ENAKAN ZAMANKU TO ?
KALAUmau
jujur sebenarnya rakyat Indonesia sangat merana melihat perkenbangan
negeriini yang sejak reformasi 15 tahun lalu hanya melahirkan kekerasan
demikekerasan. Seperti negeru tanpapemerintah, kekerasan mengusai
berbagai bidah kehidupan.
Hampir tidak ada pemilu kepala daerah yangtidak melahirkan keributan. Pendaftaran tidak memnuhi syarat, dinyatakan tidakmemnuhi syarat bikin rusuh, kalah bikin rusak. Yang menang bikin bobrok negarakarena harus bayar utang kampanye lewat korupsi.
Rasa persaudaraan antar tetangga jugahilang, dimana-mana ada perang antar kampung. Kalau perang suku di Papua ituadat tapi kalau di daerah lain itu kriminal. Acara musik berakhir tawuran,suporter sepak bola saling gebuk, antar mahasiswa saling serang.
Bukan itu saja, kini yang namanya premandan premanisme sudah malang melintang di tengah kehidupan kita. Contoh PasarTanah Abang Jakarta. Kawasan itu sejak lama menjadi pusat ‘bisnisnya’ parapreman, mulai dari beking terhadap PKL sampai parkir liar. Penerbitan olehJokowi (Gubernur DKI Jakarta) menghadapi tantangan. Preman-preman yangakankehilangan setoran PKL, marah. Biasanya mereka dapat Rp 2-3juta/bulan/lapak. Salah seorang DPRD DKI juga ‘Penguasa’ Tanah Abang dan kinimeradang.
Kalau hanya mengandalkan Satpol PP sampaikapan pun preman tak akan tunduk, Polri pun sering dilawan. Jadi kenapaditurunkan tentara ? Rakyat butuh tenang dan hidup nyaman.
Penembakan misterius (Petrus) terhadappreman di zaman Soeharto didukung rakyat. Penembakan preman oleh anggotaKopassus di Lembaga Pemasyarakatan Sleman juga dipuji rakyat. Mungkin tidakharus begitu tapi rakyat ingin pemerintah tegash. Tahun 2014 tinggal sebentar,berikan kenangan indah buat rakyat.
Kita sering melihat di jalan-jalanmobil-mobil truk dihiasi gambar dan tulisan yang mencerminkan hati dan perasaansang sopir. Misalnya gambar perempuan cantik dengan ungkapan kesepian seseoranglelaki. Kini gambar-gambar itu ada yang diganti dengan wajah mantan PresidenSoeharto dengan tulisan Enakan Zamanku to? itulah suara hati nurani rakyat yang sebenarnya.

Hampir tidak ada pemilu kepala daerah yangtidak melahirkan keributan. Pendaftaran tidak memnuhi syarat, dinyatakan tidakmemnuhi syarat bikin rusuh, kalah bikin rusak. Yang menang bikin bobrok negarakarena harus bayar utang kampanye lewat korupsi.
Rasa persaudaraan antar tetangga jugahilang, dimana-mana ada perang antar kampung. Kalau perang suku di Papua ituadat tapi kalau di daerah lain itu kriminal. Acara musik berakhir tawuran,suporter sepak bola saling gebuk, antar mahasiswa saling serang.
Bukan itu saja, kini yang namanya premandan premanisme sudah malang melintang di tengah kehidupan kita. Contoh PasarTanah Abang Jakarta. Kawasan itu sejak lama menjadi pusat ‘bisnisnya’ parapreman, mulai dari beking terhadap PKL sampai parkir liar. Penerbitan olehJokowi (Gubernur DKI Jakarta) menghadapi tantangan. Preman-preman yangakankehilangan setoran PKL, marah. Biasanya mereka dapat Rp 2-3juta/bulan/lapak. Salah seorang DPRD DKI juga ‘Penguasa’ Tanah Abang dan kinimeradang.
Kalau hanya mengandalkan Satpol PP sampaikapan pun preman tak akan tunduk, Polri pun sering dilawan. Jadi kenapaditurunkan tentara ? Rakyat butuh tenang dan hidup nyaman.
Penembakan misterius (Petrus) terhadappreman di zaman Soeharto didukung rakyat. Penembakan preman oleh anggotaKopassus di Lembaga Pemasyarakatan Sleman juga dipuji rakyat. Mungkin tidakharus begitu tapi rakyat ingin pemerintah tegash. Tahun 2014 tinggal sebentar,berikan kenangan indah buat rakyat.
Kita sering melihat di jalan-jalanmobil-mobil truk dihiasi gambar dan tulisan yang mencerminkan hati dan perasaansang sopir. Misalnya gambar perempuan cantik dengan ungkapan kesepian seseoranglelaki. Kini gambar-gambar itu ada yang diganti dengan wajah mantan PresidenSoeharto dengan tulisan Enakan Zamanku to? itulah suara hati nurani rakyat yang sebenarnya.

No comments:
Post a Comment