GARUDAKU (di)SAYANG(kan)
SEKARANG
jarang pelajar termasuk tingkat SLTA yang hapal susunan lima sila dari
Pancasila. Bahkan untuk menyebut sila pertama saja, ada yang
terseok-seok alias tidak bisa. Ini karena, sekarang pendidikan Pancasila
memang sudah seperti di anak tirikan, setelah di masa Presiden Suharto
mendapat porsi terhormat. Tetapi, karena Pancasila adalah dasar negara
Indonesia maka wajib bagi warga negara untuk mempelajarinya.
Sangat memprihatinkan jika burung garuda yang merupakan lambang lima sila dari Pancasila hanya dijadikan simbol atau pajangan belaka di rumah-rumah/ sekolah-sekolah tanpa memahami nilai-nilai luhur yang terkadang di dalamnya. Miris rasanya melihat generasi muda saat ini tidak hapal bahkan tidak memahami nilai-nilai dasar falsafah dan ideologi Negara Indonesia ini. Padahal sebagaimana kita ketahui bersama Pancasila merupakan tatanan dan pedoman hidup bernegara dan berbangsa sesuai dengan nilai-nilai dan moral yang ada dalam sila pertaman sampai dengan sila kelima.
Lunturnya nialai-nilai Pancasila saat ini ditengarai menjadi penyebab kebobrokan moral negeri ini. Hilangnya nilai kesantunan, berkurangnya semangat tenggang rasa dan gotong royong di lingkungan masyarakat, tawuran, perkelahian di kalangan pelajar dan mahasiswa, korupsi, dll merupakan indikasi betapa niali-nilai Pancasila kini semakin jauh dari realitas kehidupan berbangsa di Indonesia.
Menggalakan kembali penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) ini ke dalam kurikulum sekolah-sekolah merupakan salah satu usaha menumbuhkan kembali semangat Pancasila di negeri tercinta ini. Dengan melaksanakan lagi Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) juga diharapkan generasi-generasi baru bangsa ini dapat menghayati dan memahami niali-nilai yang terkandung dalam Pancasila secara utuh sehingga dapat mencetak generasi-generasi Pancasilais yang sadar hukum dan bermoral/

Sangat memprihatinkan jika burung garuda yang merupakan lambang lima sila dari Pancasila hanya dijadikan simbol atau pajangan belaka di rumah-rumah/ sekolah-sekolah tanpa memahami nilai-nilai luhur yang terkadang di dalamnya. Miris rasanya melihat generasi muda saat ini tidak hapal bahkan tidak memahami nilai-nilai dasar falsafah dan ideologi Negara Indonesia ini. Padahal sebagaimana kita ketahui bersama Pancasila merupakan tatanan dan pedoman hidup bernegara dan berbangsa sesuai dengan nilai-nilai dan moral yang ada dalam sila pertaman sampai dengan sila kelima.
Lunturnya nialai-nilai Pancasila saat ini ditengarai menjadi penyebab kebobrokan moral negeri ini. Hilangnya nilai kesantunan, berkurangnya semangat tenggang rasa dan gotong royong di lingkungan masyarakat, tawuran, perkelahian di kalangan pelajar dan mahasiswa, korupsi, dll merupakan indikasi betapa niali-nilai Pancasila kini semakin jauh dari realitas kehidupan berbangsa di Indonesia.
Menggalakan kembali penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) ini ke dalam kurikulum sekolah-sekolah merupakan salah satu usaha menumbuhkan kembali semangat Pancasila di negeri tercinta ini. Dengan melaksanakan lagi Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) juga diharapkan generasi-generasi baru bangsa ini dapat menghayati dan memahami niali-nilai yang terkandung dalam Pancasila secara utuh sehingga dapat mencetak generasi-generasi Pancasilais yang sadar hukum dan bermoral/

No comments:
Post a Comment