Tuesday, 27 January 2015

MARI RILEKS SEJENAK

MARI RILEKS SEJENAK

13 Juni waktu Indonesia, gelaran Piala Dunia sepak bola atau yang populer disingkat World Cup akan kick off. Pertandingan pembuka yang akan menampilkan tim tuan rumah Brasil versus Kroasia dijadwalkan disiarkan oleh stasiun TV Indonesia pada pukul 03.00 WIB.
      Gelaran rutin empat tahunan ini, sebagaimana sebelumnya, sudah dan sedang ‘menyihir’ masyarakat dunia. ‘Demam’ tidak hanya merasuki para penggila bola (gibol), mereka yang sebelumnya hanya biasa-biasa saja perhatiannya terhadap bola, rupanya juga ikut ‘demam’, jadi gibol dadakan. Ini bisa dimaklumi, karena banyak pihak yang mencoba memanfaatkan momen ini untuk menjadikannya sebagai peluang bisnis, sehingga iming-iming pun ditawarkan oleh mereka untuk membuat customer yang awam bola menjadi ‘demam’ sementara. Lihat saja, kafe, resto, hotel dan beberapa tempat wisata mempromosikan diri untuk menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia.
      Sepak bola memang fenomenal. Ia disebut sebagai olahraga dengan penggemar paling banyak di seluruh dunia, mengalahkan jenis olahraga-olahraga lainnya. Pemerintah Brasil konon mengeluarkan dana sekitar Rp 220 triliun dalam rangka penyelenggaraan Piala Dunia kali ini. Termasuk di dalamnya adalah anggaran untuk perbaikan destinasi wisata untuk memikat banjir kunjungan wisatawan asing ke Negeri Samba itu.
      Diberitakan, setidaknya 21 kepala negara/pemerintahan akan berkunjung dan menyaksikan pertandingan-pertandingan yang digelar selama Piala Dunia 2014, termasuk pemimpin Rusia Vladimir Putin, yang negaranya kini menghadapi sorotan serta tekanan internasional, karena soal campur tangannya dalam krisis politik di Ukraina. Bisa dikatakan, Putin yang sedang pusing dengan urusan yang melibatkan negaranya saja, masih merencanakan waktu untuk menyaksikan langsung Piala Dunia di Brasil.
     Kita berharap, hiruk pikuk dan ketegangan yang makin meninggi di Indonesia belakangan ini terkait Pemilihan Presiden (Pilpres), juga akan bisa mereda dengan hadirnya tontonan Piala Dunia. Sejumlah pihak kini khawatir bahwa saling ‘serang’ dan menyudutkan antara dua pasangan capres-cawapres mulai berkembang menjadi kontraproduktif bagi masa depan demokrasi Indonesia.
     Oleh karena itu, sudah saatnya ketegangan diredakan segera. Dan, semoga saja Piala Dunia 2014 Brasil bisa menjadi salah-satu pereda ketegangan. Siapa tahu, masing-masing pendukung pasangan capres-cawapres ternyata memiliki tim favorit yang sama. Dengan begitu, setidaknya mereka bisa satu kubu untuk Piala Dunia, sehingga aura seteru bisa berubah jadi sekutu, dan suhu politik pun bisa menurun, situasi kondisi bisa lebih rileks. Semoga.

No comments:

Post a Comment