Monday, 9 February 2015

APAKAH POLITIK ITU KEJAM

APAKAH POLITIK ITU KEJAM

     "POLITIK orang sekarang, dalam bahasa orang dahulu, politik itu artinya membodohi" kata Alm guru sekumpul guru asal kalimantan selatan setengah bercanda, yang kontan disambut tawa ribuan anggota jemaah pengajiannya. Saya kembali teringat canda guru sekumpul itu, ketika para pengamat mengatakan, 2013 ini adalah tahun politik. Para politisi mualai siaga menghadapi pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014. Mereka yang sekarang berkuasa, mulai pasang kuda-kuda agar tetap mberkuasa. Sedangkan yang belum, mulai mengatur langkah agar kelak juga bisa duduk di kursiempuk kekuasaan.
     Kekuasaan memang mempesona, menggoda manusia sepanjang masa. Karena dengan kekuasaan, oarang bisa berbuat banyak untuk mewujudkan aneka cita-cita. Kekuasaan juga bisa memberikan dua hal yang diidamkan manusia: kekayaan dan ketenaran. Karena itu, bagi banyak orang, kekuasaan identik dengan kesuksesan. Bukankah orang yang berkuasa, kaya dan terkenal, adalah orang sukses ?. Karena kekuasaan itu amat menarik, orang kadang menghalalkan segala cara untuk bisa meraihnya. Inilah yang dimaksud Guru Sekumpul kalsel, bahwa politik itu sama dengan membodohi. Dalam pengertian ini, politisi adalah manusia munafik, yang menurut sebuah Hadis Nabi Saw, memiliki tiga ciri, yaitu jika berjanji ia berdusta, jika berjanji ia tidak menempati, dan jika diberi kepercayaan ia berkhianat.
     Manusia memang pandai berpura-pura, dan konon yang paling ahli melakukannya dan adalah politisi. Dengan senyum manis, wajah ceria dan kata-kata mutiara, ia dapat memukau hati banyak orang. Padahal semua itu hanya silat lidah belaka. Kita pun akhirnya tertipu. Seperti kata pepatah : Dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa yang tahu ? Jangan sangka air yang tenang tak berbahaya !. Disamping lihai bersandiwara, politisi jenis ini biasanya juga pandai mengikat orang agar setia padanya. Ia semula tampak tulus membantu, padahal nanti ia akan menagih sesuatu. Dikira apa adanya, ternyata ada apanya. Karena sudah termakan jasanya, orang yang dibantu itu akan sulit mengelak. Ia akhirnya laksana sapi yang ditarik di hidungnya, yang selalu setia mengikuti apapun keinginan tuannya.
     Selain licin bagai belut, politisi kadangkala juga kejam. Jangankan teman seiring, orang tua dan saudara kandung pun bisa ia korbankan. Bacalah sejarah bangsa-bangsa di dunia, baik di Timur atau Barat, Anda akan temukan banyak contoh mengenai kekejaman politik. Orang tidak hanya tega menipu, tetapi juga sampai hati membunuh sesama manusia, demi mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan. Tetapi itu hanya satu sisi dari kehidupan politik.Disamping sisi gelap, politik juga memiliki sisi terang. Bukankah dengan kekuasaan, banyak hal bisa dilakukan? Seorang politisi yang baik, akan dapat membaiki kehidupan masyarakatnya. Indonesia ini merdeka dari penjajah, antara lain berkat jasa para politisi. Negeri ini memiliki undang-undang dan hukum, adalah juga hasil kerja para politisi.
     Karena kekuasaan itu oenting, sebagian gerakan sosial, baik berdasarkan agama maupun ideologi sekuler, membangun mimpi tentang suatu masyarakat yang adil sejahtera berdasarkan sistem politik yang mereka gariskan. Mereka yakin, jika sistem politik suatu negara sudah benar-benar sesuai dengan konsep mereka, keadilan dan kesejahteraan pasti akan terwujud di muka bumi ini. Saya kira, baik pandangan yang menganggapkan politik itu kotor sehingga harus dihindari, atau sebaliknya, bahwa politik itu sangat penting sehingga harus dinomorsatukan, sama-sama berlebihan. Pandangan yang benar adalah ditengah. Politik itu penting, tetapi bukan segalanya. Untuk memajukan masyarakat, orang bisa berjuang melalui jalur politik, bisa pula melalui jalur ekonomi, sosial dan budaya.
     Begitu pula. mengatakan semua politisi busuk, sama salahnya dengan menganggap semua politisi itu baik. Karena politik adalah seni kemungkinan, ia sulit dinilai secara hitam-putih. Didunia politik, garis pembatas antara cerdik dan licik, baik dan munafik, seringkali kabur. Di situ cahaya dan kegelapan bertemu. Yang bisa kita harapkan bukan menhalau total kegelapan, melainkan memperbanyak cahaya. Nah apakah thun politik 2013 ini akan diterangi lebih banyak cahaya kebaikan, atau justru diselimuti awan gelap kemunafikan ? Mari kita jalani dan buktikan bersama-sama !

No comments:

Post a Comment