POLISI INDIA
MEMANG
polisi itu datangnya selalu terlambat, tetapi itu hanya di film India."
Itulah secuil dialog stire yang dikemukan grup lawak masa lalu Warkop
yang mengundang bukan hanya geer para penontonnya tetapi juga mendapat
acungan jempol. Lalu bagaimana polisi kita tercinta ?
Barangkali ada kesempatan dengan kasus batu bara yang diduga ilegal. Begitu pemberitahuan muncul lantas polisi menginstruksikan jajarannya untuk mendatangi lokasi dan memberikan garis polisi (police line) dan menghentikan aktivitas tersebut. Ada kesan jajaran polisi baru merasa 'tergugah' untuk menertibkan aktivitas itu setelah pemberitaan ramai sekaligus sebagai tanda sebagai tanda mereka responsif.
Apakah itu berarti jajaran kepolisian kita 'terlambat' atau memang tidak tahu adanya aktivitas yang sebenarnya boleh disebut dilakukan secara terbuka? Untuk pertanyaan pertama terjawabnya ada di penafsiran masyarakat yang mengetahui masalah itu. Sedangkan untuk yang kedua benarkah polisi tidak mengetahui ?
Kita mengetahui institusi kepolisian dalam menjalankan tugasnya sebagai salah satu penegak hukum dilengkapi dengan tim intel. Prinsip kerja mereka adalah mengendus suatu perkara atau hal yang mencurigakan jauh lebih tajam dan lebih cepat dari masyarakat termasuk pers. Untuk menemukan apalagi mengendus aktivitas batubara yang terduga ilegal ini rasanya tidak memerlukan investigasi yang begitu jelimet karena lokasinya bukan berada di atas gunung, didalam laut atau di tengah hutan.
Kita khawatir kalau kerja aparat dan birokrat kita selalu seperti dalam berbagai kasus, maka tingkat kegiatan ilegal akan semakin sulit dihentikan. Baik kayu ilegal, tambang llegal ataupun segala hal yang berbau ilegal. Sebaliknya akan semakin subur mengingat aktivitas yang dilakukan secara terbuka saja, harus 'terlambat' diendus apalagi yang berada di balik pagar-pagar beton. Lebih-lebih bila perdagangnan ilegal untuk barang-barang kecil seperti minuman keras, obat terlarang atau narkoba.
Yang lebih kita khawatirkan lagi adalah bagaimana kalau aparat dan birokrat kita yang mendapatkan amanah negara untuk menegakkan hukum dan menjaga ketertiban dan menganyomi masyarakat ini sudah kehilangan intuisi atau naluri akan tanggungjawab mereka. Kita kembali berharap semoga tidak demikian adanya. Jangan seperti polisi di film India seperti atirenya Warkop.

Barangkali ada kesempatan dengan kasus batu bara yang diduga ilegal. Begitu pemberitahuan muncul lantas polisi menginstruksikan jajarannya untuk mendatangi lokasi dan memberikan garis polisi (police line) dan menghentikan aktivitas tersebut. Ada kesan jajaran polisi baru merasa 'tergugah' untuk menertibkan aktivitas itu setelah pemberitaan ramai sekaligus sebagai tanda sebagai tanda mereka responsif.
Apakah itu berarti jajaran kepolisian kita 'terlambat' atau memang tidak tahu adanya aktivitas yang sebenarnya boleh disebut dilakukan secara terbuka? Untuk pertanyaan pertama terjawabnya ada di penafsiran masyarakat yang mengetahui masalah itu. Sedangkan untuk yang kedua benarkah polisi tidak mengetahui ?
Kita mengetahui institusi kepolisian dalam menjalankan tugasnya sebagai salah satu penegak hukum dilengkapi dengan tim intel. Prinsip kerja mereka adalah mengendus suatu perkara atau hal yang mencurigakan jauh lebih tajam dan lebih cepat dari masyarakat termasuk pers. Untuk menemukan apalagi mengendus aktivitas batubara yang terduga ilegal ini rasanya tidak memerlukan investigasi yang begitu jelimet karena lokasinya bukan berada di atas gunung, didalam laut atau di tengah hutan.
Kita khawatir kalau kerja aparat dan birokrat kita selalu seperti dalam berbagai kasus, maka tingkat kegiatan ilegal akan semakin sulit dihentikan. Baik kayu ilegal, tambang llegal ataupun segala hal yang berbau ilegal. Sebaliknya akan semakin subur mengingat aktivitas yang dilakukan secara terbuka saja, harus 'terlambat' diendus apalagi yang berada di balik pagar-pagar beton. Lebih-lebih bila perdagangnan ilegal untuk barang-barang kecil seperti minuman keras, obat terlarang atau narkoba.
Yang lebih kita khawatirkan lagi adalah bagaimana kalau aparat dan birokrat kita yang mendapatkan amanah negara untuk menegakkan hukum dan menjaga ketertiban dan menganyomi masyarakat ini sudah kehilangan intuisi atau naluri akan tanggungjawab mereka. Kita kembali berharap semoga tidak demikian adanya. Jangan seperti polisi di film India seperti atirenya Warkop.

No comments:
Post a Comment