untuk masa depan.
Hari ini adalah hari pertama 2013. inilah kiranya saat yang tepat untuk melakukan instrospeksi, mengevaluasi hidup yang telah kita lalui, lalu menyusun rencana untuk masa depan yang lebih baik. Inilah momentum ketika masa lalu dan masa depan berjumpa dan berpadu mesra. kita sudah memasuki tahun 2013. Namun kalau kita renungkan lebih dalam, pergantian tahun sebenarnya tak lebih dari pergantian tanggal yang sengaja dibuat manusia. Andai di dunia ini tak ada sistem penanggalan, sesungguhnya setiap saat manusia tetap mengalami peralihan waktu, dari masa lalu ke masa depan.
Setiap detik, setiap detak jantung dan desah napas kita, sebenarnya melewati kemudaan menuju ketuaan. Tahun hanyalah tanda berupa angka. memuja tanda tanpa menghayati maknanya, sama naifnya dengan mengagumi kulit tapi melupakan isinya. Karena itu saya khawatir, bagi banyak orang, pesta meriah di malam tahun baru tadi malam yang sudah mentradisi itu, hanyalah perayaan angka ketimbang penghayatan makna. Selamat memasuki tahun 2013. smoga tambah sukses dari sebelumnya........tahun baru, semangat baru, tapi istri ga baru kan....wkkkkkkkk....

Namun tetap saja manusia bangga dan mendabakan tubuh muda yang kuat, sehat, tampan dan cantik. Mungkin ini sebabnya, jika orang kita bertemu seorang kawan berkata,"Kamu ini tidak berubah, tetap saja muda." Sadar bahwa si teman hanya basa-basi, ia pun menimpali dengan gaya Batak," kalau kau berubah jadi haramau, kumakan kau," Di era sekarang, kemudaan semakin menjadi idaman, berkat 'khotbah' iklan untuk membeli segala macam barang yang baru. Belum puas kita memakai, dan mungkin belum lunas pula kreditnya, sudah muncul lagi model terbaru. Tentu saja, yang baru itu dicitrakan lebih baik dan menarik, karena yang baru adalah yang muda, seperti istri baru yang disebut istri muda.
Tetapi kemudaan tak selamanya menguntungkan. Pernahkah Anda menyaksikan anak-anak kusing yang mencakar satu sama lain sambil mengeong-ngeong? Kata orang kita, anak-anak kucing yang berkelahi itu sedang berebut ingin menjadi yang tertua. Mengapa ? Karena yang tertua akan menjadi ketua ? Dalam hal kepemimpinan, lebih-lebih dalam budaya tradisional, yang tua biasanya diutamakan. Disisi lain, kalau dicermati lebih jauh, sebenarnya perhatian kita pada kemudaan dan ketuaan adalah pantulan dari kesadaran kita akan waktu.
Bagi yang tua, kemudaan adalah masa lalu, ketuaan adalah masa depan. Karena setiap orang memiliki masa lalu dan masa depan jika dilihat dari keberadaannya sekarang, maka kemudaan dan ketuaan akhirnya menjadi relatif. Dengan demikian, yang diperlukan bukanlah memuja atau menghina kemudaan dan ketuaan, melainkan memadukan keduanya dalam kesadaran kita. Tenggelam dalam nostalgia masa lalu, sama buruknya dengan ketakutan menghadapi masa depan. Dengan memadukan keduanya, kita akan berada di tengah-tengah, sehingga kita bisa belajar dari masa lalu dan membangun harapan untuk masa depan.
Hari ini adalah hari pertama 2013. inilah kiranya saat yang tepat untuk melakukan instrospeksi, mengevaluasi hidup yang telah kita lalui, lalu menyusun rencana untuk masa depan yang lebih baik. Inilah momentum ketika masa lalu dan masa depan berjumpa dan berpadu mesra. kita sudah memasuki tahun 2013. Namun kalau kita renungkan lebih dalam, pergantian tahun sebenarnya tak lebih dari pergantian tanggal yang sengaja dibuat manusia. Andai di dunia ini tak ada sistem penanggalan, sesungguhnya setiap saat manusia tetap mengalami peralihan waktu, dari masa lalu ke masa depan.
Setiap detik, setiap detak jantung dan desah napas kita, sebenarnya melewati kemudaan menuju ketuaan. Tahun hanyalah tanda berupa angka. memuja tanda tanpa menghayati maknanya, sama naifnya dengan mengagumi kulit tapi melupakan isinya. Karena itu saya khawatir, bagi banyak orang, pesta meriah di malam tahun baru tadi malam yang sudah mentradisi itu, hanyalah perayaan angka ketimbang penghayatan makna. Selamat memasuki tahun 2013. smoga tambah sukses dari sebelumnya........tahun baru, semangat baru, tapi istri ga baru kan....wkkkkkkkk....

No comments:
Post a Comment