SEDOT MAS
SEORANG pengamen
anak jalanan duduk-duduk di lampu merah. Sesekali anak tersebut
memasukkan hidungnya ke dalam baju, seperti ada yang dihidupnya
(disedotnya), setelah itu kembali menatap jalan. Lima menit kemudian,
anak jalanan tersebut kembali memasukkan hidungnya ke dalam bajunya dan
itu dilakukannya berulang kali. Pemandangan anak jalanan, mengamen dan
meminta uang di sepanjang jalan-jalan protokol kota besar tidak aneh.
“Bila anak pengamen memasukkan hidung ke dalam baju, berarti adan yang dihisapnya yakni lem fox,” selain lem fox, anak jalanan tersebut juga menghisap semir sepatu. “Baik lem fox maupun semir bila di hisap dan dicium bisa memabukkan. Namun, bila dipakai secara terus menerus bisa menimbulkan kegilaan,” Bagi yang sudah beranjak dewasa akan beralih ke ekstasi, sabu dan sejenisnya. Sabu merupakan zat metilamfelamin (turunan amfetamin) yang berbentuk kristal putih mirip vetsin, mudah larut dalam alkohol dan air.
“Ciri-ciri pemakai sabu, lebih bersemangat, percaya diri dan keberanian meningkat, senang nyerocos dan curiga berlebihan pada semua orang,” Namun, bila digunakan secara terus menerus menimbulkan efek yang tak baik yakni otak sulit berpikir dan konsentrasi, perilaku menjurus pada kekerasan, berat badan menyusut, impoten, halunisasi dan kerusakan pembuluh darah otak yang dapat berlanjut menjadi stroke (pecahnya pembuluh darah).
Benda haram yang cukup banyak dipakai masyarakat yakni ekstasi. Bentuknya pil atau tablet dengan bemacama-macam model dan warna. Efeknya bagi pengguna adalah peningkatan detak jantung dan tekanan darah, hilangnya rasa percaya diri. Setelah efek diatas, biasanya yang terjadi perasaan lelah, cemas dan depresi yang dapat berlangsung beberapa hari. Yang lebih parah lagi bisa menimbulkan kerusakan otak permanen hingga kematian.
Selain sabu dan ekstasi, masih banyak lagi jenis narkoba seperti ganja, kokain, putaw dan sebagainya. Penyalahgunaan Narkoba dewasa ini dirasakan sudah sangat mengawatirkan, termasuk di daerah perdesaan. Orang tua harus ekstra ketat menjaga anak-anaknya dari ancaman bahaya Narkoba yang semakin memprihatinkan

“Bila anak pengamen memasukkan hidung ke dalam baju, berarti adan yang dihisapnya yakni lem fox,” selain lem fox, anak jalanan tersebut juga menghisap semir sepatu. “Baik lem fox maupun semir bila di hisap dan dicium bisa memabukkan. Namun, bila dipakai secara terus menerus bisa menimbulkan kegilaan,” Bagi yang sudah beranjak dewasa akan beralih ke ekstasi, sabu dan sejenisnya. Sabu merupakan zat metilamfelamin (turunan amfetamin) yang berbentuk kristal putih mirip vetsin, mudah larut dalam alkohol dan air.
“Ciri-ciri pemakai sabu, lebih bersemangat, percaya diri dan keberanian meningkat, senang nyerocos dan curiga berlebihan pada semua orang,” Namun, bila digunakan secara terus menerus menimbulkan efek yang tak baik yakni otak sulit berpikir dan konsentrasi, perilaku menjurus pada kekerasan, berat badan menyusut, impoten, halunisasi dan kerusakan pembuluh darah otak yang dapat berlanjut menjadi stroke (pecahnya pembuluh darah).
Benda haram yang cukup banyak dipakai masyarakat yakni ekstasi. Bentuknya pil atau tablet dengan bemacama-macam model dan warna. Efeknya bagi pengguna adalah peningkatan detak jantung dan tekanan darah, hilangnya rasa percaya diri. Setelah efek diatas, biasanya yang terjadi perasaan lelah, cemas dan depresi yang dapat berlangsung beberapa hari. Yang lebih parah lagi bisa menimbulkan kerusakan otak permanen hingga kematian.
Selain sabu dan ekstasi, masih banyak lagi jenis narkoba seperti ganja, kokain, putaw dan sebagainya. Penyalahgunaan Narkoba dewasa ini dirasakan sudah sangat mengawatirkan, termasuk di daerah perdesaan. Orang tua harus ekstra ketat menjaga anak-anaknya dari ancaman bahaya Narkoba yang semakin memprihatinkan

No comments:
Post a Comment