TIDAK DULU TIDAK SEKARANG
GENERASI
muda saat ini sudah terpengaruh gaya westernisasi. Ini menandakan
watak, akhlak dan karakter generasi muda tidak kokoh. Penjajahan saat
ini tidak lagi secara fisik melainkan menyisipkan dalam budaya dan
teknologi. Bangsa penjajah mengetahui karakter generasi muda sudah tidak
kokoh lagi, sehingga melalui jalur-jalur itulah melancarkan misinya.
Saat ini para remaja sibuk mencari jati dirinya agar ingin tampil modern. Tetapi ternyata salah langkah, dan tidak paham betul dalam memaknai modernisasi. Padahal, orientasi modernisasi haruslah dimaknai ke arah yang posisif. Generasi muda memaknai modernisasi lebih kepada gaya hidup dan cara berpakaian. Corak pergaulan barat hidup seatap bagi laki-laki dan perempuan menjadi hal biasa. Parahnya, hal itu ditiru generasi muda kita. Hal itu justru bukanlah suatu modernisasi, tetapi merupakan perilaku menyimpang, baik dari sudut agama dan norma.
Perlu peran semua pihak, terutama keluarga. Jadikan keluarga sebagai wadah berkumpul yang nyaman bagi anak-anak, tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Sekolah bukan hanya sebagai tempat untuk menransfer ilmu, melainkan mengajarkan nilai-nilai. Masyarakat dan lingkungan harus berperan memberikan keteladanan-keteladanan dan jangan justru kontra produktif. Tak kalah ikut berperannya adalah pemerintah dan ulama agar tak henti-hentinya memberikan contoh keteladanan dan petuah-petuah kepada umatnya.

Saat ini para remaja sibuk mencari jati dirinya agar ingin tampil modern. Tetapi ternyata salah langkah, dan tidak paham betul dalam memaknai modernisasi. Padahal, orientasi modernisasi haruslah dimaknai ke arah yang posisif. Generasi muda memaknai modernisasi lebih kepada gaya hidup dan cara berpakaian. Corak pergaulan barat hidup seatap bagi laki-laki dan perempuan menjadi hal biasa. Parahnya, hal itu ditiru generasi muda kita. Hal itu justru bukanlah suatu modernisasi, tetapi merupakan perilaku menyimpang, baik dari sudut agama dan norma.
Perlu peran semua pihak, terutama keluarga. Jadikan keluarga sebagai wadah berkumpul yang nyaman bagi anak-anak, tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Sekolah bukan hanya sebagai tempat untuk menransfer ilmu, melainkan mengajarkan nilai-nilai. Masyarakat dan lingkungan harus berperan memberikan keteladanan-keteladanan dan jangan justru kontra produktif. Tak kalah ikut berperannya adalah pemerintah dan ulama agar tak henti-hentinya memberikan contoh keteladanan dan petuah-petuah kepada umatnya.

No comments:
Post a Comment