Sunday, 8 February 2015

DI ANTARA

DI ANTARA

Aku selalu mengenggam rapat anyaman rasaku
Jemariku selalu mampu mengikat apa yang telah merapat
Menjunjung tinggi harap pada apa yang di dekap
Semua itu sebelum ini

Hingga tiba gulungan topan rasa yang memaksa bernaung
dan berlindung di bawah dua buah pohon besar sekaligus
Mungkinkah itu ?Inilah fakta nyata
Aku berada di bawah keduanya
Yang satu menyuburkan daun kenangan
Sedang yang lain membesarkan bakal buah masa depan

Terbuai oleh hembus semilir buai dedauan dari keduanya
Tanpa sadar semua terlalu jauh

Dan ketika topan reda
Salah satu dari pohon yang menaungiku mau tak mau
harus kutumbangkan
Bukanku tak tau diri
Tapi tak bisa terus berada di keduanya
Entah itu pohon kenangan
atau pohon yang kini masih menyuguhkan kerindangan

No comments:

Post a Comment