Tuesday, 27 January 2015

MISTERI JODOH

MISTERI JODOH

     “BAGIKU,isteriku adalah perempuan tercantik di dunia,” kata seorang pria. “Bagiku juga.Suamiku adalah lelaki paling tampan sedunia, “ kata si wanita menimpali.Barangkali kedua orang itu benar, jika ikiran cantik dan tampan bersifatsubjektif, yakni ditentukan berdasarkan ikiran pribadi masing-masing. Apalagi,jika ungkapan ‘paling ayu’ atau ‘paling ganteng’ itu diucapkan ketika keduanyatengah dimabuk cinta. Cinta memang bisa membuat orang buta.
     “Kalau cinta sudah melekat, gula jawa rasacoklat,” kata bait sebuah lagu. Tetapi, betapapun mabuknya manusia oleh cinta,suatu saat ia akan kembali ke dunia nyata. Ia akan menemukan ukuran-ukuran yanglebih objektif dalam memandang pasangannya. Pada saat itulah dia mungkin akanberkata lebih jujur: “Istriku adalah wanita paling cantik diantara wanita yangmau kawin denganku,” atau “Suamiku adalah pria paling ganteng diantara priayang mau melamarku.”
     Semakin hidup bersama dijalani, dan usiaperkawinan bertambah, semakin insaflah manusia bahwa baik dirinya ataupunpasangannya, memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Suka dukakehidupan, yang telah dihadapibersama-sama, membuat mereka dapat merasakanperpaduan kepribadian masing-masing, yang saling melengkapi. Ketika itulahmuncul rasa saling menerima dan membutuhkan.
     Perjalanan dari mabuk cinta, objektivitashingga rasa saling menerima dan membutuhkan itu, mungkin adalah tahapan-tahapannormal dalam kehidupan perkawinan yang bahagia, yang dapat bertahan hingga mautmenjemput. Sayangnya, tidak semua pasangan berhasil melewati dan mencapainya.Tak sedikit pasangan yang bubar di tengah jalan. Bahkan ada yang hanya bertahanseumur jagung.
     Ada banyak sebab yang membuat perkawinanbubar. Angka terttinggi adalah karena hibingan yang tidak harmonis, karenagangguan pihak ketiga dan alasan ekonomi. Gangguan puhak ketiga atau selingkuhsalah satu penyebab perceraian dalah teknologi komunikasi didunia maya.“Mulaianya mereka main facebook-facebookan atau BBM, curhat. Dan dilanjutkankopi darat. Merasa pasangannya ‘berselingkuh’, akhirnya dibalas, yang berujungperceraian.’
     Perceraian akibat perselingkuhan melaluiteknologi komunikasi memang tampak lebih menarik karena menyangkut perkembanganbudaya kontemporer. Tetapi kalau dicermati lebih jauh, alasan-alasan lainseperti hibingan yang tidak harmonis dan faktor ekonomi, tidak kalah penting.Begitu pula alasan lainya seperti tidakan kekerasan.
     Namun, semua sebab dibalik percerian itutampaknya bermuara dari satu masalah : kesenjangan antara harapan dankenyataan. Sebelum menikah, baik pria ataupun wanita memiliki berbagai impiandan harapan yang ingin diraih dalam perkawinan itu. Jika salah satu puhak,apalagi keduanya, merasa gagal mewujudkan berbagai impiannya, maka perceraianakan terjadi.
     Selain aneka impian yang terpendam sejaksemula, manusia bisa pula menambah impian-impian baru karena perubahan hidupyang dijalaninya. Impian itu bisa tercipta karena sekarang si pria menjaditokoh yang sukses, atau sebaliknya, karier istri melampui sang suami. Ketikaperubahan terjadi, dan kesempatan datang, maka orang akan tergoda untukberpetualang mengejar impian barunya.
     Hidup manusia memang rumit, lebih-lebih yangmenyangkut jodoh. Ia adalahperpaduan antara kesenjangan dan kebetulan. Adasejumlah kebetulan yang membuat kita akhirnya berjodoh dengan seseorang. Tapianeka kebetulan itu tetap kembali kepada diri kita sendiri untuk mengambilkeputusan. Bagaimanapun, memilih dengan sengaja untuk kawin atau cerai.
     Karena itu, misteri jodoh selayaknyamembuat kita rendah hati sekaligus bertanggung jawab. Rendah hati karena semuakebetulan sebenarnya bukanlah kebetulan, melainkan kehendak dan kuasa Tuhan.Bertanggungjawab karena kita sendirilah yang membuat keputusan di hadapanberbagai kemungkinan yang diberikan-Nya pada kita. Dalam kerendahan hati, kitaberdoa untuk kebahagiaan perkawinan kita. Dalam bertanggungjawab, kita tidakboleh menyalahkan orang lain.

No comments:

Post a Comment