GENG MOTOR LAGI
ADA
perasaan miris saat mendengar kelakukan anak muda sekarang yang seakan
kelewat batas seiring kata mencari jati diri. Aksi balap liar yang
dilakukan sekelompok anak muda berujung pada kekerasan dan perusakan.
Alhasil, pebalap liar pun ditangkap dan dijadikan tersangka oleh aparat
berwajib. Penangkapan terhadap pemuda yang sejatinya adalah penerus
generasi bangsa itu terpaksa dilakukan karena pebalap liar itu bertindak
nekat dan beringas.Kelakuan mereka sudah kelewat batas. Menyerang dan
menganiaya seorang anggota polisi yang bermaksud membubarkan balapan
liar. Parahnya lagi, tak hanya melukai korban, sepeda motor milik polisi
juga mereka rusak.
Aksi tak terpuji seperti ini memang baru pertama kali terdengar. Memang masih jauh jika dibanding dengan aksi para pebalap liar atau geng motor. Semisal seperti di Bandung, Jawa Barat atau di Makassar Sulawesi Selatan. Atau bahkan geng motor sadis asal Pekanbaru, Riau yang dipimpin Klewang. Menilik peristiwa yang sering terjadi. bisa disimpulkan bahwa kesalahan tidak bisa jika hanya ditimpakan kepada kelompok anak muda itu. Pemerintah daerah harusnya memiliki peran lebih untuk mencegah hal itu terjadi.
Para pebalap liar, geng motor, atau apalah namanya hanyalah sekelompok anak muda yang mencari jati diri. Mereka memiliki nyali dan bakat dalam hal adu kecepatan atau balapan sepeda motor. Namun, bakat mereka tidak tersalurkan pada tempat yang tepat. Di daerah tidak ada arena balap yang representatif dan mampu menyalurkan hobi dan bakat para pebalap itu. Alhasil, jalan yang mulus lebar di perkotaan pun mereka jadikan arena balap.
Kondisi ini sebenarnya sudah lama berlangsung, namun Pemerintah seakan tak peduli atau memandang hal itu tidak berdampak luas pada perkembangan anak-anak di kota ini.
Lain halnya dengan apa yang terjadi di daerah itu banyak anak muda yang memiliki nyali dan bakat di bidang balap. Namun, mereka bisa menyalurkan bakat di arena balap. Keberadaan arena balap pun seperti menjadi peredam aksi negatif para anak muda. Anak muda secara mudahnya menyalurkan hobi mereka. Menyikapi maraknya balap liar di banua sekarang ini, sudah sepantasnya pemerintah daerah menyiapkan arena representatif untuk meredam aksi negatif dan menyalurkan hobi para anak muda. Selain itu, ketegasan aparat, dalam hal ini Polisi Lalu Lintas, mengamankan jalan yang bisa dijadikan sebagai arena balap juga harus diperlihatkan. Bagaimanapun juga, peran polisi dalam mencegah aksi balapan liar sangatlah besar.
Televisi kerap menyajikan berita yang berisi tentang bagaimana polisi berjibaku membubarkan balapan liar yang hampir tiap malam meresahkan warga. Atau warga permukiman yang terlibat tawuran dengan pebalap liar karena kesal dengan ulah mereka. Cukuplah itu terjadi di luar sana. Atau cukuplah sudah penganiayaan dan menganggu terhadap anggota polisi dan masyarakat. Kini bagaimana pihak terkait mencegah hal itu terjadi lagi dan pengguna jalan bisa lalu lalang di jalan umum secara tenang.

Aksi tak terpuji seperti ini memang baru pertama kali terdengar. Memang masih jauh jika dibanding dengan aksi para pebalap liar atau geng motor. Semisal seperti di Bandung, Jawa Barat atau di Makassar Sulawesi Selatan. Atau bahkan geng motor sadis asal Pekanbaru, Riau yang dipimpin Klewang. Menilik peristiwa yang sering terjadi. bisa disimpulkan bahwa kesalahan tidak bisa jika hanya ditimpakan kepada kelompok anak muda itu. Pemerintah daerah harusnya memiliki peran lebih untuk mencegah hal itu terjadi.
Para pebalap liar, geng motor, atau apalah namanya hanyalah sekelompok anak muda yang mencari jati diri. Mereka memiliki nyali dan bakat dalam hal adu kecepatan atau balapan sepeda motor. Namun, bakat mereka tidak tersalurkan pada tempat yang tepat. Di daerah tidak ada arena balap yang representatif dan mampu menyalurkan hobi dan bakat para pebalap itu. Alhasil, jalan yang mulus lebar di perkotaan pun mereka jadikan arena balap.
Kondisi ini sebenarnya sudah lama berlangsung, namun Pemerintah seakan tak peduli atau memandang hal itu tidak berdampak luas pada perkembangan anak-anak di kota ini.
Lain halnya dengan apa yang terjadi di daerah itu banyak anak muda yang memiliki nyali dan bakat di bidang balap. Namun, mereka bisa menyalurkan bakat di arena balap. Keberadaan arena balap pun seperti menjadi peredam aksi negatif para anak muda. Anak muda secara mudahnya menyalurkan hobi mereka. Menyikapi maraknya balap liar di banua sekarang ini, sudah sepantasnya pemerintah daerah menyiapkan arena representatif untuk meredam aksi negatif dan menyalurkan hobi para anak muda. Selain itu, ketegasan aparat, dalam hal ini Polisi Lalu Lintas, mengamankan jalan yang bisa dijadikan sebagai arena balap juga harus diperlihatkan. Bagaimanapun juga, peran polisi dalam mencegah aksi balapan liar sangatlah besar.
Televisi kerap menyajikan berita yang berisi tentang bagaimana polisi berjibaku membubarkan balapan liar yang hampir tiap malam meresahkan warga. Atau warga permukiman yang terlibat tawuran dengan pebalap liar karena kesal dengan ulah mereka. Cukuplah itu terjadi di luar sana. Atau cukuplah sudah penganiayaan dan menganggu terhadap anggota polisi dan masyarakat. Kini bagaimana pihak terkait mencegah hal itu terjadi lagi dan pengguna jalan bisa lalu lalang di jalan umum secara tenang.

No comments:
Post a Comment