SIAPKAN NIAT DAN MENTAL
Assalamu'alaikum Wr Wb.
Bulan Ramadan beberapa saat lagi akan datang menjumpai kita Bulan yang
mulia, yang diharapkan oleh orang-orang shalih perjumpaan dengannya. Di
bulan tersebut, seseorang bisa mengumpulkan phala yang banyak dengan
waktu yang singkat demi mencapai kedudukan yang mulia di sisi Allah
Ta'la. Sejenak marilah kita introspeksi, sudah berapa kali kita
mendapati Ramadhan. Bulan Ramadan merupakan sekolah keimanan dan bengkel
yang sangat manjur bagi orang yang mengetahuinya. Banyak sekali
pembelajaran yang dapat diambil darinya, Iklas merupakan fondasi pertama
diterimanya suatu amalan ibadah seorang hamba.
Dalam ibadah puasa secara khusus Nabi Saw bersabda, "Barang siapa berpuasa dibulan Ramadan karena keimanan dan mengharap pahala Allah, maka akan diampunilah dosanya yang telah lalu (HR Bukhori dan Muslim). Demikian pula dalam setiap amal ibadah murni hanya untuk Allah semata sehingga kita tidak menharap selin Allah. Ingatlah bahwa sebesar apa pun ibadah tidak ikhlas mengharapkan wajah Allah maka sia-sia belaka tiada berguna.
Seorang yang berpuasa tidak akan berbuka sekalipun manusia tidak ada yang mengetahuinya karena merasa takut dan merasa diawasi oleh Allah dalam gerak-geriknya. Demikianlah hendaknya kita dalam setiap saat merasa takut dan diawasi oleh Allah dimana pun berada dan kapan pun juga, terlebih ketika kita hanya seorang diri. Apalagi pada zaman kita ini, alat-alat maksiat begitu mudah dikonsumsi, maka ingatlah bahwa itu adalah ujian agar Allah mengetahui siapa diantara hamba-Nya yang takut kepada-Nya.
Kasih sayang Terhadap sesama, Bulan Ramadan adalah bulan kasih sayang dan kedermawaan, karena bulan itu adalah bulan yang sangat mulia dan pahalanya berlipat ganda. Nabi kita Muhammad Saw adalah orang yang paling dermawan dan lebih dermawan lagi apabila dibulan Ramadan, sehingga digambarkan bahwa beliau lebih dermawan dari pada angin yang kencang.
barang siapa memberi makanan kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala semisal orang yang berpuasa, tanpa dikurangi dari pahala yang orang berpuasa sedikit pun (HR Tirmidzi). Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa islam adalah agama yang Rahman dan Rahim (Maha penyayang), Nabi Muhammad Saw juga juga adalah penyayang, Alquran juga penyayang.
Wallahul Muwafiq ila Agwamit Thariq
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Dalam ibadah puasa secara khusus Nabi Saw bersabda, "Barang siapa berpuasa dibulan Ramadan karena keimanan dan mengharap pahala Allah, maka akan diampunilah dosanya yang telah lalu (HR Bukhori dan Muslim). Demikian pula dalam setiap amal ibadah murni hanya untuk Allah semata sehingga kita tidak menharap selin Allah. Ingatlah bahwa sebesar apa pun ibadah tidak ikhlas mengharapkan wajah Allah maka sia-sia belaka tiada berguna.
Seorang yang berpuasa tidak akan berbuka sekalipun manusia tidak ada yang mengetahuinya karena merasa takut dan merasa diawasi oleh Allah dalam gerak-geriknya. Demikianlah hendaknya kita dalam setiap saat merasa takut dan diawasi oleh Allah dimana pun berada dan kapan pun juga, terlebih ketika kita hanya seorang diri. Apalagi pada zaman kita ini, alat-alat maksiat begitu mudah dikonsumsi, maka ingatlah bahwa itu adalah ujian agar Allah mengetahui siapa diantara hamba-Nya yang takut kepada-Nya.
Kasih sayang Terhadap sesama, Bulan Ramadan adalah bulan kasih sayang dan kedermawaan, karena bulan itu adalah bulan yang sangat mulia dan pahalanya berlipat ganda. Nabi kita Muhammad Saw adalah orang yang paling dermawan dan lebih dermawan lagi apabila dibulan Ramadan, sehingga digambarkan bahwa beliau lebih dermawan dari pada angin yang kencang.
barang siapa memberi makanan kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala semisal orang yang berpuasa, tanpa dikurangi dari pahala yang orang berpuasa sedikit pun (HR Tirmidzi). Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa islam adalah agama yang Rahman dan Rahim (Maha penyayang), Nabi Muhammad Saw juga juga adalah penyayang, Alquran juga penyayang.
Wallahul Muwafiq ila Agwamit Thariq
Wassalamu'alaikum Wr Wb
No comments:
Post a Comment