Monday, 9 February 2015

SARANG PENYAMUN

SARANG PENYAMUN

Bagai sarangku yang terusik
Engkau mengetuk, izin mau masuk
Hatiku penuh melati kapas suci
Sang elang pun bermuka merah

Isyarat berbaik hatilah
Sayang aku hanya punya sarang
Kau datang,
aku terdesak ke belakang

Apakah aku harus tersingkirkan
Beginikah keadaannya
Akupun harus mengalah
Demi sesuatu

Sarangku bukan sarangmu
Keadaanku bukan keadaanmu
Bukankah begitu
Coba terima apa adanya

Dengan memperkosa begini
Ini akan membuat lain
Rasa berontakpun terjadi
Apakah aku harus lari

Lari dari kenyataan
Dari pada terjadi konslet
Bangsat
bajingan

No comments:

Post a Comment