Friday, 20 July 2018

MASA KECIL


Masa kecil adalah masa yang menyenangkan, kita bisa bebas bermain tanpa harus banyak memikirkan apapun, hidup bebas, tanpa beban, setiap hari selalu bermain dan bermain.
Pagi itu aku terbangun dari tidurku, terdengar suara burung berkicau sangat ramai menandakan pagi ini cuacanya cerah, itu semakin kuat dengan ditandai oleh sinar matahari yang menembus ventilasi tembok rumahku.
Sejenak aku terdiam, berfikir dan tersadar bahwa hari ini adalah hari minggu, senang sekali rasanya dan seketika itu mata ini pun ingin terpejam lagi menikmati hangatnya tempat tidurku.
Sedang asik memeluk guling untuk tidur lagi, tercium olehku bau nasi goreng yang sangat menggugah selera, ternyata ibuku membuat nasi goreng pagi itu.
Aku lalu sadar dan mata ini langsuk melek, akupun bangun langsung cuci muka setelah itu menuju dapur untuk memastikan apakah benar ibu sedang menggoreng nasi, semua terjawab dengan senyuman ibu.
Lalu aku menunggu sambil nonton TV serial kesukaanku yaitu si Unyil , segera saja ibu memanggil bahwa nasi goreng telah matang, singkat kata akupun langsung makan dan rasanya itu enak sekali.
Setelah makan aku kembali nonton TV lagi, ternyata film nya sudah habis. aku merasa bosan lalu keluar sekedar melihat suasana, tiba-tiba terdengat suara riuh teman ku yang sedang berjalan entah kemana.
Aku berteriak “Woy pada mau kemana” ? dengan tangan melambai.
Berpetualang! kata mereka dengan semangat, akupun langsung mengambil sandal jepit, minta izin dengan ibu dan meluncur bergabung dengan teman ku.
Disepanjang perjalanan aku penasaran sebenarnya ini mau berpetualang kemana, dan ternyata mereka pun belum tau mau kemana yang penting jalan saja katanya, he,,he,,
Ketika itu kita mampir dirumah teman yang rumahnya berada disekitar sawah, kita mampir untuk mengajaknya bermain, dia pun bersemangat untuk bergabung bersama kami.
Kami semua bersiap untuk berangkat, tiba-tiba salah satu teman saya berkata “Gimana kalo kita mancing belut” semua menjawab setuju dan akhirnya kitapun berangkat untuk memancing belut karena memang teman saya tadi memiliki peralatanya.
Sampailah kita pada hamparan sawah dan tak butuh waktu lama kita sampai ditujuan karena memang berjarak tidak jauh dari rumah teman saya tersebut.
Kami langsung berpencar untuk memancing belut, sekitar 1 jam sudah kami memancing belut kami mulai lelah, terik matahari mulai menyengat, tangkapan belut pun sudah mulai banyak. Akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri mancing belut ini.
Kami berjalan mencari tempat teduh untuk sekedar beristirahat, ditengah perjalanan kami menemukan sungai yang airnya lumayan jernih, salah satu teman kami langsung melompat kesungai.
Kami semua kaget dan sempat terdiam sejenak, namun tak lama kemudian kami semua menyusul untuk lompat dan akhirnya kami semua mandi disungai bersama.
Air sungai yang segar menghapuskan rasa lelah kami semua, kami larut dalam canda tawa. sekitar 30 menit kami mandi disungai, cuma sebentar memang tapi badan ini sudah kedinginan. kami memutuskan untuk menyudahi dan berencana untuk menghangatkan badan.
Setelah mandi kami lalu istirahat dibawah pohon, sebagian ada yang membuat api, sebagian membersihkan belut yang sudah kami pencing tadi, sebagian ada yang bermain main.
Setelah semua siap, kami membakar belut yang sudah kami cari tadi dengan peralatan dan bumbu seadanya yaitu kecap, karena memang hanya kecap dan korek api yang kami bawa dari rumah.
Hitam gosong dan tidak jelas seperti itulah sebenarnya belut yang kita bakar, namun rasanya menjadi enak sekali ketika kami makan bersama di pinggir sawah dengan pemandangan yang asri.
Selesai makan belut kami melanjutkan perjalanan, di tengah perjalanan kami menemui petani semangka sedang memanen hasil tanamnya, kami semua langsung menyerbu tempat tersebut.
Kami hanya sekedar main saja sih, biasanya akan dikasih paling tidak 1 buah semangka untuk kami bersama,
Diluar dugaan kami malah dimintai bantuan untuk mengumpulkan semangka yang sudah dipetik untuk dibawa ke gubuk penyimpanan karena cuaca mulai mendung, mungkin pak tani khawatir akan hujan.
Singkat kata kamipun membantu mengangkut semua semangka yang baru selesai dipanen tersebut dengan bantuan para pekerja disana, setelah semua selesai kami beristirahat duduk sejenak di sekitar tanaman semangka.
Pak tani pun datang dengan membawa banyak sekali irisan semangka untuk kita santap bersama, kami semua senang sekali dan langsung menyantap semangka yang sudah dibelah tersebut, dalam waktu sekejap semangka pun habis tak tersisa lagi.
Kami pun memutuskan untuk pulang, ketika hendak pamitan kami diberi lagi semangka tiap orang untuk dibawa pulang, rasa senang kami bertambah lagi, kami pun pulang dengan perut kenyang dan hati senang.
Tanpa kami sadari matahari sudah mulai redup tanda hari sudah sore, di tengah perjalanan kami melihat ada sekelompok teman kami yang lain sedang bermain bola kaki disawah, kami semu pun bergabung bermain bersama sampai jam 5 sore.
Setelah itu kami semua pulang kerumah masing-masing untuk mandi, takut dimaran ibu soalnya. he..he..
Pengalaman masa kecil yang menyenangkan, rasanya ingin kembali ke masa dimana hanya bermain dan bermain.
Serasa hidup tanpa beban dan hanya bergembira saja setiap harinya. semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat untuk sobat semua.

No comments:

Post a Comment