TAKHTA, HARTA DAN WANITA (3 ta)
TAKHTA,
harta dan wanita adalah fenomena lama yang tidak pernah lekang. Begitu
orang meraih takhta, kemudian menumpuk harta akhirnya larinya ke wanita.
Itu watak laki-laki. sejak zaman dulu permpuan adalah objek yang selalu
diperebutkan. Banyak pertumpahan darah karena berebut perempuan. dahulu
tidak ada raja beristri satu, pangeran punya selir ibarat lagu wajib.
sekarang pun orang yang sudah meraih takhta, kemudian menumpuk harta, muaranya juga permpuan. lihat saja para koruptor, sepertti irjen pol djoko susilo yang terlibat kasus pengadaan simulator sIM dan mantan presiden partai besar luthfi hasan ishaq yang terlibat kasus impor daging sapi. juga mantan ketua makhamah konstitusi Akil Mochtar yang kini ditahan KPK karena kasus suap dari calon-calon kepala daerah yang minta dimenangkan perkaranya.
Masih ada lagi, Ahmad Fathanah. Dia ini makelar segala urusan dengan pejabat tinggi, termasuk impor daging sapi. Tugasnya menjadi penghubung dengan petinggi. Dalam kasus daging sapi dia menjadi penghubung antara pemimpin partai dengan importir. Mengapa partai itu karena partai punya kader yang menjadi Menteri ertanian sehingga diharapkan semua bisa mulus. Fathanah yang baru saja divonis 14 tahun penjara juga punya koleksi perempuan. Dari hasilnya sebagai makelar dia mengumpulkan miliaran rupiah.
Apakah semua yang pegang kuasa dan harta juga begitu ? Belum tentu juga, tergantug moralnya. Tapi paling tidak dari pengamatan sepintas terlihat bahwa mereka yang dari 'sononya' sudah kaya tidak banyak yang terlibat urusan perempuan. Misalnya Aburizal Bakrie, dia lahir sudah kaya jadi tidak heran dengan duit. Sampai tua ia lebih sibuk mengejar harta dan kekuasaan daripada perempuan.
Juga Siswono Yudohusodo, Ketua Badan Kehormatan DPR. Dia sejak muda sudah menjadi pengusaha, setelah sukses ia masuk dunia politik. Dia pernah menjadi Menteri Perumahan Rakyat dan Menteri Tramigasi. jadi orang yang berlatar belakang melarat atau setidaknya tidak kaya, akan mudah berubah perangainya manakala mereka menggenggam kekuasaan dan uang. Mereka seperti 'balas dendam'. Mungkin ada yang hanya senang harta atau perempuan atau keduanya.
Ada yang mengambil isteri muda belia dan tidak cuma satu. Ada yang mengawini gadis berstatus siswa sekolah menengah. Ada juga yang kecantol ratu dangdut dan ditrafer tiap bulan. Saat tertangkap KPK total transfernya Rp 900 juta. Itu baru dari stu pejabat, kalau dihitung semua, berapa duit rakyat yang dipakai untuk urusan syahwat. Tentu tidak sedikit pengusaha yang sukses lantas menggandeng perempuan lebih dari satu, tapi mereka tidak pakai uang rakyat.

sekarang pun orang yang sudah meraih takhta, kemudian menumpuk harta, muaranya juga permpuan. lihat saja para koruptor, sepertti irjen pol djoko susilo yang terlibat kasus pengadaan simulator sIM dan mantan presiden partai besar luthfi hasan ishaq yang terlibat kasus impor daging sapi. juga mantan ketua makhamah konstitusi Akil Mochtar yang kini ditahan KPK karena kasus suap dari calon-calon kepala daerah yang minta dimenangkan perkaranya.
Masih ada lagi, Ahmad Fathanah. Dia ini makelar segala urusan dengan pejabat tinggi, termasuk impor daging sapi. Tugasnya menjadi penghubung dengan petinggi. Dalam kasus daging sapi dia menjadi penghubung antara pemimpin partai dengan importir. Mengapa partai itu karena partai punya kader yang menjadi Menteri ertanian sehingga diharapkan semua bisa mulus. Fathanah yang baru saja divonis 14 tahun penjara juga punya koleksi perempuan. Dari hasilnya sebagai makelar dia mengumpulkan miliaran rupiah.
Apakah semua yang pegang kuasa dan harta juga begitu ? Belum tentu juga, tergantug moralnya. Tapi paling tidak dari pengamatan sepintas terlihat bahwa mereka yang dari 'sononya' sudah kaya tidak banyak yang terlibat urusan perempuan. Misalnya Aburizal Bakrie, dia lahir sudah kaya jadi tidak heran dengan duit. Sampai tua ia lebih sibuk mengejar harta dan kekuasaan daripada perempuan.
Juga Siswono Yudohusodo, Ketua Badan Kehormatan DPR. Dia sejak muda sudah menjadi pengusaha, setelah sukses ia masuk dunia politik. Dia pernah menjadi Menteri Perumahan Rakyat dan Menteri Tramigasi. jadi orang yang berlatar belakang melarat atau setidaknya tidak kaya, akan mudah berubah perangainya manakala mereka menggenggam kekuasaan dan uang. Mereka seperti 'balas dendam'. Mungkin ada yang hanya senang harta atau perempuan atau keduanya.
Ada yang mengambil isteri muda belia dan tidak cuma satu. Ada yang mengawini gadis berstatus siswa sekolah menengah. Ada juga yang kecantol ratu dangdut dan ditrafer tiap bulan. Saat tertangkap KPK total transfernya Rp 900 juta. Itu baru dari stu pejabat, kalau dihitung semua, berapa duit rakyat yang dipakai untuk urusan syahwat. Tentu tidak sedikit pengusaha yang sukses lantas menggandeng perempuan lebih dari satu, tapi mereka tidak pakai uang rakyat.

No comments:
Post a Comment