Sunday, 8 February 2015

SKETSA DEBU JALANAN

SKETSA DEBU JALANAN

Bacalah bila hanya sajak buram
Kenyataannya bisu pada kotak suara
Naluri pejuang Bhineka Tunggal Ika

Dia berlari namun tanpa pijakan kaki
Dia menadah namun tak ada jari sanubari
Ia menggorek serpihan pakaian telanjangnya
Pada kejauhan lebih bersyukur dari mereka yang ada

Kejapan mata lemah landai
Berbaring di tanah meminta pelukan Tuhan
Tidak dinaya, memandang kerajaan digjaya
Lantunan irama elegi, silahkan bicara!
Sketsa debu harapan, debu impian.

Mimpi yang ingin menjadikan goresan nyata
Satu permintaan yakni ia hanya ingin dianggap ada
Hidup berulang-ulang sekejab di depan mata
Mungkinkah lembaran buram yang teraniaya,
atau bisa saja goresan pena terangnya hampa
sekali lagi mimpi-mimpi yang terhapus kabut senja
cukup entakan tubuh pias redup api lentera
membuka tabir elegi garis khatulistiwa

Sebuah nama, sebuah lukisan pajangan
ia menghilang pada kuas angin malam
Siaran dulu coy........Siaran dulu coy........

No comments:

Post a Comment