Sunday, 8 February 2015

HUJAN DIANTAR KAMU

HUJAN DIANTAR KAMU

Mentari bergulir menuju senja
Angin menyapa dengan manja
Diiringi alunan nada penuh cinta

Aku berdiri di sini di bawah senja
Di bawah hujan dan tetesan air mata
Menatap langit senja dnengn binar lara

Sejenak kurasakan tetesan lembut yang menerpa jiwaku
Awalnya terasa biasa
Namun setelah kuresapi terasa begitu sakit dan meyiksa

Semakin deras
Kini hujan membasahi tubuhku
Mengalir di setiap sudut mataku

Kegetiran mulai merengkuh
Merengkuh jiwa yang angkuh
Tersendu dalam waktu yang terus saja berlalu

Tuhan tolong aku
Kebisan menghujamku
Menjadikan ku beku dan tak tau dalam berlaku

No comments:

Post a Comment