TOILET SAKSI BISU
Kisah bgini. Rabu 18/9/2013lalu Komisi III DPR mengadakan uji kepatutan dan kelayakan calon hakim agung. Salah seorang peserta, Sudrajat Dimyati, selesai mendapatkan pertanyaan bergegas ke toilet. Tidak lama kemudian anggota Komisi III Bachrudin Nasori dari FPKB menyusul dan bertemu di toilet. Keduanya berbisik-bisik, lantas Sudrajat menyerahkan sesuatu kepada Bachrudin. Keduanya lantas keluar toilet beriringan.
Ketika wartawan menanyakan kepada Sudrajat, hakim tinggi di Pontianak ini berlagak pilon, mengaku tidak melobi siapapun. Sebaliknya Bachrudin mengelak dengan mengatakan ia baru saja datang dan sejak pagi tidak ikut rapat dengan Komisi III. Dia lupa bahwa pertemuannya dengan Sudrajat 'diintip' seorang wartawan. Komisi III pun ribut, uji kelayakan dan kepatutan berikutnya ditunda dan pimpinan minta klarifikasi pada Sudrajat dan Bachrudin.
Dari Komisi Yudisial (yang menyeleksi pertama calon hakim agung) didapat informasi bahwa salah satu anggota Komisi III yang menyeleksi calon hakim agung pernah menjadi pialang calon hakim agung dengan menawarkan uang miliaran rupiah (Kompas 19/9/2013). Rupanya Sudrajat dan Bachrudin tidak teliti, sekarang media masa semakin banyak bahkan tak terbilang lagi apakah yang cetak, elektronik maupun maya. Belum termasuk jejaringan sosial seperti twiter dan semacamnya.
CCTV juga ada dimana-mana. Mereka pasang mata, sanggota dewan membuka file gambar porno saat rapat saja bisa dicolong gambarnya. Untungnya para para kuli disket ini punya naluri sama, membela rakyat dan melawan yang batil. Tentu pengusaha medianya juga dibela meski terpaksa.
Tapi itu urusan Komisi III apakah bisa mengungkapkan kejanggalan ini atau tidak, entahlah. Sudah sering Komisi III melakukan uji kepatutan dan kelayakan, apakah ini peristiwa yang pertama kita juga tidak tahu. Kalau saja toilet itu bisa berbicara mungkin juga akan banyak cerita terungkap.
No comments:
Post a Comment