Sunday, 25 January 2015

SAVE GAZA PALESTINA

SAVE GAZA PALESTINA

         PULUHAN jet tempur Israel secara membabi-buta memborbardir kawasan Jalur Gaza sepanjang Kamis (3/7) dini hari, sebagai balasan tembakan roket Hamas yang menewaskan tiga remaja Israel. Akibatnya, sebelas orang terluka dan satu orang dalam kondisi kritis, seusai Israel menggempur Gaza. Demikian penjelasan jurubicara kesehatan otoritas Palestina. Sedangkan pejabat Departemen Pertahanan Israel menyatakan tank tempur bersama ribuan pasukan telah bersiap menyerang Gaza dari darat.
        Amerika Serikat mengutuk pembunuhan seorang remaja Palestina dalam aksi balas dendam atas terbunuhnya tiga pemuda Israel. AS juga memperingatkan aksi balasan Israel yang brutal hanya akan memperburuk situasi. “Tidak ada kata yang tepat untuk menyampaikan belasungkawa kami kepada rakyat Palestina,” kata Menteri Luar Negeri John Kerry.
      Penasihat Keamanan Nasional Presiden Barack Obama, Susan Rice, menyebut pembunuhan remaja Pelestina 16 tahun, Mohammed Abu Khder, adalah perbuatan keji Israel. Tentara Israel menculik dan membunuh remaja Palestina itu setelah tiga remaja Israel tewas akibat hantaman roket Hamas beberapa waktu sebelumnya. Itulah yang disebut AS sebagai aksi saling balas dendam yang mengacaukan apa yang sudah meledak.
       Gambar-gambar video rekaman wartawan dan amatir memperlihatkan kaum perempuan dan anak-anak Palestina di Jalur Gaza bersembunyi dan berlindung dalam keadaan ketakutan di tengah bulan Ramadan, yang semestinya bersuasana tenang. Sebagai sesama kaum muslim, kita tentu berdoa agar tak terjadi apa-apa pada mereka sehingga dapat menjalankan ibadah Ramadan secara khusyuk. Sedangkan sebagai penduduk dunia kita berharap konflik itu cepat berakhir.
       Konflik Palestina-Israel ini bukan cuma dipicu problem agama dan politik. Tapi juga konflik kepemilikan tanah di beberapa tempat. Warga Israel merasa sudah membeli beberapa bagian tanah Palestina sejak sebelum kemerdekaan. Tapi, warga Palestina merasa tak pernah menjualnya. Inilah yang sering memicu konflik karena mempertahankan hak kepemilikan lahan. Harga tanah di sana mencapai Rp 1 miliar/meter.
         Jalur Gaza, seluas 365 kilometer persegi dan dihuni lebih kurang 1,5 juta orang. Kondisinya bagai penjara terbesar di dunia. Sebab, semua akses keluar-masuk ditutup Israel, kecuali akses keluar-masuk ke wilayah Mesir. Itulah sebabnya, Hamas menuntut agar akses keluar-masuk dibuka dan menuntut Israel menghentikan penyerangan terhadap mereka. Namun, tuntutan itu tidak pernah dikabulkan Israel, karena Tel Aviv tetap beranggapan bahwa dari wilayah itulah bahaya mengancam mereka. Terbuka akses, baik keluar maupun masuk, ke Gaza dianggap akan mempermudah Hamas mempersenjatai diri.
         Justru itulah, selama masalah itu belum terpecahkan, kecil kemungkinan tercipta perdamaian dan kedamaian di Palestina. Apalagi, persoalan Jalur Gaza, persoalan antara Israel dan Hamas, hanya sebagian masalah yang belum terselesaikan dalam konflik Israel-Palestina. Masih banyak persoalan lain yang hingga kini belum terselesaikan.

No comments:

Post a Comment