Tuesday, 27 January 2015

MISTERI WAKTU

MISTERI WAKTU

     KALA masih kecil, di siang hari saya suka berbaring di lantai depan rumah kami. Saya melamun sambil memandangi langit dan awan-awan putih yang berarak laksana kapas. Lalu muncul pertanyaan di benak. Sudah berapa lama alam semesta ini ada? Bagaimanakah ‘keadaan’ ketika ia belum ada? Ketika belajar filsafat, barulah saya sadar bahwa para filosof dan ilmuwan juga berpikir seperti anak-anak, yang serba takjub, heran dan penuh tanya. Kita mengenal pembagian waktu berupa jam, menit dan detik; atau hari, minggu, bulan, tahun, abad dan milenium. Mereka bertanya, apa hakikat waktu? Apakah waktu sudah ada sebelum alam ini ada? Apa hubungan waktu dengan ruang, materi dan energi? Masalah waktu terasa relevan karena kita akan sudah meninggalkan 2013, memasuki 2014. Berbagai kegiatan sudah disiapkan untuk menyambut tahun melenium. Ada yang ingin melaksanakan muhâsabah, menghitung apa yang telah dilakukan dalam hidup ini, baik atau buruk. Ada pula yang ingin pesta, pesta disko, atau bahkan pesta narkoba. Ada pula yang ingin tidur saja di rumah. Memang tak jarang, ada mitos di balik waktu. Misalnya, orang Yunani kuno menyebut nama-nama hari dengan nama-nama planet, yang masing-masing dianggap dewa, mulai dari hari dewa matahari, bulan, mars, merkurius, yupiter, venus dan saturnus. Nama-nama hari dalam bahasa Eropa masih menyisakan mitos ini. Misalnya dalam Bahasa Inggris: Sunday (hari matahari) dan Monday (hari bulan). Dalam Yahudi dan Islam tidak ada mitos seperti itu, kata Nurcholish Madjid (1992), sehingga nama-nama hari disebut dengan urutan angka saja, dari satu sampai tujuh (Ibrani: risyon, syeni, sylisyi, revii, hamisyi, syisyi, syabat;  dan Arab: ahad, istnain, tsulasa’, arbi’a, khamis, jum’ah, sabat). Namun Islam menyebut hari keenam jum’ah, yaitu hari berkumpul untuk beribadah. Sementara Yahudi, beribadah di hari Sabtu. Selain mitos di balik nama-nama hari, menjelang akhir tahun, sering kita saksikan di televisi, paranormal yang meramalkan yang akan terjadi berdasarkan bintang seseorang, atau shio tahun yang akan datang. Konon, 2014 menurut tradisi Cina adalah shio kuda. Paraperamal pun ramai mengartikan yang dimaksud dengan kuda dalam kaitannya dengan politik, ekonomi, hingga asmara. Padahal, manusia sudah dianugerahi akal agar ia dapat mengembangkan ilmu mengenai  dirinya dan alam semesta. Manusia dapat menggali hukum-hukum alam dan kehidupan untuk menemukan mata rantai sebab-akibat. Berdasarkan tali-temali sebab-akibat itu, ia dapat meramalkan apa yang bakal terjadi nanti. Inilah ramalan ilmiah yang lebih layak dipercaya ketimbang ramalan paranormal. Namun perlu juga ditegaskan, kebenaran ilmiah tidaklah mutlak. Alam dan manusia tetap menyimpan misteri. Mari kita kembali ke pertanyaan di atas. Apa hakikat waktu? Gerak melahirkan waktu, kata Aristoteles. Ruang dan waktu itu mutlak, kata Newton. Ruang dan waktu itu relatif, bantah Einstein. Materi di sini, menyebabkan ruang melengkung di sana, lalu membuat materi di sini bergerak. Anda bingung? Saya juga. Tapi mungkin inilah ambang batas, agar kita ingat pada Dia Yang Tak Terbatas. “Jangan kalian memaki waktu, karena Akulah sang Waktu,” kata Allah dalam hadis qudsi. Bagaimanapun hebatnya, ilmu manusia tetaplah terbatas. Karena itulah, manusia harus tetap rendah hati.

No comments:

Post a Comment